Sejumlah pemain Timnas Indonesia kembali menunjukkan performa mereka di pentas sepak bola Eropa pada Minggu (15/3/2026) malam hingga Senin (16/3/2026) dini hari WIB. Walau ada yang meraih kemenangan, tak sedikit pula yang harus menelan hasil minor.
Jay Idzes, Calvin Verdonk, Dean James, dan Joey Pelupessy menjadi sorotan, karena mereka mendapat menit bermain yang signifikan dan menjadi andalan di klub masing-masing. Penampilan mereka tak hanya penting untuk klub, tetapi juga menjadi indikator kesiapan diaspora Timnas Indonesia menghadapi kompetisi internasional.
Jay Idzes Alami Kekalahan Bersama Sassuolo
Bek sekaligus kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, kembali menjadi starter di Sassuolo dalam lanjutan Serie A pekan ke-29. Namun sayangnya, timnya harus menelan kekalahan 0-1 dari Bologna di kandang sendiri, Mapei Stadium.
Gol tunggal kemenangan Bologna dicetak Thijs Dallinga saat laga baru berjalan enam menit. Jay Idzes bermain penuh selama 90 menit, mencatatkan 58 sentuhan bola, 10 aksi bertahan, dua tekel, dua blok, empat sapuan, dua intersep, dan lima recoveries. Menurut Fotmob, performa Jay diganjar rating 6,8.
Meskipun kalah, kontribusi Jay Idzes tetap terlihat melalui konsistensi dan disiplin defensif yang ditunjukkannya sepanjang pertandingan.
Dean James Bersinar di Eredivisie
Bergeser ke Eredivisie, Dean James, bek kiri Timnas Indonesia, tampil sebagai starter saat Go Ahead Eagles menghajar NAC Breda 6-0 di De Adelaarshorst. Kemenangan ini menandai performa gemilang tim Belanda.
Dean James bermain selama 75 menit, mencatatkan 6 aksi bertahan, 2 kreasi peluang, 2 tekel, 4 sapuan, dan 5 recoveries. Penampilan apiknya berkontribusi pada dominasi tim di lini belakang. Fotmob memberikan rating 7,4 untuk James, menegaskan performanya yang solid.
Gol-gol kemenangan ditorehkan oleh Mathis Suray, Stefan Sigurdarson, hattrick Jakob Breum, dan Joris Kramer, sementara James berperan penting menjaga pertahanan tetap rapat.
Joey Pelupessy Tampil Cemerlang Bersama Lommel
Gelandang jangkar Joey Pelupessy semakin bersinar di kasta kedua Liga Belgia. Bersama Lommel, ia berhasil membantu tim meraih kemenangan 3-1 atas Francs Borains di Soeverein Stadion.
Pelupessy bermain penuh selama 90 menit, mencatatkan 6 aksi bertahan, 6 assist ke wilayah pertahanan lawan, 1 tekel, 1 tekel krusial, 1 blok, 3 sapuan, 1 intersep, dan 8 recoveries. Fotmob menilai penampilannya dengan rating 7,6, tertinggi di antara pemain Timnas Indonesia yang beraksi di Eropa malam itu.
Gol kemenangan Lommel dicetak Mohamed Salah (menit 11), Dries Wouters (14’), dan Ralf Seuntjens (42’). Gol balasan tim tamu dicetak Aboubacar Ali Abdallah. Kontribusi Pelupessy tidak hanya defensif, tapi juga membantu transisi serangan timnya.
Calvin Verdonk Sukses Bersama Lille
Di Ligue 1 Prancis, Calvin Verdonk menjadi starter saat LOSC Lille mengalahkan Rennes 2-1 di Roazhon Park, Senin dini hari WIB. Verdonk bermain 84 menit dan menunjukkan performa defensif yang konsisten.
Gol kemenangan Lille dicetak Matias Fernandez-Pardo pada menit kedua dan Hakon Arnar Haraldsson di awal babak kedua. Gol balasan Rennes dicetak Esteban Lepaul pada menit ke-59. Verdonk mencatat 45 sentuhan bola, 6 aksi bertahan, 3 umpan ke wilayah pertahanan lawan, 3 tekel, 2 sapuan, 1 intersep, dan 3 recoveries, dengan rating 7,2.
Performa Verdonk menunjukkan bahwa pemain Timnas Indonesia mampu bersaing di liga top Eropa, menjaga stabilitas pertahanan, sekaligus membantu aliran permainan tim.
Kesimpulan
Malam hingga dini hari tadi menjadi bukti kiprah positif diaspora Timnas Indonesia di Eropa. Walau Jay Idzes menelan kekalahan bersama Sassuolo, pemain lain seperti Calvin Verdonk, Dean James, dan Joey Pelupessy mampu meraih kemenangan sekaligus menunjukkan kualitas dan konsistensi permainan.
Penampilan mereka tak hanya berdampak untuk klub, tetapi juga menegaskan kesiapan Timnas Indonesia menghadapi ajang internasional. Kiprah para pemain diaspora ini menjadi inspirasi bagi pemain lokal, menunjukkan bahwa dengan disiplin, kerja keras, dan kesempatan, talenta Indonesia bisa bersaing di kancah Eropa.
Dengan catatan menit bermain yang signifikan dan performa solid di klub masing-masing, Timnas Indonesia bisa berharap lebih banyak pemain berpengalaman di Eropa untuk memperkuat skuad di kompetisi internasional mendatang
BACA JUGA :












