1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Bersyukur Bisa Masuk SAD, Yanto Basna Pelajari Sepak Bola Modern di Uruguay

Papua selalu dikenal sebagai gudangnya talenta sepak bola Indonesia, dan salah satu bintang yang lahir dari tanah ini adalah Yanto Basna. Lahir di Sorong 30 tahun silam, Basna telah menorehkan namanya sebagai bek tangguh yang disegani di berbagai klub Indonesia maupun di luar negeri. Perjalanan kariernya menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda, terutama bagi mereka yang bukan berasal dari keluarga atlet.

Meskipun tidak memiliki latar belakang keluarga olahraga, Basna mampu menembus dunia sepak bola profesional hingga ke kompetisi modern di Uruguay. Kesempatan tersebut ia peroleh setelah berkarier di tim junior Persib Bandung dan Sriwijaya FC, serta masuk skuad muda SAD yang melatih sepak bola modern ala Eropa Selatan.

Selain prestasinya di lapangan, Basna juga menyeimbangkan pendidikan dengan olahraga. Ia berhasil meraih gelar sarjana S1 dari Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta, menunjukkan bahwa sepak bola dan pendidikan bisa berjalan beriringan.

Awal Karier dan Latar Belakang Non-Athlete

Siapa sangka, Basna bukan berasal dari keluarga atlet. Dalam wawancaranya di kanal YouTube Dens.TV, ia mengungkapkan rasa syukurnya bisa menekuni sepak bola meski tidak memiliki contoh dari keluarga.

“Kalau cerita ke belakang, background keluarga saya sebenarnya bukan atlet. Jadi mungkin waktu saya muncul, saya yang pertama yang bermain sepak bola. Jadi, ya bersyukur tumbuh besar di Papua, sepak bola itu sudah menjadi sesuatu yang dari lahiriah,” ungkap Basna.

Ia mulai serius menekuni sepak bola sejak SD kelas 6, dan berlanjut saat SMP kelas 1. Ketekunan dan kerja kerasnya menjadi kunci awal untuk menembus kompetisi profesional, meski pada awalnya bakatnya belum terlalu terlihat.

Kerja Keras Ala Cristiano Ronaldo

Basna menekankan bahwa kerja keras menjadi faktor utama kesuksesannya, sebagaimana ditunjukkan oleh panutannya, Cristiano Ronaldo. Ia membedakan antara pemain yang mengandalkan bakat alami dan mereka yang sukses karena kerja keras.

“Mungkin saya di bagian Ronaldo. Jadi kalau untuk bakat, dari kecil sebenarnya tidak kelihatan. Saya unggul di postur tinggi badan saja sebenarnya. Makanya ketika bermain, beberapa kali dipilih karena tinggi badan,” ujarnya.

Kerja keras inilah yang membawanya masuk skuad muda SAD atau Sociedad Anonima Deportiva di Uruguay. Di sana, ia belajar sepak bola modern secara profesional, memahami taktik, teknik, dan mentalitas yang diperlukan untuk bersaing di level internasional.

Mentalitas dan Kesempatan

Bagi Basna, mentalitas menjadi faktor penentu bagi pemain muda Papua yang ingin berkarier di liga profesional atau bahkan di luar negeri. Ia menekankan bahwa bakat saja tidak cukup, kecerdasan dalam bermain sepak bola pun harus dipadukan dengan kesempatan.

“Satu tahun ini saya mulai ikuti, kulik-kulik, bakat dan kecerdasan saja tidak cukup. Harus ditambah faktor paling penentu, yaitu kesempatan. Makanya kalau saya melihat perjalanan saya, ‘oh benar juga’. Kesempatan saya keluar dari Papua ke Uruguay yang bisa membawa membuka pintu,” kata Basna.

Menurutnya, lapangan yang baik dan kesempatan bermain di kompetisi profesional adalah elemen penting yang membentuk pemain. Dari latihan di lapangan sederhana di pinggir pantai Papua hingga menguasai teknik di Uruguay, Basna belajar memanfaatkan setiap peluang yang ada.

Inspirasi bagi Pemain Muda Papua

Perjalanan Basna memberikan pesan kuat bagi pemain muda, khususnya di Papua, bahwa kesuksesan di sepak bola modern memerlukan kombinasi bakat, kerja keras, mentalitas, dan kesempatan. Ia mendorong pemain untuk tidak pasrah pada kondisi lokal, tetapi mencari dan menciptakan peluang, termasuk berani bermain di luar daerah atau bahkan di luar negeri.

“Jadi kesempatan itu harus dicari dan diciptakan. Ketika gagal di sini, tidak harus serta merta pasrah di situ. Artinya harus menciptakan peluang. Mungkin harus keluar daerah misalnya. Jadi harus bisa menciptakan peluang sendiri,” pungkasnya.

Kesimpulan

Yanto Basna adalah contoh nyata bahwa latar belakang keluarga non-atlet bukan penghalang untuk berkarier di sepak bola profesional. Berkat kerja keras, mentalitas yang kuat, dan keberanian mengambil kesempatan, ia mampu menimba ilmu sepak bola modern di Uruguay, menembus klub-klub profesional, serta mengharumkan nama Indonesia di level internasional.

Perjalanan hidup Basna menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua dan Indonesia pada umumnya. Ia membuktikan bahwa bakat harus dipadukan dengan kerja keras, kesempatan, dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman agar bisa bersaing di kancah global. Dengan semangat seperti ini, tidak heran jika Papua terus melahirkan pemain-pemain berbakat yang mampu menembus batas nasional maupun internasional.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE