Persija Jakarta kembali mendapat kabar kurang menggembirakan setelah striker muda mereka, Mauro Zijlstra, mengalami cedera kambuhan usai membela Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026. Pemain berusia 21 tahun itu didiagnosis mengalami robekan otot yang kembali muncul, membuatnya harus menepi di tengah kebutuhan tim akan tambahan tenaga di lini depan. Situasi ini tentu menjadi pukulan bagi Persija yang tengah berupaya menjaga konsistensi di kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Kembalinya cedera pada diri Zijlstra juga menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi pemain muda tersebut sejak bergabung dengan klub ibu kota. Meski sempat menunjukkan potensi menjanjikan, kondisi fisik yang belum stabil menjadi hambatan besar dalam proses adaptasinya.
Hasil MRI Konfirmasi Cedera Kambuhan
Persija Jakarta bergerak cepat dengan melakukan pemeriksaan medis lanjutan terhadap Mauro Zijlstra setibanya dari tugas internasional. Hasil MRI menunjukkan bahwa pemain tersebut mengalami re-injury atau cedera kambuhan pada bagian otot.
Dokter tim Persija, dr. Muhammad Andeansah, Sp.KO, menjelaskan bahwa kondisi ini membutuhkan penanganan serius dan pemantauan ketat. Ia menegaskan bahwa durasi pemulihan belum dapat dipastikan karena sangat bergantung pada respons otot terhadap program rehabilitasi yang akan dijalani.
Tim medis Persija kini fokus pada proses pemulihan yang aman dan bertahap. Pendekatan ini diambil untuk memastikan bahwa Zijlstra tidak mengalami cedera berulang yang dapat menghambat kariernya dalam jangka panjang.
Cedera Terjadi Usai Cetak Gol di FIFA Series
Ironisnya, cedera tersebut terjadi di tengah momen positif bagi Zijlstra bersama Timnas Indonesia. Ia tampil sebagai pemain pengganti dalam laga melawan Saint Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 27 Maret 2026.
Masuk pada menit ke-72, Zijlstra berhasil mencetak satu gol dalam kemenangan telak 4-0 Timnas Indonesia. Gol tersebut menjadi kontribusi penting sekaligus menunjukkan insting tajamnya sebagai penyerang muda.
Namun, di balik performa tersebut, cedera mulai terasa dan memaksanya absen pada pertandingan berikutnya melawan Bulgaria. Dalam laga final FIFA Series tersebut, Timnas Indonesia harus menelan kekalahan 0-1 tanpa kehadiran Zijlstra di lini depan.
Riwayat Cedera yang Kembali Menghantui
Masalah cedera ini bukan pertama kali dialami oleh Mauro Zijlstra. Sebelumnya, ia juga sempat mengalami gangguan pada area pangkal paha yang membuatnya absen dalam dua pertandingan penting Persija.
Ketika itu, Persija hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Borneo FC Samarinda dan 1-1 kontra Dewa United. Absennya Zijlstra tentu berdampak pada variasi serangan tim yang menjadi lebih terbatas.
Cedera kambuhan ini menandakan bahwa kondisi fisiknya masih perlu perhatian ekstra. Pemulihan yang tidak sepenuhnya tuntas sebelumnya diduga menjadi salah satu faktor penyebab kembalinya masalah pada otot tersebut.
Absen di Laga Penting Persija
Akibat cedera ini, Mauro Zijlstra dipastikan tidak dapat memperkuat Persija dalam laga pekan ke-26 BRI Super League melawan Bhayangkara FC. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, Bandarlampung.
Absennya Zijlstra menjadi kerugian tersendiri bagi Persija, mengingat mereka tengah membutuhkan tambahan opsi di lini depan. Meski belum memberikan kontribusi signifikan dalam hal gol maupun assist, kehadirannya tetap memberikan alternatif strategi bagi tim.
Sejak bergabung pada bursa transfer paruh musim, Zijlstra baru mencatatkan dua penampilan dengan total waktu bermain 21 menit. Minimnya menit bermain tersebut juga dipengaruhi oleh kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya pulih.
Tantangan Adaptasi dan Harapan ke Depan
Cedera yang kembali dialami Mauro Zijlstra menjadi tantangan besar dalam proses adaptasinya di sepak bola Indonesia. Sebagai pemain muda yang baru datang dari kompetisi Eropa, ia masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan intensitas dan karakter permainan di BRI Super League.
Persija tentu berharap proses pemulihan kali ini berjalan lebih optimal agar Zijlstra bisa kembali dalam kondisi terbaik. Dukungan dari tim medis dan manajemen menjadi faktor penting dalam memastikan pemain ini dapat berkembang sesuai ekspektasi.
Di sisi lain, pengalaman menghadapi cedera juga bisa menjadi pelajaran berharga bagi Zijlstra untuk lebih memahami kondisi tubuhnya dan menjaga kebugaran secara lebih disiplin.
Kesimpulan
Cedera kambuhan yang dialami Mauro Zijlstra menjadi kabar buruk bagi Persija Jakarta dan Timnas Indonesia. Di tengah upaya membangun performa dan adaptasi, masalah fisik kembali menghambat langkah sang striker muda.
Meski demikian, peluang untuk bangkit tetap terbuka lebar. Dengan penanganan medis yang tepat dan proses pemulihan yang maksimal, Zijlstra diharapkan mampu kembali lebih kuat dan memberikan kontribusi nyata di masa depan. Kini, fokus utama adalah memastikan pemulihan berjalan optimal agar ia dapat kembali ke lapangan tanpa risiko cedera berulang.
BACA JUGA :












