Nama Marcos Santos menjadi salah satu pelatih asing yang cukup mencuri perhatian di BRI Super League 2025/2026. Kehadirannya bersama Arema FC tidak hanya membawa warna baru, tetapi juga menghadirkan pengalaman panjang yang membuatnya diperhitungkan di antara deretan pelatih impor lainnya di Indonesia.
Di musim perdananya bersama “Singo Edan”, pelatih asal Brasil berusia 46 tahun ini langsung mendapat sorotan berkat pendekatan taktik serta rekam jejaknya yang solid di dunia kepelatihan.
Rekam Jejak Marcos Santos: Dari Brasil ke Indonesia
Marcos Santos bukan sosok sembarangan. Ia telah menekuni dunia kepelatihan selama lebih dari satu dekade. Kariernya sebagai pelatih kepala dimulai pada 6 September 2012 saat menangani Coritiba FC, klub yang berlaga di kasta tertinggi Liga Brasil.
Sejak saat itu, ia terus mengembangkan reputasinya dengan menangani berbagai klub di Brasil. Total, sudah lebih dari 14 tim yang pernah merasakan sentuhan taktiknya sebelum akhirnya ia berlabuh di Indonesia bersama Arema FC.
Kehadirannya di Malang menggantikan Ze Gomes yang tidak diperpanjang kontraknya menjadi awal babak baru dalam karier internasionalnya.
Performa Bersama Arema FC di Musim Perdana
Di musim 2025/2026, Marcos Santos telah memimpin Arema FC dalam 24 pertandingan. Dari jumlah tersebut, ia mencatatkan 8 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 10 kekalahan.
Meski hasilnya belum sepenuhnya konsisten, performa ini tetap dianggap cukup kompetitif, terutama mengingat ini adalah musim adaptasinya di sepak bola Indonesia yang memiliki karakter berbeda.
Pendekatan taktik yang disiplin dan fleksibel menjadi ciri khasnya, membuat Arema FC kerap tampil solid saat menghadapi lawan-lawan kuat.
Termasuk Pelatih yang Mampu Bertahan Lama di Arema
Salah satu hal menarik dari perjalanan Marcos Santos adalah kemampuannya bertahan di kursi pelatih Arema FC, sesuatu yang tidak mudah dalam beberapa musim terakhir.
Sejak era Liga 1 bergulir, hanya segelintir pelatih yang mampu bertahan cukup lama di klub ini. Nama-nama seperti Milan Petrovic (2018), Milomir Seslija, dan Eduardo Almeida termasuk di antaranya.
Dalam tiga musim terakhir saja, Arema FC dikenal sering melakukan pergantian pelatih. Mulai dari Javier Roca, I Putu Gede, Joko Susilo, Fernando Valente, Widodo Cahyono Putra, Joel Cornelli, hingga Ze Gomes—semuanya memiliki masa jabatan yang relatif singkat.
Fakta bahwa Marcos Santos mampu bertahan dan tetap dipercaya menunjukkan adanya kepercayaan dari manajemen terhadap proyek jangka panjang yang ia bangun.
Potensi Reuni dengan 9 Mantan Anak Asuh di Indonesia
Menariknya, perjalanan panjang Marcos Santos di Brasil mempertemukannya dengan banyak pemain. Dari ratusan pemain yang pernah ia latih, terdapat sembilan nama yang kini berkarier di BRI Super League.
Hal ini membuka peluang unik: potensi reuni antara pelatih dan mantan anak asuhnya di kompetisi yang sama, bahkan bukan tidak mungkin terjadi di Arema FC.
Berikut daftar pemain tersebut:
- Alan Bernardon (Malut United) – Kiper
- Kleberson (PSS Sleman) – Bek
- Igor Inocencio (Malut United) – Bek
- Viktor Luiz (PSM Makassar) – Bek
- Moises Wolschick (Bhayangkara FC) – Gelandang
- Van Basty Sousa (Persija Jakarta) – Gelandang
- Jean Motta (Persija Jakarta) – Gelandang
- Uilliam Barros (Persib Bandung) – Penyerang
- Gustavo Tocantins (PSS Sleman) – Penyerang
Kesembilan pemain tersebut pernah bekerja sama dengan Marcos Santos di berbagai klub Brasil seperti Fortaleza, Juventude, Náutico, hingga Londrina.
Reuni yang Bisa Jadi Kekuatan Besar
Jika suatu saat para pemain tersebut kembali berkumpul di bawah arahan Marcos Santos, hal itu bisa menjadi kekuatan besar. Selain sudah memahami filosofi permainan sang pelatih, mereka juga memiliki chemistry yang terbangun sejak di Brasil.
Dengan komposisi mulai dari penjaga gawang hingga lini depan, reuni ini bahkan cukup untuk memenuhi kebutuhan pemain asing dalam satu tim.
Masa Depan Marcos Santos di Arema FC
Melihat pengalaman, koneksi pemain, serta adaptasi yang mulai terlihat di musim pertamanya, Marcos Santos memiliki potensi besar untuk membawa Arema FC kembali bersaing di papan atas.
Kunci keberhasilannya akan terletak pada konsistensi performa tim serta kemampuannya memaksimalkan potensi skuad yang ada.
Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin Arema FC akan menjadi salah satu kekuatan utama di BRI Super League dalam beberapa musim ke depan.
BACA JUGA :












