1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Milomir Seslija Sambut Ramadan, Persis Solo Diuntungkan Main Malam Hari

Kehadiran bulan suci Ramadan membawa harapan baru bagi Persis Solo dalam mengarungi putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Pelatih kepala Milomir Seslija secara terbuka menyatakan antusiasmenya menyambut periode ini. Bukan tanpa alasan, perubahan jadwal pertandingan ke malam hari diyakini menjadi keuntungan tersendiri bagi Laskar Sambernyawa, terutama bagi para pemain asing yang masih beradaptasi dengan iklim Indonesia.

Persis Solo sebelumnya lebih sering bermain pada sore hari, tepatnya pukul 15.30 WIB, dalam kondisi cuaca panas yang cukup menguras energi. Situasi tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi pemain yang baru didatangkan pada bursa transfer paruh musim.

Adaptasi Cuaca dan Dampaknya pada Performa

Milomir Seslija menilai perubahan jadwal ke malam hari selama Ramadan dapat berdampak positif terhadap performa timnya. Ia menyoroti perbedaan iklim sebagai salah satu faktor penting yang memengaruhi performa pemain asing Persis Solo.

Dalam empat laga terakhir, Persis konsisten bermain pada sore hari dengan temperatur tinggi. Kondisi tersebut disebut Milo—sapaan akrabnya—tidak mudah bagi pemain yang berasal dari Eropa, yang terbiasa dengan suhu lebih sejuk.

“Jika melihat tiga pekan terakhir, saya bisa katakan ini adalah Persis Solo yang baru. Kami bermain lebih agresif. Namun, tidak mudah bermain pukul 15.30 dengan cuaca panas,” ujar pelatih asal Bosnia Herzegovina itu.

Menurutnya, adaptasi bukan hanya soal taktik dan strategi, tetapi juga menyangkut kondisi fisik yang dipengaruhi lingkungan. Oleh sebab itu, Ramadan menjadi momentum penting karena seluruh pertandingan akan digelar pukul 20.30 WIB, waktu yang dinilai lebih ideal.

Jadwal Malam Jadi Keuntungan Persis Solo

Selama Ramadan, laga BRI Super League akan berlangsung pada malam hari. Perubahan ini disambut gembira oleh Milomir Seslija. Ia meyakini pemain asing Persis Solo dapat tampil lebih optimal ketika suhu tidak lagi terlalu panas.

“Sebagian besar pemain asing datang dari iklim berbeda. Saya gembira Ramadan tiba karena artinya kami bermain malam hari. Saya yakin hasilnya akan lebih baik,” kata pelatih berusia 61 tahun tersebut.

Keuntungan ini bukan semata soal kenyamanan fisik, tetapi juga berdampak pada intensitas permainan. Persis Solo diharapkan mampu mempertahankan agresivitas yang mulai terlihat dalam beberapa pekan terakhir. Dengan kondisi cuaca yang lebih bersahabat, efektivitas pressing, transisi cepat, serta daya tahan pemain diyakini meningkat.

Momentum ini menjadi krusial mengingat posisi Persis Solo di klasemen sementara masih belum aman.

Empat Laga Krusial Penentu Nasib

Selama Ramadan, Laskar Sambernyawa akan menghadapi empat pertandingan penting. Dua laga kandang terdekat adalah melawan PSBS Biak dan Persik Kediri. Setelah itu, Persis akan menjalani Derby Jawa Tengah menghadapi Persijap Jepara, sebelum kembali bermain di kandang melawan Bali United.

Seluruh pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 20.30 WIB. Jadwal malam ini dinilai sebagai peluang emas bagi Persis Solo untuk mengumpulkan poin maksimal sebelum kompetisi memasuki jeda FIFA Matchday.

Empat laga ini bukan sekadar rangkaian pertandingan biasa. Setiap poin akan sangat menentukan arah perjalanan Persis Solo pada sisa musim. Terlebih, beberapa lawan yang dihadapi juga berada di papan bawah klasemen, sehingga duel dipastikan berlangsung ketat dan sarat tekanan.

Misi Keluar dari Zona Degradasi

Saat ini, Persis Solo masih tertahan di dasar klasemen sementara dengan koleksi 12 poin. Situasi tersebut membuat setiap pertandingan bernilai seperti final. Kemenangan atas tim-tim pesaing langsung akan membuka peluang keluar dari zona degradasi.

Pertemuan melawan Persijap Jepara dan PSBS Biak diprediksi menjadi laga hidup-mati. Kedua tim tersebut juga berjuang menjauh dari zona merah, sehingga duel dipastikan berjalan dengan tensi tinggi.

Milomir Seslija menyadari bahwa tekanan akan semakin besar. Namun, ia melihat adanya perkembangan positif dalam mentalitas dan permainan timnya. Ia berharap perubahan jadwal selama Ramadan menjadi katalis kebangkitan Persis Solo di putaran kedua.

Kedisiplinan taktik, konsistensi lini pertahanan, serta ketajaman di lini depan menjadi fokus utama dalam evaluasi tim pelatih. Jika mampu memanfaatkan momentum Ramadan dengan baik, Persis Solo berpeluang memperbaiki posisi klasemen sebelum kompetisi memasuki fase akhir.

Kesimpulan: Ramadan sebagai Titik Balik Persis Solo

Ramadan bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga bisa menjadi titik balik perjalanan Persis Solo di BRI Super League 2025/2026. Antusiasme Milomir Seslija terhadap jadwal laga malam mencerminkan optimisme baru di tubuh Laskar Sambernyawa.

Perubahan waktu pertandingan diyakini memberi keuntungan bagi pemain asing yang sebelumnya kesulitan beradaptasi dengan cuaca panas. Dengan empat laga krusial di depan mata, Persis Solo memiliki peluang nyata untuk bangkit dan keluar dari tekanan zona degradasi.

Kini, konsistensi dan fokus menjadi kunci utama. Jika mampu memaksimalkan momentum Ramadan dan tampil agresif seperti yang diharapkan sang pelatih, Persis Solo berpotensi mengubah arah musim mereka. Perjalanan masih panjang, tetapi kesempatan untuk bangkit terbuka lebar—dan semuanya dimulai dari laga malam di bulan suci ini.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE