Perjalanan Persik Kediri di kompetisi BRI Super League 2025/2026 masih jauh dari kata aman. Hingga memasuki fase akhir musim, Macan Putih masih tertahan di papan bawah klasemen sementara dan harus bekerja keras dalam sembilan pertandingan tersisa demi menjauh dari ancaman degradasi.
Pergantian pelatih dari Ong Kim Swee ke Marcos Reina diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi performa tim. Namun sejauh ini, dampak yang dihasilkan belum sepenuhnya sesuai dengan harapan manajemen maupun para pendukung Persik Kediri.
Meskipun permainan tim terlihat lebih atraktif dan produktif di lini depan, masalah di sektor pertahanan masih menjadi pekerjaan rumah besar. Akibatnya, peningkatan kualitas permainan belum mampu diterjemahkan menjadi hasil yang konsisten di papan klasemen.
Performa Menarik, Hasil Belum Stabil
Di bawah arahan Marcos Reina, Persik Kediri mulai menunjukkan gaya permainan yang lebih menyerang. Aliran bola lebih cepat, transisi serangan terlihat lebih hidup, dan para pemain depan mendapatkan lebih banyak peluang untuk mencetak gol.
Pemain seperti Ezra Walian menjadi salah satu sosok yang cukup menonjol dalam skema permainan baru tersebut. Pergerakan aktif serta kreativitas di lini serang membuat Persik beberapa kali mampu memberikan tekanan kepada lawan.
Namun sayangnya, peningkatan performa di lini depan tidak diimbangi dengan ketahanan pertahanan yang solid. Lini belakang Persik masih kerap melakukan kesalahan mendasar yang berujung pada kebobolan.
Masalah keseimbangan antara lini serang dan lini bertahan inilah yang membuat Persik kesulitan meraih hasil maksimal. Walaupun tampil cukup dominan dalam beberapa pertandingan, mereka tetap kehilangan poin penting karena kurang disiplin dalam bertahan.
Situasi tersebut membuat posisi Persik tidak banyak berubah di klasemen. Sejak ditangani Marcos Reina, Macan Putih hanya berkutat di peringkat ke-11 hingga ke-12.
Catatan Statistik Marcos Reina vs Ong Kim Swee
Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, statistik Marcos Reina masih tertinggal dari pendahulunya, Ong Kim Swee. Pelatih asal Malaysia itu sempat memberikan kontribusi poin yang lebih stabil selama memimpin tim.
Dalam 14 pertandingan bersama Ong Kim Swee, Persik Kediri berhasil mengumpulkan 18 poin. Rinciannya adalah lima kemenangan, tiga hasil imbang, dan enam kekalahan.
Sebaliknya, Marcos Reina yang sudah menjalani 11 pertandingan baru mampu mengoleksi 10 poin. Catatan tersebut berasal dari tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan tujuh kekalahan.
Perbedaan statistik ini menjadi indikator bahwa Persik masih belum menemukan stabilitas performa sejak pergantian pelatih. Meski gaya bermain terlihat lebih menarik, efektivitas dalam meraih kemenangan justru belum meningkat.
Fakta lain yang cukup mengkhawatirkan adalah belum adanya kemenangan tandang sejak Marcos Reina menangani tim. Persik belum mampu mencuri poin penuh saat bermain di markas lawan.
Padahal pada era Ong Kim Swee, Persik sempat mencatat kemenangan penting di kandang PSBS Biak dengan skor 3-1 serta menundukkan Persijap Jepara 2-0.
Hasil tersebut bahkan menjadi modal penting bagi Persik karena mereka unggul dalam rekor pertemuan dengan beberapa tim papan bawah.
Ancaman Degradasi Masih Mengintai
Dengan koleksi 29 poin hingga saat ini, Persik Kediri belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi. Persaingan di papan bawah klasemen BRI Super League musim ini sangat ketat, dengan sejumlah tim yang juga berjuang menghindari posisi berbahaya.
Beberapa klub seperti PSM Makassar, Madura United, Semen Padang FC, PSBS Biak, Persijap Jepara, dan Persis Solo juga tengah berjuang keras untuk menjauh dari zona merah.
Situasi ini membuat setiap pertandingan tersisa menjadi sangat krusial bagi Persik Kediri. Satu kemenangan bisa membawa mereka naik beberapa posisi, sementara satu kekalahan berpotensi menyeret mereka lebih dekat ke zona degradasi.
Persaingan ketat di papan bawah membuat tim-tim tersebut saling berebut poin dalam setiap pertandingan. Kondisi ini menjadikan sisa musim sebagai periode yang penuh tekanan bagi klub-klub yang belum aman secara matematis.
Mengulang Drama Musim Lalu?
Situasi yang dihadapi Persik musim ini mengingatkan pada perjalanan mereka pada musim sebelumnya. Saat itu, Persik juga harus berjuang keras hingga akhir musim untuk memastikan tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Pada musim lalu, Persik bahkan sempat melakukan pergantian pelatih dengan memecat Marcelo Rospide sebelum akhirnya menunjuk Divaldo Alves sebagai penggantinya.
Keputusan tersebut terbukti efektif karena Divaldo Alves mampu membawa Persik mengamankan posisi di klasemen akhir. Macan Putih menutup musim di peringkat ke-12 dengan koleksi 41 poin.
Melihat performa musim ini, banyak pengamat menilai Persik kemungkinan besar kembali akan finis di papan bawah klasemen. Jika tidak segera memperbaiki konsistensi permainan, posisi mereka bisa saja kembali berada di kisaran peringkat sepuluh besar bagian bawah.
Kesimpulan
Perjalanan Persik Kediri di BRI Super League 2025/2026 masih menyisakan banyak pekerjaan rumah. Di bawah arahan Marcos Reina, permainan tim memang terlihat lebih atraktif dan agresif. Namun peningkatan tersebut belum mampu diubah menjadi hasil yang konsisten di klasemen.
Dengan sembilan pertandingan tersisa, Persik harus segera menemukan keseimbangan antara lini serang dan pertahanan agar dapat mengamankan posisi di papan tengah. Jika tidak, Macan Putih berpotensi kembali terlibat dalam persaingan ketat untuk menghindari degradasi.
Bagi Marcos Reina, sisa musim ini menjadi ujian penting untuk membuktikan bahwa perubahan gaya bermain yang ia terapkan dapat membawa Persik Kediri keluar dari tekanan dan kembali tampil kompetitif di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
BACA JUGA :
- SBOTOP Laga Krusial di St James’ Park: Manchester United Hadapi Tantangan Berat Saat Bertamu ke Markas Newcastle
- SBOTOP : Dominasi Persib di Kandang Berlanjut, Umuh Muchtar: Bobotoh Punya Peran Besar
- SBOTOP Persita Menggila di Kandang: Madura United Dipaksa Menelan Kekalahan Telak 4-1 dalam Laga Penuh Dominasi












