1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Berjuang Hindari Degradasi, Pelatih Persijap Jepara Sebut Laga Kontra Persebaya Sebagai Final Penentuan

Tekanan semakin terasa bagi Persijap Jepara jelang pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026. Dalam situasi yang belum aman dari ancaman degradasi, pelatih Divaldo Alves menegaskan bahwa duel menghadapi Persebaya Surabaya akan menjadi pertandingan yang sangat menentukan. Bahkan, ia menyebut laga tersebut layaknya partai final bagi Laskar Kalinyamat.

Pertandingan Persijap Jepara vs Persebaya dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2/2026) pukul 20.30 WIB. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Persijap membawa misi besar untuk meraih poin penuh demi menjauhi zona degradasi yang masih membayangi.

Fokus Bangkit Usai Kekalahan Telak

Kekalahan 0-4 dari Malut United pada pekan ke-21 menjadi pukulan telak bagi Persijap Jepara. Hasil tersebut tak hanya memengaruhi posisi di klasemen, tetapi juga mental bertanding para pemain. Namun, Divaldo Alves meminta anak asuhnya segera melupakan hasil buruk tersebut dan mengalihkan fokus sepenuhnya ke laga melawan Persebaya.

Menurut pelatih asal Portugal itu, evaluasi sudah dilakukan dan tim harus belajar dari kesalahan. Ia menekankan pentingnya konsentrasi penuh dalam setiap pertandingan tersisa musim ini.

“Kami harus belajar dari pertandingan sebelumnya dan fokus menghadapi laga berikutnya. Sekarang, seluruh perhatian kami tertuju pada Persebaya,” ujar Divaldo Alves dalam sesi konferensi pers.

Bagi Persijap Jepara, waktu untuk meratapi kekalahan sudah habis. Setiap pertandingan kini bernilai krusial, terutama saat selisih poin dengan tim di atasnya relatif tipis.

Anggap Laga Kontra Persebaya Seperti Final

Divaldo Alves secara tegas menyebut laga Persijap Jepara vs Persebaya sebagai “pertandingan final”. Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Posisi Persijap yang masih tertahan di papan bawah membuat setiap poin menjadi sangat berharga.

Ia meminta seluruh pemain menunjukkan mentalitas juang tinggi dan tidak memikirkan laga lain sebelum duel ini benar-benar usai. Filosofi “fokus satu pertandingan demi satu pertandingan” menjadi kunci agar tekanan tidak semakin membebani tim.

“Kami harus menganggap ini final. Semua pemain harus fokus penuh. Setelah itu selesai, baru kami berpikir tentang laga berikutnya,” tegasnya.

Pendekatan ini menjadi strategi psikologis untuk menjaga motivasi tim tetap stabil di tengah tekanan kompetisi. Dengan menganggap setiap laga sebagai final, Persijap diharapkan tampil maksimal tanpa menyisakan ruang untuk kesalahan.

Modal Positif di Stadion Gelora Bumi Kartini

Meski berada di zona merah, Persijap Jepara memiliki modal berharga saat bermain di kandang. Pada putaran kedua, Laskar Kalinyamat mencatat tren positif di Stadion Gelora Bumi Kartini.

Mereka sukses mengalahkan PSM Makassar dengan skor 2-0 serta menundukkan Madura United 1-0. Dua kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa Persijap mampu tampil solid ketika mendapat dukungan penuh suporter.

Atmosfer kandang diharapkan kembali menjadi energi tambahan saat menghadapi Persebaya. Dukungan suporter diyakini bisa meningkatkan kepercayaan diri pemain, terutama dalam menghadapi tekanan di papan bawah klasemen.

Namun demikian, Persebaya bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Tim berjuluk Bajul Ijo itu saat ini berada di peringkat kelima klasemen sementara dengan koleksi 35 poin dari 21 pertandingan. Konsistensi mereka sepanjang musim menjadi tantangan serius bagi tuan rumah.

Persijap Jepara dan Misi Keluar dari Zona Degradasi

Hingga pekan ke-21, Persijap Jepara masih tertahan di peringkat ke-17 dengan 15 poin. Mereka belum mampu keluar dari zona degradasi sejak pekan ke-12. Situasi ini membuat setiap pertandingan tersisa menjadi sangat menentukan.

Meski demikian, peluang untuk keluar dari zona merah masih terbuka. Selisih poin dengan tim di atasnya tidak terlalu jauh. Dengan tambahan tiga poin atas Persebaya, jarak tersebut bisa semakin terpangkas dan membuka peluang memperbaiki posisi di klasemen.

Para pemain senior diharapkan tampil sebagai motor kebangkitan tim. Pengalaman dan kepemimpinan di lapangan akan menjadi faktor penting dalam laga berintensitas tinggi seperti ini. Selain itu, disiplin taktik dan efektivitas penyelesaian akhir juga menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

Divaldo Alves menyadari bahwa perjuangan menjauhi degradasi bukan tugas mudah. Namun, ia tetap optimistis anak asuhnya mampu menunjukkan respons positif, terutama ketika bermain di kandang sendiri.

Kesimpulan: Momentum Penentuan Nasib Laskar Kalinyamat

Laga Persijap Jepara vs Persebaya Surabaya pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 bukan sekadar pertandingan biasa. Bagi Divaldo Alves dan skuad Laskar Kalinyamat, duel ini adalah momentum penentuan nasib dalam upaya bertahan di kasta tertinggi.

Dengan mengusung semangat laga final, Persijap bertekad bangkit dari keterpurukan dan memanfaatkan tren positif di kandang. Tantangan memang besar, mengingat Persebaya datang dengan performa yang lebih stabil. Namun, sepak bola selalu menyimpan peluang bagi tim yang berjuang tanpa menyerah.

Jika mampu memaksimalkan dukungan suporter dan tampil disiplin sepanjang 90 menit, Persijap Jepara berpeluang membuka jalan keluar dari zona degradasi. Kini, semua mata tertuju pada Stadion Gelora Bumi Kartini, tempat di mana harapan Laskar Kalinyamat dipertaruhkan dalam satu laga yang terasa seperti final sesungguhnya.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE