Bali United akhirnya mengakhiri masa sulit mereka di putaran kedua BRI Super League 2025/2026 setelah meraih kemenangan dramatis atas Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Jumat (6/3/2026). Setelah enam pertandingan tanpa kemenangan, Serdadu Tridatu akhirnya kembali merasakan tiga poin penting yang sekaligus mengangkat moral tim.
Kemenangan tersebut datang melalui laga penuh drama yang berakhir dengan skor tipis. Meski berhasil mencetak empat gol, Bali United juga harus kebobolan tiga gol dari tuan rumah. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun kemenangan berhasil diraih, masih ada sejumlah aspek permainan yang perlu diperbaiki oleh tim asuhan Johnny Jansen.
Bagi Bali United, kemenangan ini menjadi sangat penting untuk mengakhiri paceklik hasil positif sekaligus menjaga peluang mereka tetap kompetitif di papan klasemen BRI Super League musim ini.
Bali United Akhiri Tren Tanpa Kemenangan
Sebelum pertandingan melawan Arema FC, Bali United mengalami periode sulit dengan enam pertandingan tanpa kemenangan di putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Situasi tersebut sempat menimbulkan tekanan besar bagi tim maupun pelatih Johnny Jansen.
Namun, pertandingan di Stadion Kanjuruhan akhirnya menjadi titik balik bagi Bali United. Dalam laga yang berlangsung sengit, tim berhasil meraih kemenangan dramatis dengan skor 4-3.
Tiga gol Bali United dicetak oleh dua pemain anyar yang tampil impresif. Teppei Yachida menjadi bintang lapangan dengan mencetak dua gol pada menit ke-22 dan 66. Sementara itu, Diego Campos turut menyumbangkan satu gol pada menit ke-27.
Gol keempat Bali United datang secara dramatis melalui gol bunuh diri pemain Arema FC, Betinho, pada menit 90+4. Gol tersebut memastikan Bali United membawa pulang kemenangan penting dari kandang Singo Edan.
Meski demikian, kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah. Arema FC memberikan perlawanan sengit melalui hattrick Dalberto yang mencetak gol pada menit ke-61, 78 melalui penalti, serta gol tambahan pada menit-menit akhir pertandingan.
Selain itu, Bali United juga sempat mengalami momen kurang beruntung ketika Kadek Arel mencetak gol bunuh diri yang menambah ketegangan di penghujung laga.
Strategi Johnny Jansen Berjalan Efektif di Awal Laga
Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengaku cukup puas dengan performa timnya, terutama pada fase awal pertandingan. Menurut pelatih asal Belanda tersebut, timnya telah melakukan analisis mendalam terhadap gaya bermain Arema FC sebelum laga berlangsung.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, Bali United mengetahui bahwa Arema kerap membangun serangan dari sisi kiri lapangan. Pergerakan bek kiri serta winger kiri lawan menjadi salah satu sumber ancaman utama bagi pertahanan tim.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bali United mencoba memanfaatkan ruang kosong yang muncul di area tersebut dengan strategi permainan langsung.
“Kami sudah menganalisis lawan dengan sangat baik. Mereka sering melakukan tekanan dari sisi kiri, jadi kami mencoba memanfaatkan ruang yang muncul di area tersebut,” ujar Johnny Jansen.
Strategi tersebut dijalankan dengan memainkan bola-bola panjang ke area yang kosong serta berusaha memenangkan duel bola kedua. Pendekatan ini terbukti efektif pada awal pertandingan.
Bali United bahkan mampu mengontrol permainan dengan cukup baik selama 30 hingga 45 menit pertama. Pada periode tersebut, tim mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya yang berujung pada keunggulan dua gol.
“Kami bermain sangat baik di awal pertandingan. Bahkan sebenarnya kami bisa mencetak lebih banyak gol. Skor 2-0 yang tercipta saat itu sebenarnya masih bisa bertambah,” tambah Jansen.
Arema FC Bangkit di Babak Kedua
Meski Bali United tampil dominan pada awal pertandingan, situasi berubah setelah Arema FC berhasil memperkecil ketertinggalan. Gol yang dicetak Dalberto membuat tuan rumah kembali percaya diri dan meningkatkan intensitas serangan.
Pada babak kedua, tekanan Arema FC semakin meningkat, terutama melalui situasi bola mati seperti sepak pojok dan tendangan bebas di sekitar kotak penalti.
Johnny Jansen menilai bahwa dalam situasi tersebut, Bali United seharusnya mampu mengontrol permainan dengan lebih baik melalui penguasaan bola.
Menurutnya, menjaga penguasaan bola merupakan kunci penting untuk meredam tekanan lawan sekaligus menciptakan peluang tambahan.
“Saya selalu mengatakan kepada tim bahwa kami harus menjaga penguasaan bola. Jika itu dilakukan dengan lebih baik, kami bisa menciptakan lebih banyak peluang dan permainan akan lebih nyaman,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keunggulan dua gol tidak boleh membuat pemain kehilangan fokus. Dalam beberapa momen pertandingan, Bali United terlihat mencoba memainkan bola dengan cara yang terlalu rumit.
“Skor 2-0 belum cukup. Kami harus tetap fokus dan memainkan sepak bola yang sederhana,” tegas pelatih berusia 49 tahun tersebut.
Diego Campos Akui Laga Tidak Mudah
Salah satu pencetak gol Bali United, Diego Campos, juga mengakui bahwa pertandingan melawan Arema FC berjalan sangat sulit. Bermain di kandang lawan dengan dukungan penuh dari suporter tuan rumah membuat tekanan pertandingan semakin tinggi.
Namun pemain asal Kosta Rika tersebut menilai Bali United mampu menjalankan rencana permainan dengan baik pada awal pertandingan.
“Kami memulai pertandingan dengan sangat baik dan menjalankan rencana permainan sesuai instruksi pelatih. Kami juga menciptakan beberapa peluang dan bisa unggul 2-0,” kata Campos.
Meski demikian, ia mengakui bahwa timnya masih perlu meningkatkan kontrol permainan, terutama dalam menjaga penguasaan bola agar tidak mudah kehilangan momentum.
Menurut Campos, Arema FC memiliki pemain-pemain depan yang berbahaya dan mampu mencetak gol kapan saja.
“Mereka memiliki beberapa pemain depan yang berbahaya dan bisa mencetak gol kapan saja. Jadi kami harus lebih baik dalam mengontrol bola,” tambahnya.
Kesimpulan
Kemenangan Bali United atas Arema FC di Stadion Kanjuruhan menjadi momentum penting bagi tim setelah melewati periode sulit di putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri paceklik kemenangan yang sempat membayangi Serdadu Tridatu dalam enam pertandingan terakhir.
Meski berhasil mencetak empat gol dan meraih tiga poin penting, pelatih Johnny Jansen tetap menilai bahwa timnya masih memiliki banyak kekurangan yang perlu diperbaiki. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kemampuan menjaga fokus serta mengontrol permainan ketika sudah unggul.
Dengan evaluasi yang terus dilakukan oleh tim pelatih, Bali United diharapkan mampu tampil lebih konsisten dalam pertandingan-pertandingan berikutnya. Jika mampu memperbaiki kelemahan yang ada, peluang Serdadu Tridatu untuk kembali bersaing di papan atas klasemen BRI Super League musim ini masih tetap terbuka.
BACA JUGA :












