1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Kalah dari Dewa United, Borneo FC Tetap Optimistis Bertarung di Papan Atas BRI Super League

Kekalahan memang menyakitkan, apalagi ketika terjadi di tengah persaingan ketat papan atas. Namun bagi Borneo FC Samarinda, hasil minor di markas Dewa United bukan akhir dari segalanya. Pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 yang digelar di Indomilk Arena, Tangerang, Minggu (22/2/2026) malam, Pesut Etam harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-1. Meski demikian, optimisme untuk tetap bersaing di papan atas tetap menyala.

Hasil ini membuat persaingan menuju tangga juara semakin menarik. Borneo FC memang kehilangan poin penting, tetapi posisi mereka di klasemen masih membuka peluang besar untuk terus menekan para rival.

Dewa United Unggul Cepat, Borneo FC Terlambat Panas

Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak awal. Dewa United tampil agresif dan langsung menekan lini pertahanan Borneo FC. Hasilnya, Alex Martins menjadi mimpi buruk bagi tim tamu lewat dua gol cepat pada menit ke-21 dan ke-25.

Dua gol dalam rentang waktu singkat itu membuat Borneo FC berada dalam tekanan besar. Skema serangan cepat dan efektivitas penyelesaian akhir Dewa United membuat pertahanan Pesut Etam kewalahan di awal laga.

Borneo FC sempat bangkit melalui gol yang dicetak Komang Teguh pada menit ke-33. Gol tersebut memberi harapan sekaligus momentum untuk mengejar ketertinggalan. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan tuan rumah.

Fabio Lefundes Tetap Percaya Diri

Seusai laga, pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, menegaskan bahwa kekalahan ini tidak mengubah target besar timnya. Ia menilai perjalanan musim masih panjang dan peluang tetap terbuka.

“Sejak awal target kami adalah meraih sebanyak mungkin poin. Kami sempat meraih banyak kemenangan beruntun dan sekarang masih ada di papan atas,” ujar Fabio Lefundes dalam konferensi pers.

Menurutnya, ketatnya persaingan di BRI Super League 2025/2026 membuat pergeseran posisi klasemen menjadi hal yang wajar. Setiap tim papan atas memiliki kualitas yang relatif seimbang, sehingga hasil pertandingan bisa berubah dengan cepat.

Peluang Juara Masih Terbuka

Meski sempat tergusur dari posisi puncak, Borneo FC Samarinda masih berada di jalur persaingan. Saat ini, mereka menempati peringkat ketiga klasemen dengan 46 poin. Jarak dengan Persija Jakarta di posisi kedua hanya terpaut satu angka, sementara selisih dengan Persib Bandung di puncak klasemen adalah empat poin.

Situasi ini membuat peluang juara tetap realistis. Apalagi, Borneo FC memiliki satu keuntungan penting: mereka baru memainkan 21 pertandingan, sementara sebagian besar rival sudah melakoni 22 laga. Artinya, Pesut Etam masih menyimpan satu laga tunda yang bisa dimaksimalkan untuk memangkas atau bahkan menyalip pesaing.

Fabio Lefundes juga menyoroti jadwal padat yang akan dihadapi seluruh tim, terutama menjelang periode Ramadan. Ia menegaskan timnya siap menghadapi tantangan tersebut.

“Bukan hanya mereka yang harus menghadapi kami, kami juga harus siap menghadapi mereka. Jadwal saat Ramadan sangat padat, tapi kami akan berjuang sampai akhir,” tegasnya.

Ujian Berat Menanti di Depan

Dalam waktu dekat, Borneo FC Samarinda akan menghadapi sejumlah tim kuat seperti Arema FC, Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya. Rangkaian laga ini diprediksi menjadi penentu arah perjalanan mereka di BRI Super League musim ini.

Laga-laga tersebut akan menjadi ujian konsistensi sekaligus mentalitas tim. Jika mampu meraih hasil positif, Borneo FC berpeluang besar kembali merebut posisi teratas. Sebaliknya, hasil kurang maksimal bisa membuat persaingan semakin menjauh.

Namun melihat performa sepanjang musim, optimisme tetap beralasan. Pesut Etam sempat mencatatkan rangkaian kemenangan beruntun yang membawa mereka ke puncak klasemen. Stabilitas permainan dan kedalaman skuad menjadi modal penting menghadapi fase krusial kompetisi.

Kerja Kolektif Jadi Kunci

Fabio Lefundes menekankan bahwa capaian Borneo FC sejauh ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen tim. Meski terjadi sejumlah pergantian pemain sepanjang musim, kekompakan dan kerja keras tetap terjaga.

“Saya puas dengan pemain dan staf. Apa yang kami capai sekarang adalah hasil kerja bersama,” ujarnya.

Pendekatan kolektif ini menjadi fondasi penting dalam menjaga konsistensi performa. Dalam kompetisi panjang seperti BRI Super League 2025/2026, kekuatan mental dan kebersamaan tim sering kali menjadi pembeda di saat-saat krusial.

Kesimpulan

Kekalahan 1-2 dari Dewa United memang menjadi catatan minor bagi Borneo FC Samarinda di pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026. Namun, posisi di papan atas klasemen dan selisih poin yang tipis dengan para pesaing menunjukkan bahwa peluang juara masih terbuka lebar.

Optimisme Fabio Lefundes mencerminkan keyakinan bahwa timnya mampu bangkit dan kembali meraih momentum positif. Dengan satu laga tunda di tangan serta jadwal krusial yang menanti, Pesut Etam memiliki kesempatan emas untuk membuktikan kapasitas mereka sebagai kandidat kuat juara.

Persaingan papan atas BRI Super League musim ini dipastikan semakin panas. Jika Borneo FC mampu menjaga konsistensi dan memaksimalkan peluang, bukan tidak mungkin mereka kembali ke jalur perebutan gelar hingga akhir musim.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE