Semen Padang harus menelan kekecewaan setelah gagal meraih kemenangan saat menjamu PSIM Yogyakarta dalam lanjutan pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Gelora Haji Agus Salim (GHAS), Padang, Rabu (4/3/2026) malam WIB, Kabau Sirah hanya mampu bermain imbang tanpa gol dengan skor 0-0.
Hasil ini terasa menyakitkan bagi Semen Padang karena mereka tampil di hadapan pendukung sendiri dan memiliki peluang besar untuk meraih tiga poin. Apalagi PSIM harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama. Namun, berbagai peluang yang diciptakan gagal dikonversi menjadi gol.
Kiper Semen Padang, Rendy Oscario, secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada para suporter karena timnya tidak mampu mempersembahkan kemenangan yang sangat dibutuhkan dalam upaya keluar dari zona degradasi.
Jalannya Pertandingan: PSIM Bermain dengan 10 Pemain
Pertandingan antara Semen Padang dan PSIM Yogyakarta sebenarnya berlangsung cukup menarik sejak menit awal. Kedua tim sama-sama mencoba membangun serangan dan mencari celah untuk mencetak gol.
Semen Padang yang bermain di kandang sendiri tampil lebih dominan dalam penguasaan bola. Dukungan suporter Kabau Sirah di Stadion Gelora Haji Agus Salim juga memberikan semangat tambahan bagi para pemain tuan rumah.
Momentum penting terjadi pada menit ke-38. Gelandang PSIM, Fahreza Sudin, diganjar kartu merah langsung oleh wasit setelah melakukan pelanggaran keras terhadap bek Semen Padang, Samuel Simanjuntak.
Keputusan tersebut membuat PSIM harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain hingga akhir laga. Situasi ini sempat memberi harapan besar bagi Semen Padang untuk memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.
Namun kenyataannya tidak mudah. PSIM memilih bermain lebih bertahan dengan menumpuk pemain di lini belakang. Strategi tersebut cukup efektif meredam berbagai upaya serangan tuan rumah.
Semen Padang memang menciptakan sejumlah peluang, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat skor tetap bertahan 0-0 hingga peluit panjang berbunyi.
Dampak Hasil Imbang bagi Posisi Klasemen
Tambahan satu poin dari laga ini membuat Semen Padang naik satu peringkat di klasemen sementara BRI Super League 2025/2026. Kabau Sirah kini menempati posisi ke-17 dengan koleksi 17 poin.
Meski ada peningkatan posisi, situasi tersebut belum cukup aman bagi Semen Padang yang masih berada di zona degradasi.
Sebaliknya, PSIM Yogyakarta tetap bertahan di peringkat kedelapan klasemen dengan raihan 37 poin. Hasil imbang di kandang lawan tentu menjadi hasil yang cukup positif bagi tim asal Yogyakarta, terlebih mereka harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama.
Bagi Semen Padang, kegagalan meraih kemenangan di laga kandang ini menjadi pukulan berat, mengingat setiap poin sangat penting dalam upaya bertahan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Rendy Oscario Sampaikan Permintaan Maaf
Setelah pertandingan berakhir, kiper Semen Padang Rendy Oscario menyampaikan permintaan maaf kepada para suporter yang telah memberikan dukungan penuh di stadion.
Pemain berusia 27 tahun tersebut mengaku sangat kecewa karena timnya gagal memanfaatkan peluang untuk meraih kemenangan.
“Harapan kami ingin kemenangan di kandang, tapi hasil tidak berpihak. Kami sudah kerahkan semua kemampuan dan menjalankan taktik yang diberikan pelatih di lapangan,” ujar Rendy.
Menurutnya, pertahanan rapat yang diterapkan PSIM membuat Semen Padang kesulitan menembus lini belakang lawan meskipun memiliki banyak peluang.
“Peluang sebenarnya banyak, tetapi hasil tidak sesuai. Kami harus belajar dari kesempatan-kesempatan itu agar bisa lebih tajam pada pertandingan berikutnya,” lanjutnya.
Rendy juga menegaskan pentingnya menjaga konsentrasi di lini pertahanan agar tim tidak kehilangan poin di pertandingan selanjutnya.
“Setiap pertandingan dan setiap poin sangat penting bagi kami. Saya dan teman-teman meminta maaf karena belum bisa memberikan kemenangan. Kami berharap suporter terus mendukung kami di mana pun kami bermain,” tutupnya.
Dejan Antonic Tegaskan Bukan Masalah Motivasi
Menariknya, pertandingan ini juga menjadi laga terakhir bagi pelatih Semen Padang, Dejan Antonic, sebelum akhirnya manajemen memutuskan untuk mengakhiri kerja sama.
Meski demikian, Dejan tetap hadir dalam konferensi pers usai pertandingan dan memberikan tanggapan terkait hasil imbang tersebut.
Pelatih asal Serbia itu menolak anggapan bahwa kegagalan mencetak gol disebabkan kurangnya motivasi pemain. Menurutnya, para pemain sudah menunjukkan semangat dan kerja keras yang tinggi di lapangan.
“Bukan! Motivasi pemain sangat bagus. Kalau kami tidak punya peluang mungkin bisa ada komentar negatif, tetapi hari ini kami menciptakan banyak kesempatan,” ujar Dejan.
Ia mengibaratkan tugas pelatih hanya sampai pada tahap memberikan peluang kepada pemain untuk mencetak gol.
“Saya hanya bisa membawa pemain sampai di depan pintu, tetapi pintunya harus mereka buka sendiri,” katanya.
Dejan juga menilai timnya sebenarnya mampu mendominasi pertandingan melawan tim yang berada di posisi klasemen lebih baik.
“Kami bisa mendominasi lawan yang berada di peringkat lebih tinggi. Masalahnya hari ini hanya satu, kami tidak berhasil mencetak gol,” jelasnya.
Kesimpulan
Hasil imbang tanpa gol antara Semen Padang dan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 menjadi hasil yang mengecewakan bagi Kabau Sirah. Bermain di kandang sendiri dan menghadapi lawan yang bermain dengan 10 pemain, Semen Padang gagal memanfaatkan peluang untuk meraih tiga poin penting.
Kiper Rendy Oscario pun menyampaikan permintaan maaf kepada para suporter atas kegagalan tersebut. Sementara itu, laga ini juga menandai akhir perjalanan Dejan Antonic sebagai pelatih Semen Padang.
Ke depan, Semen Padang harus segera bangkit dan memperbaiki efektivitas serangan jika ingin keluar dari zona degradasi. Dengan kompetisi yang semakin ketat, setiap poin akan menjadi sangat berharga bagi Kabau Sirah dalam perjuangan mereka bertahan di BRI Super League musim ini.
BACA JUGA :
- SBOTOP : PSBS Bidik Kebangkitan di Markas Persik, Marian Mihail Waspadai Tim Teknis Tanpa Beban Degradasi
- SBOTOP : Persijap vs Persis Jadi Duel Penentuan, Mario Lemos dan Milomir Seslija Sama-Sama di Bawah Tekanan
- SBOTOP : Adaptasi Sukses di Lapangan Sintetis, Ricky Kambuaya Targetkan Dewa United Taklukkan Manila Digger












