Laga pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya pada Senin (2/3/2026) menghadirkan drama yang tak hanya terjadi di papan skor. Duel yang berakhir imbang 2-2 itu juga memunculkan pertanyaan publik setelah Persib tercatat melakukan enam pergantian pemain. Situasi tersebut sempat memancing kebingungan, sebab regulasi umum membatasi setiap tim hanya melakukan lima substitusi dalam tiga kesempatan.
Namun, jika menelusuri regulasi yang berlaku musim ini, keputusan tersebut sepenuhnya sah. Baik aturan internasional maupun regulasi kompetisi domestik memberikan ruang tambahan dalam kondisi tertentu, termasuk ketika terjadi cedera kepala.
Kronologi Enam Pergantian Pemain Persib
Dalam pertandingan yang berlangsung intens sejak menit awal itu, pelatih Persib, Bojan Hodak, melakukan tiga pergantian sekaligus selepas turun minum. Ramon Tanque ditarik keluar untuk memberi ruang kepada Andrew Jung. Frans Putros digantikan Adam Alis, sementara Saddil Ramdani digeser dengan masuknya Beckham Putra Nugraha.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi untuk menjaga tempo permainan setelah babak pertama berjalan ketat. Pergantian keempat dilakukan ketika Berguinho masuk menggantikan Marc Klok, menambah energi baru di lini tengah Maung Bandung.
Memasuki menit ke-86, Thom Haye menjadi pergantian kelima dengan menggantikan Luciano Guaycochea. Hingga titik ini, Persib telah memaksimalkan kuota normal lima pergantian pemain.
Namun, dua menit berselang, Sergio Castel masuk menggantikan Uilliam Barros. Di sinilah muncul pertanyaan publik: bagaimana Persib bisa melakukan pergantian keenam?
Cedera Kepala dan Pintu Tambahan Substitusi
Jawaban atas pertanyaan tersebut bermula dari insiden yang melibatkan bek Persebaya, Arief Catur Pamungkas. Ia mengalami benturan kepala dengan bek Persib, Federico Barba. Setelah mendapatkan penanganan medis, Arief Catur akhirnya harus ditarik keluar dan digantikan oleh Koko Ari Araya pada menit ke-66.
Pergantian itu menjadi substitusi keempat Persebaya dalam laga tersebut. Cedera kepala yang dialami Arief Catur masuk dalam kategori yang diatur secara khusus dalam regulasi pertandingan.
Mengacu Laws of the Game 2025/2026
Aturan yang menjadi rujukan adalah International Football Association Board melalui dokumen Laws of the Game edisi 2025/2026. Dalam regulasi tersebut terdapat Protokol Permanen Tambahan terkait pergantian pemain akibat gegar otak.
Dalam LOTG dijelaskan bahwa jika seorang pemain mengalami atau diduga mengalami gegar otak permanen, tim diperbolehkan melakukan pergantian tambahan. Pergantian ini tidak dihitung sebagai bagian dari kuota normal lima pergantian pemain.
Lebih lanjut, regulasi tersebut juga menyebutkan bahwa ketika satu tim menggunakan “pengganti gegar otak”, maka tim lawan otomatis memiliki hak untuk memanfaatkan satu “pengganti tambahan” untuk alasan apa pun. Artinya, tambahan tersebut berlaku simetris demi menjaga keseimbangan kompetitif.
Dengan demikian, ketika Persebaya melakukan pergantian karena cedera kepala Arief Catur, Persib otomatis memperoleh hak untuk melakukan satu pergantian tambahan di luar kuota lima pemain.
Regulasi BRI Super League Menguatkan LOTG
Ketentuan ini juga diperkuat dalam regulasi resmi BRI Super League musim 2025/2026. Pada Pasal 47 tentang Pergantian Pemain disebutkan bahwa merujuk pada LOTG, pergantian pemain tambahan di luar kuota normal dapat dilakukan apabila terjadi cedera pada kepala.
Artinya, penerapan aturan di kompetisi domestik sudah sinkron dengan regulasi internasional. Tidak ada pelanggaran administratif maupun kesalahan teknis dalam keputusan yang diambil wasit maupun ofisial pertandingan.
Menariknya, meskipun memiliki hak yang sama, Persebaya memilih tidak menggunakan opsi pergantian keenam tersebut. Tim Bajul Ijo tetap berhenti pada lima pergantian pemain.
Pergantian Persebaya sendiri meliputi Gustavo Fernandes menggantikan Milos Raickovic pada menit ke-46, Toni Firmansyah dan Mikael Tata masuk pada menit ke-54, Koko Ari menggantikan Arief Catur pada menit ke-66, serta Pedro Matos menggantikan Gali Freitas pada menit ke-74.
Edukasi Publik Soal Aturan Baru Sepak Bola
Kasus ini menunjukkan pentingnya pemahaman terhadap regulasi terbaru dalam sepak bola modern. Sejak pandemi dan meningkatnya perhatian terhadap kesehatan pemain, IFAB memang memperbarui berbagai aturan, termasuk soal protokol gegar otak.
Kebijakan ini bertujuan melindungi keselamatan pemain tanpa mengorbankan aspek fairness dalam pertandingan. Dengan adanya hak tambahan bagi tim lawan, kompetisi tetap berjalan seimbang.
Dalam konteks laga Persib kontra Persebaya, enam pergantian pemain yang dilakukan Maung Bandung bukanlah bentuk pelanggaran, melainkan implementasi sah dari regulasi yang berlaku.
Kesimpulan
Hasil imbang 2-2 antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya di pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 bukan hanya menyajikan drama di atas lapangan, tetapi juga menghadirkan momen edukatif terkait regulasi sepak bola modern. Enam pergantian pemain yang dilakukan Persib sepenuhnya sesuai dengan Laws of the Game 2025/2026 dan diperkuat oleh regulasi resmi BRI Super League.
Tambahan satu pergantian diberikan karena adanya cedera kepala yang dialami pemain Persebaya, yang memicu aktivasi protokol pengganti gegar otak. Situasi ini sekaligus menegaskan bahwa aturan sepak bola terus berkembang demi menjaga keselamatan pemain sekaligus menjamin keadilan kompetisi.
Dengan pemahaman yang tepat terhadap regulasi, polemik yang sempat muncul dapat dijelaskan secara komprehensif. Pada akhirnya, keputusan tersebut bukanlah kontroversi, melainkan bagian dari sistem aturan yang memang dirancang untuk melindungi semua pihak di lapangan.
BACA JUGA :












