1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Jelang FIFA Series Maret 2026, Ketajaman Ole Romeny di Oxford United Jadi Sorotan

Musim 2025/2026 menjadi periode yang tidak mudah bagi striker Timnas Indonesia, Ole Romeny. Di tengah proyeksinya sebagai ujung tombak utama Garuda pada ajang FIFA Series Maret 2026, performa Romeny bersama klubnya, Oxford United, justru belum menunjukkan ketajaman yang diharapkan. Minimnya menit bermain serta catatan gol yang masih kosong menjadi sorotan menjelang agenda penting bersama tim nasional.

Situasi ini tentu menghadirkan tanda tanya. Di satu sisi, Romeny memiliki rekam jejak positif saat berseragam Timnas Indonesia. Namun di sisi lain, statistiknya di kompetisi EFL Championship musim ini belum menggambarkan performa seorang striker utama.

Awal Musim yang Terganggu Cedera

Perjalanan Ole Romeny musim ini diawali dengan kendala cedera yang didapat saat tampil di Piala Presiden 2025. Cedera tersebut membuatnya harus menepi cukup lama dan melewatkan 13 pertandingan Championship serta dua laga Carabao Cup 2025/2026.

Absennya Romeny dalam periode awal musim jelas berdampak pada ritme permainan dan posisinya dalam persaingan skuad. Ketika pemain lain mulai menemukan konsistensi, Romeny justru harus fokus pada pemulihan kondisi fisik.

Debutnya musim ini baru terjadi pada 5 November 2025 saat Oxford United kalah 0-3 dari Stoke City. Dalam laga tersebut, ia hanya tampil selama sembilan menit. Sejak saat itu, Romeny memang mulai rutin masuk skuad, tetapi lebih sering sebagai pemain pengganti dengan durasi bermain terbatas.

14 Laga Tanpa Gol dan Assist

Hingga pekan ke-34 Championship, Ole Romeny telah mencatatkan 14 penampilan. Namun dari total 341 menit bermain, ia belum mencetak satu pun gol maupun assist. Dari seluruh penampilannya, hanya dua kali ia dipercaya sebagai starter.

Kondisi ini tentu tidak ideal bagi seorang striker. Apalagi dalam enam pertandingan terakhir Oxford United, Romeny memang selalu dimainkan, tetapi hanya selama belasan menit dengan durasi maksimal 33 menit.

Teranyar, saat Oxford United takluk 1-2 dari Stoke City, Romeny masuk pada menit ke-66 menggantikan Stanley Mills. Namun sekali lagi, kontribusi gol belum berhasil ia berikan.

Bagi seorang penyerang, kepercayaan diri sangat berkaitan dengan produktivitas. Minimnya waktu bermain dan ketatnya persaingan di lini depan membuat Romeny sulit menemukan momentum untuk mencetak gol pertamanya musim ini.

Performa di Piala FA Juga Belum Maksimal

Tak hanya di Championship, Romeny juga mendapat kesempatan di ajang FA Cup 2025/2026. Ia tampil dalam dua pertandingan dengan total 79 menit bermain. Namun hasilnya masih sama, belum ada kontribusi gol yang tercipta.

Secara keseluruhan, musim ini menjadi tantangan besar bagi mantan pemain FC Utrecht tersebut. Adaptasi dengan situasi tim, persaingan internal, serta kondisi fisik pasca cedera menjadi faktor yang memengaruhi performanya.

Meski demikian, usia 25 tahun masih tergolong matang bagi seorang striker untuk bangkit. Dengan konsistensi latihan dan peluang yang lebih besar, potensi Romeny untuk kembali tajam tetap terbuka.

Kontras dengan Performa di Timnas Indonesia

Menariknya, performa Ole Romeny bersama Timnas Indonesia justru menunjukkan cerita berbeda. Dari enam penampilan, ia telah mengoleksi tiga gol. Seluruh gol tersebut tercipta dalam tiga pertandingan awalnya bersama Garuda.

Produktivitas itu sempat menegaskan bahwa Romeny memiliki naluri gol yang tajam ketika mendapat kepercayaan penuh. Pola permainan Timnas Indonesia yang lebih langsung dan mengandalkan suplai bola cepat ke lini depan tampaknya lebih cocok dengan karakter permainannya.

Kini, tantangan terbesarnya adalah menjaga konsistensi dan membawa kembali sentuhan tajam tersebut ke level klub.

Tantangan Jelang FIFA Series Maret 2026

FIFA Series Maret 2026 akan menjadi ajang penting bagi Timnas Indonesia. Turnamen ini diikuti beberapa negara, termasuk Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan Saint Kitts and Nevis. Dalam proyeksi awal, Ole Romeny digadang-gadang menjadi striker utama.

Namun, kondisi tanpa gol di level klub tentu menjadi perhatian staf pelatih. Meski statistik klub tidak selalu mencerminkan performa di tim nasional, tetap saja produktivitas menjadi indikator penting bagi seorang penyerang.

Romeny perlu memanfaatkan setiap menit yang didapat di Oxford United untuk membangun kembali kepercayaan dirinya. Bahkan satu gol saja bisa menjadi titik balik yang mengubah dinamika musimnya.

Kesimpulan: Momentum Kebangkitan yang Dinanti

Musim berat Ole Romeny bersama Oxford United menjadi tantangan tersendiri menjelang FIFA Series Maret 2026. Statistik 14 laga tanpa gol dan assist memang belum ideal untuk seorang striker yang diproyeksikan menjadi ujung tombak Timnas Indonesia.

Namun sepak bola selalu memberi ruang untuk bangkit. Pengalaman, usia yang matang, serta rekam jejak positif bersama Timnas Indonesia menjadi modal penting bagi Romeny. Ia hanya membutuhkan momentum untuk kembali menemukan ketajamannya.

FIFA Series 2026 bisa menjadi panggung pembuktian sekaligus kesempatan untuk membalikkan situasi. Jika mampu memanfaatkan peluang bersama Garuda, bukan tidak mungkin kepercayaan dirinya kembali terangkat dan berdampak positif pada performanya di level klub. Kini, semua mata tertuju pada Ole Romeny—menanti apakah sang striker mampu menjawab tantangan dengan gol-gol yang dinanti.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE