1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP: John Herdman dan Tantangan Mewujudkan Sukses Bersama Timnas Indonesia

Kehadiran John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia memunculkan beragam tanggapan dari publik, pakar, dan mantan pemain. Salah satu pendapat datang dari mantan penjaga gawang Tim Garuda era 1980–1990-an, Hermansyah, yang menilai latar belakang Herdman sebagai akademisi justru bisa menjadi keunggulan, bukan hambatan.

Hermansyah menekankan bahwa meski Herdman bukan mantan pemain profesional, hal tersebut tidak mengurangi peluangnya membawa tim meraih prestasi. Ia menyinggung contoh pelatih non-pemain yang sukses di level internasional.

“Kalau kita lihat sejarah, negara besar seperti Argentina pernah dilatih Cesar Menotti. Dia bukan pemain profesional, tapi sukses besar bersama Maradona. Jadi kita harus berpikir positif,” kata Hermansyah dalam wawancara di kanal YouTube Bicara Bola.

Lebih lanjut, Hermansyah berharap Herdman diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya, apalagi Timnas Indonesia tengah bersiap menghadapi turnamen besar seperti Piala AFF dan Piala Asia.

“Kita harus beri waktu untuk Herdman. Semoga hasilnya positif, dan kita sebagai mantan pemain selalu mendukung PSSI agar sepak bola Indonesia bisa lebih maju,” lanjutnya.

Pendekatan Akademis dan Filosofi Baru Herdman

Pendapat senada juga disampaikan mantan striker Timnas Indonesia, Peri Sandria. Ia menilai Herdman membawa semangat dan filosofi baru dalam membangun tim, khususnya dalam proses seleksi pemain.

Menurut Peri, Herdman tidak hanya fokus pada pemain naturalisasi, tetapi juga memberi ruang bagi pemain lokal untuk bersinar. Hal ini dianggap sebagai pendekatan yang lebih seimbang dan strategis dalam membangun fondasi tim jangka panjang.

“Wajar jika pelatih baru membawa pemain baru. Tapi yang menarik, Herdman juga aktif mencari pemain lokal, bukan hanya mengandalkan naturalisasi,” ujar Peri.

Metode ini dinilai Peri bisa membantu perkembangan sepak bola nasional karena memberi kesempatan pemain muda berkembang, sekaligus memperkuat skuad Garuda untuk masa depan.

Fokus pada Pemain Muda dan Energi Tinggi

Peri menyoroti gaya Herdman yang cenderung memprioritaskan pemain muda dengan karakter agresif. Strategi ini sejalan dengan tren sepak bola modern yang menekankan tempo tinggi dan intensitas permainan.

“Herdman mencari pemain muda yang agresif agar taktiknya bisa berjalan maksimal. Ini mirip dengan tim Kanada yang pernah ia tangani, banyak pemain lokal muda dengan agresivitas tinggi,” jelas Peri.

Ia menambahkan, latar belakang Herdman sebagai akademisi bukan kelemahan. Sejarah membuktikan, banyak pelatih sukses yang bukan mantan pemain top, seperti Jose Mourinho, mampu meraih berbagai gelar juara.

“Herdman akademisi, tapi itu bukan penghalang untuk sukses. Lihat Mourinho, bukan pemain besar tapi bisa membawa tim juara. Semoga Herdman juga bisa meracik tim ini dengan baik,” tutup Peri.

Awal Meyakinkan Bersama Tim Garuda

John Herdman memulai kiprahnya di Timnas Indonesia dengan impresif. Pada laga perdananya di FIFA Series 2026, Jumat (27/3/2026), Herdman sukses membawa Garuda menang telak 4-0 atas Saint Kitts and Nevis.

Sejak resmi ditunjuk menggantikan Patrick Kluivert pada awal Januari 2026, Herdman menunjukkan pengaruh positif pada permainan tim. Pendekatan taktisnya diharapkan dapat mengangkat performa Timnas Indonesia di kancah internasional.

Partai berikutnya, Timnas Indonesia akan menghadapi Bulgaria di final FIFA Series 2026. Laga ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (30/3/2026) malam WIB.

Bulgaria melaju ke final setelah menghancurkan Kepulauan Solomon dengan skor 10-2, yang menandakan bahwa laga puncak akan menjadi pertarungan sengit. Herdman diprediksi akan mengandalkan kombinasi pengalaman pemain senior dan energi pemain muda, termasuk Ramadhan Sananta dan Beckham Putra, untuk membawa Timnas Indonesia meraih kemenangan.

BACA JUGA :

CLOSE