1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Usai Ditahan Semen Padang, PSIM Siapkan Strategi Baru untuk Hadapi Persijap di Bantul

PSIM Yogyakarta langsung mengalihkan perhatian ke laga berikutnya setelah ditahan tuan rumah Semen Padang FC dalam pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026. Duel di Stadion Gelora Haji Agus Salim, Kota Padang, Rabu malam (4/3/2026), berakhir tanpa gol, menandai pertandingan yang penuh tekanan dan sulit bagi kedua tim.

Hasil imbang ini membuat Laskar Mataram tetap menjaga jarak aman dari zona degradasi, sekaligus memaksa pelatih Jean-Paul van Gastel untuk mengevaluasi performa tim dan menyiapkan strategi baru jelang pertandingan pekan ke-25 kontra Persijap Jepara di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Rabu (11/3/2026) malam WIB.

Imbang Tanpa Gol, Tetap Menjaga Target

Pelatih asal Belanda itu menilai satu poin yang diraih anak asuhnya tetap berharga. PSIM berada dalam posisi yang menuntut konsistensi untuk menjaga jarak dari tim-tim yang terancam degradasi.

“Target kami adalah tidak terdegradasi. Jadi, kami sekarang satu poin lebih dekat ke target tersebut. Kami akan fokus pada Jepara dan akan mencoba memenangkan laga itu seperti kami mencoba memenangkan setiap pertandingan,” ujar Van Gastel.

Hasil imbang lawan Semen Padang, menurutnya, tetap positif karena menghadapi tim papan bawah selalu menyimpan risiko tersendiri. PSIM harus mampu tampil fokus, terutama ketika dihadapkan pada situasi sulit di lapangan lawan.

Pertandingan Lawan Papan Bawah Bernilai “Enam Poin”

Van Gastel menekankan bahwa menghadapi tim papan bawah seperti Semen Padang memiliki arti lebih dari sekadar tiga poin. Dalam konteks klasemen, kemenangan di laga semacam ini bisa ibarat meraih “enam poin”, karena sekaligus menjauhkan diri dari ancaman degradasi.

“Sebenarnya, pertandingan seperti ini jika Anda bermain melawan tim papan bawah rasanya bukan seperti mendapat tiga poin, tapi enam poin karena Anda menjauhkan diri lebih jauh dari zona degradasi,” ujarnya.

Semen Padang sendiri berada di posisi ke-17 klasemen sementara dengan koleksi 17 poin, sehingga tekanan bagi PSIM tetap tinggi sepanjang pertandingan.

Strategi Bertahan dengan 10 Pemain

Salah satu kendala yang dialami PSIM dalam laga ini adalah kartu merah yang diterima gelandang Fahreza Sudin pada menit ke-38 akibat pelanggaran keras terhadap bek Semen Padang, Samuel Simanjuntak. Keputusan ini memaksa Laskar Mataram bermain dengan sepuluh pemain untuk sisa pertandingan.

“Kami mencoba menutup ruang karena kekurangan satu pemain, jadi kami mencoba menerapkan low block. Sekitar menit ke-60, beberapa pemain mulai kelelahan dan mengalami kram,” jelas Van Gastel.

Pelatih PSIM kemudian memodifikasi strategi dengan menambah pemain bertahan untuk menjaga keseimbangan tim. Alih-alih bertahan dengan empat orang, tim kini bertahan dengan lima pemain di lini belakang. Strategi ini terbukti efektif dalam menahan tekanan tuan rumah dan mencegah kebobolan.

“Kami lebih cepat antisipasi dibanding pemain Semen Padang. Jadi pada dasarnya adalah strategi bertahan hidup. Namun yang terpenting kami menjaga posisi, terus berkomunikasi, dan memenangkan duel. Saya pikir kami melakukannya dengan baik,” imbuh Van Gastel.

Persaingan Ketat di Papan Tengah

Saat ini, PSIM berada di peringkat kedelapan klasemen sementara BRI Super League dengan 37 poin dari 24 pertandingan. Laskar Mataram hanya terpaut satu hingga dua angka dari Persebaya Surabaya, Persita Tangerang, dan Bhayangkara FC, yang menandai ketatnya persaingan di papan tengah.

Kondisi ini membuat setiap pertandingan, termasuk melawan Persijap Jepara, memiliki nilai strategis tinggi bagi PSIM. Van Gastel menekankan pentingnya memanfaatkan laga kandang di Bantul untuk meraih tiga poin dan memperkuat posisi tim di klasemen.

Fokus Benahi Tim Jelang Duel Persijap

Hasil imbang lawan Semen Padang menjadi evaluasi penting bagi PSIM. Van Gastel menegaskan bahwa timnya akan fokus memperbaiki koordinasi, kebugaran pemain, dan konsistensi permainan sebelum menghadapi Persijap.

“Sekarang fokus kami adalah memperbaiki hal-hal yang belum optimal di pertandingan sebelumnya dan menyiapkan strategi untuk menghadapi Persijap di Bantul,” ungkapnya.

Persiapan matang diharapkan mampu menghadirkan performa terbaik Laskar Mataram, sekaligus memastikan kemenangan di laga kandang terakhir sebelum jeda Lebaran.

Kesimpulan

Meski hanya meraih satu poin di Padang, PSIM Yogyakarta tetap mempertahankan posisi aman di papan tengah klasemen BRI Super League 2025/2026. Pelatih Jean-Paul van Gastel menekankan pentingnya evaluasi, fokus memperbaiki tim, dan memanfaatkan laga kandang untuk meraih kemenangan.

Duel selanjutnya kontra Persijap Jepara akan menjadi ujian penting bagi PSIM untuk membuktikan konsistensi mereka. Dengan persiapan yang matang dan strategi yang tepat, Laskar Mataram berpeluang menambah poin berharga, menjaga jarak dari zona degradasi, dan memperkuat posisi di papan tengah klasemen.

Jika dikelola dengan baik, momentum ini bisa menjadi kunci PSIM menutup bulan Maret dengan performa positif dan kepercayaan diri tinggi menghadapi sisa kompetisi.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE