Skuad Persik Kediri kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengarungi sisa musim BRI Super League 2025/2026. Setelah menikmati libur Idulfitri selama sepuluh hari, para pemain Macan Putih mulai kembali menjalani latihan intensif di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, pada Senin (23/3/2026). Momentum ini menjadi titik awal kebangkitan tim untuk memperbaiki posisi di klasemen yang masih belum ideal.
Kembalinya aktivitas latihan disambut dengan semangat baru dari seluruh elemen tim. Dengan kondisi fisik dan mental yang telah dipulihkan selama masa libur, Persik optimistis mampu tampil lebih konsisten dalam sembilan pertandingan tersisa musim ini.
Skuad Lengkap Kembali Berlatih dengan Motivasi Tinggi
Pada sesi latihan perdana pascalibur, mayoritas pemain Persik Kediri sudah kembali bergabung. Sembilan pemain asing tampak hadir, termasuk nama-nama seperti Leonardo Navacchio, Kiko Carneiro, hingga Jon Toral. Kehadiran mereka memberikan sinyal positif bahwa tim siap kembali fokus menghadapi persaingan ketat di liga.
Hanya satu pemain asing yang belum terlihat dalam sesi latihan, yakni Telmo Castanheira. Meski demikian, absennya satu pemain tidak mengurangi intensitas latihan yang dipimpin langsung oleh pelatih Marcos Reina.
Manajer tim, M. Syahid Nur Ichsan, menegaskan bahwa masa libur telah dimanfaatkan pemain dengan baik untuk memulihkan kondisi. Ia berharap seluruh pemain dapat kembali dalam performa terbaik, baik dari sisi fisik maupun mental.
Menurutnya, kebugaran dan fokus menjadi faktor kunci dalam menghadapi sisa kompetisi yang semakin menantang. Dengan kondisi yang lebih segar, pemain diharapkan mampu memberikan kontribusi maksimal di setiap pertandingan.
Peluang Perbaikan Klasemen Masih Terbuka Lebar
Saat ini, Persik Kediri berada di peringkat ke-12 klasemen sementara dengan koleksi 29 poin. Posisi tersebut memang belum mencerminkan potensi tim secara keseluruhan, namun peluang untuk memperbaiki peringkat masih terbuka lebar.
Selisih poin antar tim di papan tengah tergolong tipis, sehingga satu kemenangan dapat memberikan dampak signifikan terhadap posisi klasemen. Kondisi ini membuat setiap pertandingan tersisa menjadi sangat krusial bagi Persik.
Laga terdekat melawan Persijap Jepara pada 6 April 2026 di Stadion Brawijaya akan menjadi ujian penting. Bermain di kandang sendiri, Persik memiliki peluang besar untuk meraih poin penuh sekaligus membangun momentum positif.
Syahid menegaskan bahwa tim harus mampu memaksimalkan setiap kesempatan, terutama saat bermain di hadapan pendukung sendiri. Dukungan suporter diharapkan menjadi energi tambahan untuk mengangkat performa tim.
Strategi Maksimalkan Laga Kandang
Dari sembilan pertandingan tersisa, Persik memiliki keuntungan dengan lima laga kandang dan empat laga tandang. Situasi ini menjadi peluang strategis yang harus dimanfaatkan secara optimal.
Laga kandang menjadi kunci utama dalam upaya mendongkrak posisi di klasemen. Dengan atmosfer Stadion Brawijaya yang dikenal cukup intimidatif bagi tim lawan, Persik diharapkan mampu tampil dominan dan tidak kehilangan poin.
Manajemen tim menekankan pentingnya konsistensi performa, khususnya dalam laga kandang. Kehilangan poin di markas sendiri dapat menjadi kerugian besar dalam persaingan yang sangat ketat.
Selain itu, pendekatan taktik yang tepat juga akan menjadi faktor penentu. Pelatih Marcos Reina diharapkan mampu meracik strategi yang sesuai dengan karakter pemain serta kondisi lawan di setiap pertandingan.
Fokus Pemulihan Fisik dan Simulasi Pertandingan
Dalam sepekan ke depan, fokus utama tim adalah mengembalikan kondisi kebugaran pemain. Setelah libur cukup panjang, adaptasi kembali ke ritme latihan menjadi hal yang penting untuk menghindari cedera dan menjaga performa.
Pelatih Marcos Reina telah menyiapkan program latihan yang mencakup pemulihan fisik, peningkatan intensitas, serta penguatan aspek taktik. Salah satu agenda penting adalah menggelar internal game sebagai simulasi pertandingan.
Simulasi ini bertujuan untuk mengembalikan chemistry antar pemain sekaligus menguji strategi yang akan diterapkan dalam pertandingan resmi. Dengan persiapan yang matang, Persik berharap dapat tampil lebih siap saat menghadapi Persijap Jepara.
Selain itu, evaluasi performa individu juga menjadi perhatian tim pelatih. Setiap pemain diharapkan mampu menunjukkan perkembangan yang signifikan demi mendapatkan tempat di starting eleven.
Momentum Kebangkitan Persik Kediri
Kembalinya aktivitas tim setelah libur Idulfitri menjadi momentum penting bagi Persik Kediri untuk bangkit. Dengan kondisi pemain yang lebih segar dan motivasi yang tinggi, peluang untuk memperbaiki posisi klasemen semakin terbuka.
Persaingan di BRI Super League musim ini memang tidak mudah, namun Persik memiliki semua elemen yang dibutuhkan untuk bersaing. Kombinasi pemain lokal dan asing, dukungan suporter, serta strategi pelatih menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan ke depan.
Jika mampu menjaga konsistensi dan memaksimalkan setiap peluang, bukan tidak mungkin Persik akan mampu menutup musim dengan posisi yang lebih baik dari saat ini.
Kesimpulan
Persik Kediri menunjukkan tekad kuat untuk bangkit usai libur Idulfitri dengan kembali menjalani latihan intensif dan mempersiapkan diri menghadapi sisa musim BRI Super League 2025/2026. Dengan sembilan pertandingan tersisa, setiap laga menjadi penentu dalam upaya memperbaiki posisi di klasemen.
Keunggulan jumlah laga kandang menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan secara maksimal. Dukungan suporter, kondisi fisik pemain yang lebih baik, serta strategi matang dari pelatih Marcos Reina menjadi faktor penting dalam perjalanan Persik ke depan.
Jika mampu tampil konsisten dan menghindari kehilangan poin, terutama di kandang sendiri, Persik Kediri berpeluang besar untuk merangkak naik di klasemen. Momentum pascalibur ini bisa menjadi awal kebangkitan Macan Putih untuk menutup musim dengan hasil yang lebih positif dan membanggakan.
BACA JUGA :
- SBOTOP : Elkan Baggott Berpotensi Tampil di FIFA Series 2026, Ini Nilai Lebihnya di Lini Belakang Timnas Indonesia
- SBOTOP : FIFA Series Jadi Prioritas, Jay Idzes Antusias Sambut Era John Herdman di Timnas Indonesia
- SBOTOP Momentum Terhenti: Inter Tertahan Atalanta dan Gagal Perlebar Jarak dari Milan












