1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Teja Paku Alam Tampil Gemilang, Tapi John Herdman Tak Memanggilnya ke Timnas

Teja Paku Alam kembali menunjukkan performa luar biasa di bawah mistar gawang Persib Bandung, namun hal itu belum membuatnya masuk dalam skuad sementara Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026. Pengumuman skuad 41 pemain dilakukan oleh pelatih John Herdman pada Senin (9/3/2026) dini hari WIB, dan salah satu sorotan utama adalah absennya kiper berusia 31 tahun tersebut.

Meskipun penampilan Teja di klub begitu impresif, John Herdman memilih lima kiper lain untuk proyeksi tim nasional: Emil Audero (Cremonese), Maarten Paes (Ajax), Nadeo Argawinata (Borneo FC), Cahya Supariadi (PSIM), dan Ernando Ari (Persebaya). Keputusan ini menimbulkan pertanyaan publik dan pengamat sepak bola mengenai alasan di balik ketidakhadiran Teja di skuad Garuda.

Titik Balik Karier Teja Paku Alam

Teja Paku Alam sempat lama berada di posisi kiper pelapis Timnas Indonesia dan menghadapi masa-masa sulit dalam karier profesionalnya. Namun, musim 2025/2026 menjadi titik balik bagi kariernya. Penjaga gawang kelahiran 1995 ini berhasil menjadi andalan Persib Bandung, memimpin lini belakang, dan menunjukkan konsistensi yang patut diapresiasi.

Kepercayaan pelatih Persib, Robert Alberts, kepada Teja semakin meningkat di paruh musim BRI Super League 2025/2026. Bahkan kiper asing Adam Przybek harus dilepas, memberikan Teja kesempatan penuh untuk membuktikan kualitasnya di level kompetisi domestik. Langkah ini menegaskan status Teja sebagai kiper utama Persib, sekaligus menunjukkan performa yang stabil dan impresif.

Penampilan Impresif di Maung Bandung

Sepanjang musim 2025/2026, Teja Paku Alam tampil menawan dengan torehan 18 clean sheets dari 30 laga di berbagai ajang. Konsistensi tersebut membuat Persib Bandung tetap kokoh di puncak klasemen sementara BRI Super League. Keberhasilan ini menjadikan Teja sebagai salah satu pilar utama tim yang berpeluang besar meraih gelar juara.

Selain kemampuan refleks dan penguasaan area penalti, Teja juga menunjukkan kualitas distribusi bola yang baik. Hal ini membuat lini pertahanan Persib lebih solid dan mendukung strategi build-up dari belakang. Penampilan ini tentu menjadi bukti profesionalisme Teja sebagai kiper berpengalaman dan pentingnya kontribusinya bagi Maung Bandung.

Persaingan Ketat di Lini Kiper Timnas Indonesia

Meskipun penampilan Teja impresif, John Herdman menghadapi situasi persaingan ketat untuk posisi kiper di Timnas Indonesia. Saat ini, stok penjaga gawang nasional cukup berlimpah, dengan beberapa nama yang bermain di level klub domestik maupun Eropa. Herdman memilih kombinasi kiper dengan pengalaman internasional dan kemampuan teknis yang sesuai dengan gaya permainan yang ingin diterapkan di FIFA Series 2026.

Pilihan Herdman tentu mempertimbangkan aspek strategi tim, chemistry antar pemain, serta kapasitas kiper untuk membaca permainan lawan. Meskipun Teja menunjukkan performa menonjol di Persib, keputusan pelatih mencerminkan prioritas dalam membangun skuad yang seimbang dan memiliki fleksibilitas di posisi kiper.

Peluang Teja di Masa Depan

Absennya Teja Paku Alam dari skuad sementara bukan berarti pintu Timnas Indonesia tertutup selamanya untuknya. Dengan performa yang terus terjaga di level klub, Teja memiliki peluang besar untuk kembali dipanggil, apalagi jika tim nasional membutuhkan kiper dengan pengalaman dan konsistensi tinggi.

Teja juga bisa memanfaatkan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan distribusi bola, positioning, dan komunikasi dengan lini belakang. Peningkatan ini akan membuatnya semakin relevan bagi Herdman ketika menyiapkan skuad untuk kompetisi internasional berikutnya.

Kesimpulan

Meskipun penampilan Teja Paku Alam di Persib Bandung sangat impresif dengan torehan 18 clean sheets dari 30 laga, hal itu belum cukup membuatnya masuk dalam skuad sementara Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026. John Herdman memilih lima kiper lain dengan pertimbangan pengalaman, fleksibilitas, dan strategi tim secara keseluruhan.

Persaingan ketat di posisi kiper menjadi faktor utama absennya Teja, namun kualitas dan konsistensi yang ia tunjukkan di level klub tetap menjadi modal besar untuk peluang di masa depan. Dengan terus bermain apik bersama Persib, Teja Paku Alam berpeluang besar kembali dipanggil untuk membela Garuda, memperkuat lini pertahanan, dan menghadirkan stabilitas di bawah mistar gawang.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE