1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP Harapan Besar Erick Thohir: Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030 di Era Seabad PSSI

Harapan besar kembali disampaikan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir terkait masa depan sepak bola nasional. Ia menargetkan Timnas Indonesia bisa menembus putaran final Piala Dunia 2030, yang bertepatan dengan momen bersejarah 100 tahun berdirinya PSSI. Menurutnya, target tersebut realistis, namun membutuhkan kerja menyeluruh dan konsisten dari seluruh elemen sepak bola Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Erick dalam diskusi bertajuk “Water Break” bersama awak media di GBK Arena, Kamis (16/4/2026), yang bertepatan dengan momentum jelang 96 tahun PSSI. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya membangun fondasi sepak bola nasional secara berkelanjutan, bukan hanya berfokus pada hasil jangka pendek.

Fondasi Sepak Bola Nasional Jadi Kunci Menuju Piala Dunia

Dalam pandangannya, pencapaian menuju Piala Dunia 2030 tidak bisa diraih secara instan. Erick Thohir menekankan bahwa pembangunan sepak bola harus dimulai dari akar, termasuk pengembangan usia dini, peningkatan kualitas kompetisi, serta pembinaan pemain secara berkesinambungan.

Ia menyebut bahwa transparansi dan prinsip check and balance menjadi fondasi penting dalam membangun organisasi yang sehat. Tanpa itu, sulit bagi sepak bola Indonesia untuk berkembang secara konsisten dan profesional.

“Kita tidak boleh hanya bicara keberhasilan. Banyak kekurangan yang harus kita benahi bersama. Yang penting bagaimana kita terus memperbaiki diri dan menjaga transparansi,” ujar Erick.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa evaluasi internal menjadi bagian penting dalam proses reformasi sepak bola nasional yang sedang berjalan.

Dinamika Sepak Bola Global Semakin Kompleks

Erick Thohir juga menyoroti perubahan besar dalam ekosistem sepak bola dunia yang kini dipimpin oleh FIFA. Menurutnya, peningkatan jumlah kompetisi dan peserta tidak selalu berbanding lurus dengan keberhasilan suatu negara dalam meraih prestasi.

Ia menilai bahwa setiap federasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan global agar tidak tertinggal. Hal ini mencakup penguatan sistem pembinaan, pengelolaan kompetisi, hingga pengembangan sektor sepak bola putri yang kini semakin mendapat perhatian internasional.

Selain itu, Erick menekankan pentingnya keterlibatan aktif dalam berbagai turnamen internasional sebagai bagian dari proses pembelajaran dan peningkatan kualitas tim nasional.

Keseimbangan Liga dan Tim Nasional Harus Terjaga

Salah satu poin penting yang disampaikan Erick Thohir adalah perlunya keseimbangan antara kompetisi liga dan performa tim nasional. Ia menegaskan bahwa kedua aspek tersebut tidak bisa dipisahkan karena saling mendukung dalam membangun ekosistem sepak bola yang sehat.

Menurutnya, liga yang kuat akan menghasilkan klub yang kompetitif, dan pada akhirnya akan berdampak positif pada kekuatan tim nasional. Oleh karena itu, pengelolaan liga harus dilakukan secara profesional agar kualitas pemain terus meningkat.

“Liga harus sehat, karena klub yang sehat akan mendukung tim nasional yang kuat,” jelasnya.

Pandangan ini menjadi salah satu fokus utama dalam upaya reformasi sepak bola Indonesia yang tengah dijalankan oleh PSSI.

Penguatan Kualitas Pemain dan Pelatih

Lebih lanjut, Erick Thohir menegaskan bahwa perjalanan menuju Piala Dunia 2030 harus ditopang oleh kualitas individu yang mumpuni. Hal ini mencakup pemain, pelatih, serta sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Ia menyebut bahwa semua elemen tersebut harus berjalan seiring agar menghasilkan ekosistem yang kuat. Tanpa kualitas yang merata, sulit bagi tim nasional untuk bersaing di level tertinggi.

“Kualitas pemain, pelatih, dan program harus bagus. Itu fondasi utama menuju Piala Dunia,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menjaga kondisi fisik pemain agar terhindar dari cedera jangka panjang. Menurutnya, cedera dapat menjadi hambatan serius dalam perkembangan karier pemain dan performa tim nasional.

Perhatian pada Kesehatan dan Keberlanjutan Pemain

Masalah kebugaran dan cedera pemain menjadi perhatian khusus dalam visi jangka panjang yang disampaikan Erick Thohir. Ia menilai bahwa perlindungan terhadap pemain harus menjadi prioritas dalam sistem sepak bola nasional.

Menurutnya, pemain yang sudah berkembang dengan baik harus dijaga agar tidak mengalami gangguan yang dapat menghambat kontribusi mereka bagi tim nasional. Hal ini membutuhkan kolaborasi antara klub, federasi, dan tim medis.

“Pemain kita sudah baik, jangan sampai terganggu cedera jangka panjang. Ini harus dijaga bersama,” ujarnya.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan performa Timnas Indonesia dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Harapan besar yang disampaikan Erick Thohir untuk membawa Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia 2030 menjadi gambaran ambisi besar dalam pengembangan sepak bola nasional. Target tersebut bertepatan dengan momentum 100 tahun PSSI, yang menjadi simbol perjalanan panjang sepak bola Indonesia.

Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan fondasi yang kuat mulai dari pembinaan usia dini, peningkatan kualitas liga, hingga penguatan sistem manajemen dan transparansi organisasi. Keseimbangan antara kompetisi domestik dan tim nasional juga menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem yang sehat.

Dengan pendekatan yang terstruktur dan konsisten, harapan menuju Piala Dunia 2030 bukan hanya sekadar mimpi, tetapi bisa menjadi target realistis yang dicapai melalui kerja keras bersama seluruh elemen sepak bola Indonesia.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE