Cremonese kembali menelan hasil minor di Serie A 2025/2026. Bermain di kandang sendiri, Stadion Giovanni Zini, Minggu (5/4/2026) malam WIB, tim yang diperkuat kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, kalah tipis 1-2 dari Bologna. Kekalahan ini semakin menempatkan Cremonese dalam tekanan, berada di posisi ke-18 dengan 27 poin, hanya terpaut sedikit dari zona aman.
Kekalahan Sejak Menit Awal
Laga baru berjalan tiga menit, gawang Emil Audero sudah kebobolan. João Mário berhasil memanfaatkan assist Juan Miranda untuk membuka skor. Tidak lama berselang, pada menit ke-16, Cremonese kembali kemasukan gol kedua melalui Jonathan Rowe yang menuntaskan umpan Miranda.
Emil Audero menilai masalah utama kekalahan ini terletak pada awal pertandingan. “Babak pertama tidak bagus; kami terlambat menguasai bola. Kami lambat dalam mencoba menyerang umpan mereka dan tidak membaca aspek taktis dengan baik,” ujar kiper berusia 28 tahun itu.
Meski demikian, ia menambahkan, babak kedua menunjukkan progres positif. “Babak kedua jauh lebih positif; kami mencoba untuk memperbaiki keadaan. Kami memuji reaksi tim; mungkin sedikit keberuntungan akan berguna dalam beberapa situasi,” tambah Emil.
Cremonese baru bisa membalas satu gol jelang akhir laga lewat eksekusi penalti Federico Bonazzoli. Namun, gol itu tidak cukup untuk menghindarkan tim dari kekalahan. Situasi semakin sulit setelah Youssef Maleh diusir wasit pada masa injury time karena menerima kartu kuning kedua.
Statistik dan Dominasi Bologna
Dari sisi statistik, Cremonese tampil kurang dominan. Tim tuan rumah hanya menguasai bola 37 persen dibandingkan 63 persen milik Bologna. Tim tamu juga lebih agresif dengan 14 tembakan ke arah gawang, sedangkan Cremonese hanya mampu melepaskan 9 percobaan.
Meski kalah, Emil Audero tetap menunjukkan profesionalisme. Ia melakukan 5 penyelamatan penting sepanjang laga dan 8 kali recoveries. Sayangnya, satu kesalahan menjadi momen krusial, saat bola tembakan Jonathan Rowe yang relatif mudah gagal diantisipasi, berbuah gol bagi Bologna.
Peran Emil Audero dan Penilaian Pelatih
Pelatih Cremonese, Marco Giampaolo, tetap menaruh kepercayaan penuh pada Emil Audero. Meski mendapat rating rendah 4,7 menurut FotMob, kehadiran Emil tetap dianggap penting untuk mengatur lini belakang tim.
“Kami butuh Emil untuk memimpin lini pertahanan. Babak kedua menunjukkan dia tetap fokus dan memberi motivasi bagi rekan setim untuk memperbaiki permainan,” kata Giampaolo.
Pertandingan juga diwarnai dua kartu merah. Cremonese lebih dulu kehilangan Youssef Maleh pada menit ke-90+4 karena tekel keras kepada Nadir Zortea. Bologna kemudian kehilangan Lewis Ferguson yang diusir akibat pelanggaran keras terhadap Martin Payero. Kondisi ini menunjukkan intensitas tinggi laga sekaligus tekanan mental bagi kedua tim.
Tantangan Cremonese di Sisa Musim
Kekalahan dari Bologna membuat Cremonese semakin terjepit di papan bawah Serie A. Tim yang dijuluki I Grigiorossi ini hanya memiliki 27 poin dan berada tiga angka di bawah batas aman dari zona degradasi.
Dengan lawan berat seperti Napoli, Lazio, dan Como yang masih menunggu, peluang Cremonese untuk tetap bertahan di Serie A tergolong sulit. Namun, Emil Audero tetap optimistis. “Kami harus terus bekerja keras, memperbaiki kesalahan sejak awal pertandingan, dan memanfaatkan setiap peluang. Semangat tim sangat penting untuk menghadapi laga-laga berikutnya,” tegas Emil.
Kesimpulan
Kekalahan Cremonese dari Bologna menjadi cerminan pentingnya kesiapan sejak menit awal pertandingan. Emil Audero menilai keterlambatan dalam menguasai bola dan membaca situasi taktis menjadi faktor kunci kekalahan. Meski begitu, babak kedua menunjukkan progres positif yang patut diapresiasi.
Penampilan Emil Audero tetap menjadi sorotan. Meskipun ada kesalahan yang berbuah gol, ia menunjukkan profesionalisme dan kepemimpinan di lini belakang. Sementara itu, kekalahan ini menambah tekanan bagi Cremonese untuk keluar dari zona degradasi dan memaksa tim untuk memaksimalkan setiap peluang di laga-laga tersisa.
Dengan evaluasi yang tepat dan mentalitas kuat, Cremonese masih memiliki kesempatan untuk bangkit, sementara Emil Audero tetap menjadi pilar utama tim dalam menghadapi sisa musim Serie A 2025/2026.
BACA JUGA :












