1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Persijap Amankan Poin di Kandang Persik, Mario Lemos Minta Tim Lebih Tajam

Persijap Jepara kembali menunjukkan konsistensinya di tengah tekanan kompetisi BRI Super League 2025/2026. Bertandang ke markas Persik Kediri pada pekan ke-27, Laskar Kalinyamat sukses memperpanjang tren tak terkalahkan setelah menahan tuan rumah dengan skor imbang 0-0 di Stadion Brawijaya, Senin (6/4/2026). Namun di balik hasil tersebut, pelatih Mario Lemos justru menyimpan rasa belum puas.

Hasil imbang ini memang menjaga stabilitas Persijap dalam beberapa laga terakhir. Akan tetapi, di tengah ketatnya persaingan papan bawah, tambahan satu poin dinilai belum cukup untuk menjauh dari ancaman degradasi. Mario Lemos pun menegaskan bahwa timnya harus segera bertransformasi dari sekadar sulit dikalahkan menjadi tim yang mampu meraih kemenangan.

Performa Belum Maksimal di Kandang Persik

Dalam pertandingan melawan Persik Kediri, Persijap tampil cukup disiplin, terutama dalam menjaga lini pertahanan. Namun, dari segi permainan secara keseluruhan, Mario Lemos menilai anak asuhnya belum mencapai level yang diharapkan.

Menurut pelatih asal Portugal tersebut, intensitas permainan masih menjadi pekerjaan rumah utama. Ia menyoroti kurangnya agresivitas serta kecepatan dalam mengalirkan bola ketika tim menguasai permainan.

“Saya pikir ini bukan performa terbaik kami. Intensitas permainan masih belum optimal. Kami harus lebih agresif dan bermain lebih cepat saat menguasai bola,” ujar Mario Lemos.

Meski demikian, ia tetap mengakui kualitas lawan yang dihadapi. Persik Kediri dianggap sebagai tim yang solid, sehingga hasil imbang di kandang lawan tetap memiliki nilai positif.

Tren Tak Terkalahkan yang Belum Ideal

Persijap memang menunjukkan grafik yang cukup stabil dalam beberapa pekan terakhir. Dari lima pertandingan terakhir, mereka berhasil menghindari kekalahan. Namun, catatan tersebut belum sepenuhnya memuaskan karena hanya satu kemenangan yang berhasil diraih.

Empat hasil imbang menjadi indikasi bahwa tim masih kesulitan mengunci kemenangan. Hal ini menjadi perhatian serius bagi Mario Lemos, terutama menjelang fase akhir musim yang semakin menentukan.

“Kalau ditanya apakah saya puas dengan satu poin, jawabannya tidak terlalu. Tapi tetap saja, satu poin itu penting,” kata Mario.

Situasi ini menggambarkan dilema yang dihadapi Persijap. Di satu sisi, mereka mampu menjaga konsistensi dan tidak mudah dikalahkan. Namun di sisi lain, kurangnya kemenangan membuat posisi mereka tetap rawan di klasemen.

Persaingan Ketat di Papan Bawah

Tambahan satu poin dari laga melawan Persik membuat Persijap masih tertahan di peringkat ke-14 klasemen sementara dengan koleksi 21 poin dari 26 pertandingan. Jumlah poin tersebut sama dengan pesaing terdekat mereka, Persis Solo, yang berada tepat di bawahnya.

Jarak yang sangat tipis dengan tim-tim di zona degradasi membuat setiap poin menjadi sangat berharga. Kesalahan kecil atau hasil buruk bisa langsung berdampak pada posisi klasemen.

Kondisi ini menuntut Persijap untuk tampil lebih konsisten dan efektif dalam memanfaatkan peluang. Tidak cukup hanya bermain aman, mereka juga harus berani mengambil risiko demi meraih kemenangan.

Perspektif Pemain: Satu Poin Tetap Berarti

Di sisi pemain, hasil imbang melawan Persik tetap disyukuri sebagai pencapaian positif. Gelandang Persijap, Firman Ramadhan, menilai pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi dan penuh tekanan.

“Kami bersyukur bisa mendapatkan satu poin. Persik bermain sangat bagus dan pertandingan berjalan ketat. Yang terpenting, kami tetap mendapatkan poin,” ujar Firman.

Ia juga menegaskan bahwa setiap poin sangat penting dalam situasi saat ini. Persijap masih harus berjuang keras untuk memperbaiki posisi di klasemen dan menjauh dari zona berbahaya.

Tantangan Berat Menanti di Laga Berikutnya

Setelah menghadapi Persik Kediri, Persijap akan kembali diuji dalam pertandingan berikutnya melawan Bhayangkara FC. Laga yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (11/4/2026) ini diprediksi menjadi tantangan berat.

Bhayangkara FC tengah menunjukkan performa impresif, terutama pada putaran kedua musim ini. Peningkatan performa tersebut menjadikan mereka salah satu tim yang patut diwaspadai.

Mario Lemos menyadari bahwa timnya harus tampil lebih baik jika ingin meraih hasil maksimal. Ia menekankan pentingnya peningkatan intensitas permainan serta efektivitas di lini depan.

Kunci Persijap: Ubah Imbang Jadi Kemenangan

Untuk bisa bertahan di BRI Super League, Persijap perlu segera mengubah tren hasil imbang menjadi kemenangan. Hal ini menjadi kunci utama dalam upaya mereka menjauh dari zona degradasi.

Perbaikan di sektor serangan menjadi salah satu fokus utama. Tim harus lebih tajam dalam memanfaatkan peluang, sekaligus tetap menjaga keseimbangan di lini pertahanan.

Selain itu, mentalitas pemain juga menjadi faktor penting. Dalam situasi penuh tekanan, kemampuan untuk tetap tenang dan fokus bisa menjadi pembeda antara hasil imbang dan kemenangan.

Kesimpulan

Hasil imbang melawan Persik Kediri memang memperpanjang tren tak terkalahkan Persijap Jepara, namun belum cukup untuk membuat Mario Lemos merasa puas. Di tengah ketatnya persaingan papan bawah BRI Super League, satu poin dinilai belum mampu memberikan rasa aman.

Persijap kini dihadapkan pada tantangan untuk meningkatkan kualitas permainan, terutama dalam hal agresivitas dan penyelesaian akhir. Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, setiap laga akan menjadi penentu nasib mereka di akhir musim.

Jika mampu mengubah konsistensi menjadi kemenangan, peluang Persijap untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia akan semakin terbuka. Namun jika tidak, ancaman degradasi akan terus menghantui hingga pekan terakhir kompetisi.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE