1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : PSBS Belum Menang di BRI Super League, Marian Mihail Kritik Mentalitas Pemain

PSBS Biak kembali menghadapi masa sulit di kompetisi BRI Super League 2025/2026. Tim berjuluk Badai Pasifik tersebut belum juga menemukan performa terbaiknya setelah kembali menelan kekalahan dalam pertandingan terbaru. Hasil minor itu semakin menambah tekanan bagi skuad PSBS yang kini harus berjuang keras keluar dari zona berbahaya di papan klasemen.

Kekalahan terbaru dialami PSBS saat bertandang ke markas Persik Kediri pada pekan ke-24. Dalam laga yang digelar di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis malam (5 Maret 2026), PSBS harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor tipis 1-2.

Padahal, tim tamu sempat memberikan harapan setelah mampu mencetak gol lebih dahulu. Namun, Persik Kediri menunjukkan mentalitas kuat dengan membalikkan keadaan di menit-menit akhir pertandingan. Hasil tersebut memperpanjang tren negatif PSBS yang hingga kini masih kesulitan meraih kemenangan.

PSBS Sempat Unggul Lebih Dulu

Pertandingan antara Persik Kediri dan PSBS Biak berlangsung dalam tempo cukup tinggi sejak awal laga. Kedua tim sama-sama berusaha tampil agresif demi mengamankan poin penting dalam persaingan BRI Super League musim ini.

PSBS Biak berhasil membuka keunggulan pada awal babak kedua. Gol tersebut dicetak oleh Ruyery Blanco pada menit ke-48 yang memanfaatkan peluang dengan baik di depan gawang Persik Kediri.

Gol itu sempat memberikan harapan bagi tim tamu untuk membawa pulang hasil positif dari Kediri. Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan hingga akhir pertandingan.

Persik Kediri perlahan meningkatkan tekanan dan akhirnya mampu menyamakan kedudukan melalui gol Hamra Hehanussa pada menit ke-79. Gol tersebut membangkitkan semangat tuan rumah yang kemudian berhasil mencetak gol kemenangan.

Muhammad Firly menjadi penentu kemenangan Persik Kediri setelah mencetak gol pada menit ke-88. Gol tersebut sekaligus memastikan PSBS kembali pulang tanpa membawa poin dari laga tandang mereka.

Marian Mihail Kritik Keras Performa Tim

Usai pertandingan, pelatih PSBS Biak, Marian Mihail, tidak menutupi rasa kecewanya terhadap performa anak asuhnya. Pelatih asal Rumania itu bahkan melontarkan kritik tajam terkait kondisi mental dan identitas tim.

Menurut Mihail, salah satu masalah terbesar yang dihadapi PSBS saat ini adalah tidak adanya jiwa serta karakter yang jelas dalam permainan tim.

“Saya sudah satu bulan bersama tim ini, saya mengenal mereka lebih baik dan saya bisa katakan bahwa sayangnya tim ini tidak memiliki jiwa, tidak memiliki identitas,” ujar Marian Mihail.

Pernyataan tersebut menggambarkan betapa seriusnya permasalahan yang sedang dihadapi oleh PSBS Biak di kompetisi musim ini.

Mihail juga menyoroti komposisi pemain yang menurutnya belum mampu membangun rasa kebersamaan yang kuat di dalam tim.

“Para pemain tidak tahu mereka milik siapa. Mereka adalah pemain dari berbagai tempat, tapi bukan pemain asli Biak. Mereka tidak bermain dengan hati dan itu menjadi masalah bagi saya untuk membangun tim yang bisa berjuang sampai akhir,” lanjutnya.

Kritik tersebut menjadi sinyal bahwa pelatih PSBS menginginkan perubahan besar dalam sikap dan mentalitas para pemainnya.

Masih Tanpa Kemenangan di Era Marian Mihail

Sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala PSBS Biak pada awal Februari 2026, Marian Mihail memang belum berhasil membawa timnya meraih kemenangan.

Ia menggantikan posisi Divaldo Alves yang sebelumnya menangani Badai Pasifik. Namun hingga saat ini, perubahan yang diharapkan belum sepenuhnya terlihat di atas lapangan.

Rentetan hasil kurang memuaskan membuat posisi PSBS semakin sulit. Dengan hanya menyisakan 10 pertandingan lagi di musim ini, mereka belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi.

Situasi tersebut tentu menjadi tantangan besar bagi Mihail yang harus segera menemukan solusi untuk memperbaiki performa tim.

Tren Negatif di Putaran Kedua

PSBS Biak juga masih mengalami paceklik kemenangan sepanjang putaran kedua BRI Super League musim ini. Hasil tersebut membuat mereka kesulitan untuk memperbaiki posisi di klasemen.

Sebagai catatan, kemenangan terakhir yang diraih PSBS terjadi pada pekan ke-17 ketika mereka mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor telak 4-1.

Pertandingan tersebut digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada 12 Januari lalu. Sejak saat itu, PSBS belum mampu mengulangi keberhasilan serupa.

Tren negatif tersebut tentu menjadi perhatian serius bagi tim pelatih maupun manajemen klub. Jika situasi ini terus berlanjut, peluang PSBS untuk bertahan di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia bisa semakin berat.

Target Bangkit Saat Hadapi Semen Padang

Meski berada dalam situasi sulit, Marian Mihail tetap berharap timnya bisa segera bangkit dari keterpurukan.

Ia menegaskan bahwa PSBS harus belajar dari setiap kesalahan yang terjadi agar dapat tampil lebih baik di pertandingan berikutnya.

“Saya berharap di pertandingan berikutnya kami bisa mengambil pelajaran dan meraih poin karena itu sangat penting,” kata Mihail.

Kesempatan untuk memperbaiki situasi akan datang dalam waktu dekat. PSBS Biak dijadwalkan menjamu Semen Padang pada pekan ke-25 BRI Super League.

Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Maguwoharjo pada Senin malam (9 Maret 2026). Laga ini diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama berada di papan bawah klasemen.

Mihail berharap para pemainnya tampil dengan semangat dan energi yang lebih besar ketika bermain di hadapan pendukung sendiri.

“Kami akan melawan Semen Padang dalam empat hari ke depan dan saya berharap di kandang sendiri kami punya ambisi dan energi untuk memenangkan pertandingan melawan tim yang posisinya sama dengan kami di papan bawah,” ujarnya.

Kesimpulan

Performa PSBS Biak di BRI Super League 2025/2026 masih jauh dari harapan. Kekalahan dari Persik Kediri semakin memperpanjang paceklik kemenangan yang dialami Badai Pasifik dalam beberapa pekan terakhir.

Kritik tajam dari Marian Mihail menunjukkan bahwa masalah yang dihadapi tim tidak hanya soal taktik, tetapi juga berkaitan dengan mentalitas dan identitas permainan. Jika tidak segera diperbaiki, situasi ini dapat semakin menyulitkan PSBS dalam upaya bertahan di kompetisi.

Pertandingan melawan Semen Padang pada pekan berikutnya menjadi kesempatan penting bagi PSBS untuk bangkit. Dengan dukungan suporter dan tekad yang lebih kuat, Badai Pasifik diharapkan mampu mengakhiri tren negatif sekaligus menjaga peluang mereka tetap bertahan di BRI Super League musim ini.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE