1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : PSBS Bidik Kebangkitan di Markas Persik, Marian Mihail Waspadai Tim Teknis Tanpa Beban Degradasi

PSBS Biak menghadapi tantangan besar dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Tim berjuluk Badai Pasifik itu akan melakoni laga penting menghadapi Persik Kediri pada pekan ke-24 yang digelar di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Kamis (5/3/2026) pukul 20.30 WIB.

Pertandingan ini menjadi sangat krusial bagi PSBS Biak yang saat ini masih berjuang keluar dari zona degradasi. Dengan posisi di peringkat ke-16 klasemen sementara dan koleksi 18 poin, kemenangan menjadi target utama bagi tim asal Papua tersebut.

Pelatih PSBS, Marian Mihail, mengakui bahwa laga melawan Persik Kediri bukanlah pertandingan yang mudah. Menurutnya, Macan Putih merupakan tim dengan kualitas teknis yang baik dan mampu bermain rapi di bawah arahan pelatih asal Spanyol, Marcos Reina Torres.

“Kami akan menghadapi tim yang teknis, wajar saja karena mereka punya pelatih asal Spanyol. Tim ini mirip dengan PSIM dan Persita, jadi ini akan jadi ujian sulit lainnya bagi kami. Mereka juga lebih santai karena tidak memiliki tekanan degradasi,” ujar Mihail dalam konferensi pers jelang pertandingan.

Persik Kediri Dinilai Tim Teknis Tanpa Beban

Dalam pandangan Marian Mihail, salah satu kekuatan utama Persik Kediri adalah kemampuan mereka bermain secara teknis dan sabar. Hal ini tidak lepas dari filosofi sepak bola yang dibawa oleh sang pelatih, Marcos Reina Torres.

Pelatih asal Rumania itu menilai gaya bermain Persik memiliki kemiripan dengan beberapa tim lain yang dikenal mengandalkan penguasaan bola dan organisasi permainan yang baik.

Menurut Mihail, faktor lain yang membuat Persik tampil berbahaya adalah situasi klasemen mereka yang relatif aman. Saat ini Persik Kediri berada di peringkat ke-12 dengan raihan 26 poin, sehingga tidak berada di bawah tekanan besar seperti tim-tim yang berjuang di papan bawah.

Kondisi tersebut memungkinkan Persik tampil lebih lepas dalam setiap pertandingan.

“Hal ini memungkinkan mereka menghadapi pertandingan dengan lebih tenang dan santai. Itu akan membuat mereka percaya diri,” ujar Mihail.

Situasi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi PSBS Biak yang sedang berjuang keras untuk keluar dari zona degradasi.

Tekanan Mental Jadi Tantangan PSBS

Selain faktor teknis di lapangan, Marian Mihail juga menyoroti kondisi mental tim-tim yang berada di zona bawah klasemen. Ia menilai tekanan untuk meraih poin sering kali memengaruhi cara bermain para pemain.

PSBS Biak tidak sendirian dalam situasi ini. Beberapa klub lain seperti Persis Solo, Semen Padang, dan Madura juga merasakan tekanan yang sama karena berada di posisi rawan degradasi.

“Kondisi mentalnya kami, Persis Solo, Semen Padang, Madura berada dalam kesulitan dan lebih terburu-buru, lebih tertekan untuk pertandingan,” jelas Mihail.

Sebaliknya, tim seperti Persik Kediri, PSIM Yogyakarta, atau Persita Tangerang dinilai bisa bermain lebih sabar karena tidak berada dalam tekanan besar.

“Tim seperti PSIM, Persita, Kediri, mereka lebih sabar dan santai. Mereka hanya fokus bermain tanpa memikirkan degradasi,” lanjutnya.

Perbedaan kondisi mental tersebut sering kali menjadi faktor yang memengaruhi jalannya pertandingan.

Kabar Baik: Skuad PSBS Biak Kembali Lengkap

Di tengah tekanan yang dihadapi, PSBS Biak mendapat kabar baik menjelang pertandingan di Kediri. Marian Mihail memastikan bahwa skuadnya berada dalam kondisi yang relatif lengkap.

Kembalinya beberapa pemain penting memberikan tambahan opsi bagi pelatih dalam menyusun strategi.

Salah satu kabar positif adalah pulihnya Mohcine Hassan, yang sebelumnya sempat absen dalam beberapa pertandingan.

“Yang terpenting adalah kami memiliki skuad lengkap, bahkan Mohcine Hassan sudah kembali,” ungkap Mihail.

Meski belum dipastikan tampil sejak menit awal, kehadiran Hassan tetap menjadi tambahan kekuatan bagi tim.

Selain itu, George Brown juga siap memperkuat lini pertahanan di sisi kanan. Dengan lebih banyak pilihan pemain, Mihail berharap timnya dapat menjaga intensitas permainan sepanjang pertandingan.

“Ini sangat menggembirakan karena semua orang sudah siap menghadapi laga besok. Kami punya lebih banyak solusi,” tambahnya.

Menurut Mihail, salah satu masalah PSBS dalam beberapa laga terakhir adalah kedalaman skuad yang kurang mampu menjaga ritme permainan hingga akhir pertandingan.

Dengan kondisi pemain yang lebih lengkap, ia berharap timnya dapat tampil lebih konsisten.

PSBS Biak Incar Kemenangan untuk Hentikan Tren Negatif

Selain pelatih, para pemain PSBS Biak juga menyadari pentingnya pertandingan ini. Bek asal Korea Selatan, Hwang Myung-hyun, menegaskan bahwa timnya datang ke Kediri dengan satu tujuan utama: meraih kemenangan.

Ia mengakui bahwa PSBS sudah terlalu lama tidak merasakan kemenangan di BRI Super League musim ini.

“Kami tahu sudah lama Biak tidak menang. Karena pertandingan sebelumnya kalah, lawan Solo seri, tapi kami butuh kemenangan,” ujar Hwang.

Terakhir kali PSBS meraih kemenangan terjadi pada pekan ke-17 saat mereka mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor telak 4-1 pada 12 Januari.

Sejak saat itu, Badai Pasifik mengalami periode sulit dan gagal meraih poin penuh dalam beberapa pertandingan berikutnya.

Karena itu, duel melawan Persik Kediri menjadi kesempatan penting bagi PSBS untuk mengakhiri tren negatif sekaligus menjaga harapan bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Kesimpulan

Pertandingan Persik Kediri vs PSBS Biak pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 diprediksi berlangsung sengit. Persik yang berada di posisi lebih aman memiliki keuntungan bermain tanpa tekanan besar, sementara PSBS datang dengan motivasi tinggi untuk keluar dari zona degradasi.

Pelatih PSBS, Marian Mihail, menyadari bahwa Persik merupakan tim teknis dengan permainan yang rapi. Namun dengan kondisi skuad yang kembali lengkap serta semangat untuk bangkit, Badai Pasifik tetap optimistis bisa memberikan perlawanan sengit.

Bagi PSBS Biak, laga di Stadion Brawijaya bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah kesempatan penting untuk menghentikan tren negatif dan membuka jalan menuju kebangkitan di sisa kompetisi BRI Super League musim ini.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE