Dewa United menghadapi misi penting pada leg kedua perempat final AFC Challenge League 2025/2026. Setelah kalah tipis 0-1 dari Manila Digger pada leg pertama, pasukan Jan Olde Riekerink wajib meraih kemenangan dengan keunggulan minimal dua gol saat menjamu tim asal Filipina tersebut di Indomilk Arena, Tangerang, Kamis (12/3/2026) malam WIB.
Kekalahan tipis pada leg pertama menjadi bahan evaluasi penting bagi Dewa United. Para pemain, termasuk gelandang muda berbakat Ivar Jenner, kini bertekad menebus hasil buruk tersebut dan memaksimalkan kesempatan 90 menit di kandang sendiri untuk meraih tiket semifinal.
Dominasi dan Evaluasi di Leg Pertama
Pada pertandingan leg pertama di Stadion Rizal Memorial, Manila, kedua tim tampil agresif. Namun, lini pertahanan rapat Manila Digger membuat serangan Dewa United sulit menembus area berbahaya. Sebaliknya, tim tuan rumah mengandalkan serangan balik cepat yang beberapa kali merepotkan lini belakang Banten Warriors.
Gol tunggal Kenji Nishioka pada menit ke-21 memaksa Dewa United menelan kekalahan tipis 0-1 hingga turun minum. Meski begitu, pada babak kedua, anak asuh Riekerink tampil lebih dominan. Dewa United menguasai jalannya pertandingan dan beberapa kali menciptakan peluang, meski pertahanan disiplin Manila Digger membuat skor tetap 1-0 hingga akhir.
“Babak kedua menjadi gambaran penting bagi kami. Kami mampu mendominasi permainan dan jika sedikit lebih beruntung, beberapa peluang seharusnya bisa berbuah gol,” ungkap Riekerink, dikutip dari laman resmi klub.
Beda Filosofi Permainan Lawan
Pelatih Jan Olde Riekerink menilai pertandingan leg pertama menunjukkan perbedaan filosofi permainan kedua tim. Manila Digger menonjol dengan permainan duel dan intensitas tinggi, sementara Dewa United mengedepankan penguasaan bola dan pergerakan tanpa bola.
“Karakter permainan mereka sudah kami perkirakan, namun kami memang tidak terbiasa menghadapi lawan dengan intensitas seperti itu. Jadi, sekitar tiga puluh menit awal kami membutuhkan adaptasi,” jelas Riekerink. Ia menambahkan bahwa penguasaan bola dan antisipasi terhadap bola-bola panjang menjadi kunci yang harus diperbaiki untuk leg kedua.
Tugas Utama: Cetak Gol
Meski kalah 0-1, Riekerink optimis Dewa United memiliki modal kuat untuk membalikkan keadaan di leg kedua. Ia menegaskan bahwa target utama adalah mencetak gol sejak awal dan menjaga kontrol permainan.
“Tugas pertama kami tetap sama: mencetak gol. Setelah itu, kami akan memiliki kepercayaan diri penuh untuk menyelesaikan pekerjaan ini di kandang sendiri,” ujar pelatih asal Belanda ini. Pendekatan ini menjadi pondasi utama tim untuk menekan lawan dan membuka peluang lebih banyak di leg kedua.
Kolektivitas dan Gerakan Tanpa Bola
Lebih lanjut, Riekerink menekankan filosofi permainan Dewa United yang menekankan kolektivitas tim dan pergerakan tanpa bola. Hal ini mulai terlihat pada babak kedua leg pertama, saat tim mampu menguasai permainan dan menciptakan beberapa peluang berbahaya.
“Gaya bermain kami menekankan kerja sama tim, sirkulasi bola dari sisi kiri ke kanan, dan menempatkan pemain di area yang tepat. Babak kedua leg pertama menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dan harus dipertahankan pada leg kedua,” jelas Riekerink.
Pendekatan ini, menurut Riekerink, akan menjadi kunci bagi Dewa United untuk menembus pertahanan ketat Manila Digger dan memastikan peluang gol tercipta sepanjang pertandingan.
Optimisme Tinggi Jelang Leg Kedua
Dengan waktu istirahat yang cukup dan dukungan penuh suporter di Indomilk Arena, Dewa United siap tampil agresif sejak menit pertama. Strategi serangan terencana dan disiplin pertahanan diharapkan bisa membuat Banten Warriors meraih kemenangan dengan selisih gol yang dibutuhkan.
Leg kedua menjadi momen krusial bagi Dewa United untuk membalikkan keadaan. Jika mampu memaksimalkan peluang dan mempertahankan kolektivitas tim, peluang menembus semifinal terbuka lebar, sekaligus menjadi bukti kekompakan dan profesionalisme pasukan Banten Warriors di level kompetisi Asia.
BACA JUGA :












