Nama Zulham Zamrun pernah menjadi simbol kecepatan dan determinasi di sektor sayap sepak bola Indonesia. Di masa keemasannya, pemain asal Ternate itu dikenal sebagai salah satu winger paling eksplosif yang dimiliki Tanah Air. Kini, di usia 37 tahun, publik kembali bertanya: bagaimana kabarnya dan apakah ia masih punya ambisi untuk kembali bersaing di kompetisi profesional musim depan?
Dalam sebuah perbincangan terbaru di kanal YouTube Sport77, Zulham berbicara terbuka tentang situasi kariernya saat ini. Meski tidak tampil di kompetisi resmi musim ini, ia menegaskan bahwa dirinya belum menutup lembaran sebagai pesepak bola profesional. Justru sebaliknya, Zulham masih menyimpan asa untuk kembali eksis di level yang kompetitif.
Perjalanan Karier Cemerlang dari Ternate ke Panggung Nasional
Lahir di Ternate pada 19 Februari 1988, Zulham mengawali perjalanan profesionalnya bersama Persiter Ternate. Bakatnya yang menonjol membuat ia cepat menarik perhatian klub-klub besar Indonesia. Kariernya kemudian melesat saat memperkuat sejumlah tim papan atas seperti Persib Bandung, PSM Makassar, dan Persela Lamongan.
Salah satu momen paling ikonik dalam kariernya terjadi pada ajang Piala Presiden 2015. Bersama Persib Bandung, Zulham tampil gemilang dan membawa Maung Bandung meraih gelar juara. Tak hanya itu, ia juga keluar sebagai pencetak gol terbanyak sekaligus menyabet predikat pemain terbaik turnamen.
Prestasi serupa kembali ia torehkan saat berseragam PSM Makassar di ajang yang sama pada edisi berikutnya. Ketajamannya di sisi sayap membuatnya menjadi ancaman konstan bagi lini pertahanan lawan. Kombinasi kecepatan, kelincahan, dan insting mencetak gol menjadikannya salah satu winger terbaik di generasinya.
Di level internasional, Zulham juga pernah menjadi bagian penting dari Timnas Indonesia. Salah satu pencapaian yang paling dikenang adalah ketika ia turut membawa skuad Garuda menjadi runner-up di Piala AFF 2016. Turnamen tersebut menjadi salah satu panggung terbesar dalam karier internasionalnya.
Banyak Waktu, Tapi Tetap Siaga
Musim ini, Zulham memang tidak terdaftar di klub mana pun. Namun, ia memastikan bahwa keputusan tersebut bukan karena cedera atau penurunan kondisi fisik. Menurut pengakuannya, faktor “rezeki” dan momentum menjadi alasan utama.
“Kalau soal rezeki, kita tidak pernah tahu. Kalau memang belum waktunya, ya belum. Tapi saya tetap jaga kondisi. Siapa tahu tiba-tiba ada panggilan, saya sudah siap,” ujarnya santai.
Saat ini, Zulham mengaku memiliki lebih banyak waktu untuk keluarga dan urusan pribadi, termasuk aktivitas bolak-balik Bandung dan Jakarta. Meski tidak merumput di liga resmi, ia tetap aktif bermain dalam laga fun game, pertandingan amal, hingga event tiga lawan tiga di sejumlah kota.
Artinya, secara fisik ia tetap menjaga ritme dan kebugaran. Bagi pemain seusianya, konsistensi menjaga kondisi adalah kunci jika ingin kembali bersaing di level profesional.
Tawaran Datang, Tapi Masih Jenuh
Menariknya, Zulham mengungkapkan bahwa tawaran dari sejumlah klub sebenarnya masih berdatangan. Beberapa di antaranya berasal dari kompetisi Liga 3 hingga Liga 4. Namun, ia memilih untuk menahan diri.
Menurutnya, bermain di kasta terlalu bawah tidak jauh berbeda dengan tampil di turnamen antar-kampung (tarkam). Ia merasa, jika harus kembali, minimal kompetisi yang ia incar adalah Liga 2 agar tetap berada di level yang kompetitif.
“Saya belum pensiun. Cuma memang lagi istirahat saja. Kalau main di Liga 3 atau Liga 4, rasanya kurang menantang. Minimal Liga 2,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Zulham masih memiliki standar dan ambisi. Ia tidak ingin sekadar bermain, tetapi juga ingin tetap bersaing secara profesional dan memberikan kontribusi nyata bagi tim yang dibelanya.
Target Musim Depan: Comeback dan Eksis Lagi
Menatap musim depan, Zulham berharap pintu kembali terbuka. Dengan pengalaman panjang, mental juara, dan rekam jejak prestasi, ia masih merasa mampu berkontribusi.
Di usia 37 tahun, banyak pemain memang mulai mempertimbangkan pensiun. Namun dalam sepak bola modern, usia bukan lagi penghalang mutlak, terutama bagi pemain yang mampu menjaga kebugaran dan profesionalisme.
Zulham menyadari bahwa persaingan kini semakin ketat dengan hadirnya banyak pemain muda berbakat. Namun pengalaman bertanding di laga-laga besar menjadi modal yang tak ternilai. Sosoknya bisa menjadi mentor di ruang ganti sekaligus pembeda di lapangan.
Jika kesempatan itu datang, bukan tidak mungkin publik kembali menyaksikan Zulham Zamrun berlari di sisi sayap, menusuk pertahanan lawan, dan mencetak gol-gol penting seperti di masa kejayaannya.
Yang jelas, satu hal yang pasti: Zulham belum selesai. Ia masih menjaga kondisi, masih menyimpan ambisi, dan masih berharap bisa eksis lagi musim depan.
Selama semangat itu masih ada, peluang untuk comeback selalu terbuka.
BACA JUGA :
- SBOTOP Langkah Baru di Musim Kompetisi: PSIM Lepas Erwan Hendarwanto ke Garudayaksa Lewat Skema Peminjaman Strategis
- SBOTOP Detik Penyelamat di Ujung Laga: Benjamin Sesko Jadi Pahlawan Saat MU Terhindar dari Tumbang Lawan West Ham
- SBOTOP Menjahit Mimpi dari Lapangan Lokal: Strategi Mengemas Liga Futsal ke Kancah Internasional dengan Daya Saing Global












