Persijap Jepara menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di tengah ketatnya persaingan BRI Super League 2025/2026. Kemenangan penting atas Bhayangkara FC pada pekan ke-27 menjadi bukti bahwa Laskar Kalinyamat mulai menemukan konsistensi permainan. Performa impresif tersebut tidak lepas dari kontribusi gelandang asing mereka, Borja Martinez, yang tampil dominan di lini tengah dan dinobatkan sebagai man of the match.
Eks gelandang Timnas Spanyol U-18 itu menjadi salah satu kunci kebangkitan Persijap dalam beberapa laga terakhir. Dengan permainan yang semakin solid dan kolektif, Persijap kini mulai percaya diri untuk keluar dari zona berbahaya dan bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Kemenangan atas Bhayangkara FC Jadi Titik Balik
Kemenangan tipis 2-1 atas Bhayangkara FC menjadi momentum penting bagi Persijap Jepara. Laga tersebut tidak hanya memberikan tambahan tiga poin, tetapi juga meningkatkan moral dan kepercayaan diri para pemain.
Borja Martinez tampil menonjol sepanjang pertandingan dengan kontrol permainan yang stabil di lini tengah. Perannya dalam mengatur tempo dan distribusi bola menjadi faktor penting yang membuat Persijap mampu menguasai jalannya laga.
Menurut Borja, kemenangan ini adalah hasil dari kerja keras tim yang semakin kompak. Ia menilai bahwa seluruh pemain kini memiliki pemahaman yang lebih baik dalam menjalankan strategi pelatih.
“Persijap telah menjadi tim yang sangat kompak. Kami semua bekerja dengan baik dan saling membantu untuk mengeluarkan performa terbaik,” ujarnya.
Kekompakan Tim Jadi Kunci Kebangkitan Persijap
Seiring berjalannya musim, Persijap Jepara menunjukkan perkembangan signifikan dalam hal kerja sama tim. Borja Martinez menilai bahwa suasana ruang ganti yang positif turut berkontribusi terhadap peningkatan performa di lapangan.
Para pemain kini lebih solid dalam bertahan maupun menyerang. Koordinasi antarlini juga terlihat semakin membaik, terutama dalam transisi permainan yang sebelumnya menjadi salah satu kelemahan utama.
Borja menegaskan bahwa dalam situasi seperti saat ini, kekuatan kolektif jauh lebih penting dibandingkan kemampuan individu. Ia menyebut bahwa tim yang solid akan selalu mampu menutupi kekurangan masing-masing pemain.
Fokus dari Laga ke Laga Tanpa Terbebani Klasemen
Meski mulai menunjukkan tren positif, Borja Martinez menegaskan bahwa Persijap tidak ingin terlena. Fokus utama tim saat ini adalah menghadapi setiap pertandingan secara bertahap tanpa terlalu memikirkan posisi di klasemen.
Menurutnya, setiap laga yang tersisa merupakan “final” yang harus dijalani dengan penuh konsentrasi. Pendekatan ini dianggap penting untuk menjaga fokus pemain agar tidak terbebani oleh tekanan klasemen.
“Kami mencoba menjalani semuanya hari demi hari. Semua pertandingan tersisa adalah final bagi kami,” ungkapnya.
Pendekatan tersebut membuat Persijap tetap berada dalam jalur persaingan yang sehat, tanpa kehilangan fokus pada tujuan utama mereka untuk bertahan di liga.
Peran Penting Eks Timnas Spanyol U-18 di Lini Tengah
Sejak bergabung pada bursa transfer paruh musim, Borja Martinez langsung menjadi pemain kunci di lini tengah Persijap. Ia telah tampil dalam delapan pertandingan, tujuh di antaranya sebagai starter, menunjukkan betapa penting perannya dalam skema permainan tim.
Pengalaman internasional yang dimilikinya, termasuk saat memperkuat Timnas Spanyol U-18, memberikan nilai tambah dalam mengontrol ritme permainan. Kehadirannya membuat lini tengah Persijap lebih stabil dan terorganisir.
Selain itu, kontribusinya tidak hanya terlihat dari sisi teknis, tetapi juga dari kepemimpinan di lapangan yang membantu pemain lain tampil lebih percaya diri.
Motivasi Tinggi untuk Bertahan di Liga
Borja Martinez menegaskan bahwa motivasi utama Persijap adalah bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Ia menyebut bahwa semangat untuk bersaing di liga yang kompetitif sudah menjadi dorongan utama bagi seluruh pemain.
Menurutnya, tidak diperlukan motivasi tambahan selain keinginan kuat untuk terus berkembang dan bekerja keras setiap hari. Ia percaya bahwa hasil akan mengikuti jika tim mampu menjaga etos kerja.
“Kami bekerja keras setiap hari dalam latihan. Tidak ada rahasia selain kerja dan perjuangan,” katanya.
Pendekatan ini mencerminkan mentalitas profesional yang dibawa Borja ke dalam tim, sekaligus menjadi contoh bagi pemain lainnya.
Posisi Persijap dan Tantangan Sisa Musim
Saat ini, Persijap Jepara berada di peringkat ke-14 klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 25 poin dari 27 pertandingan. Posisi ini masih belum aman, sehingga setiap laga tersisa menjadi sangat penting.
Dalam enam pertandingan terakhir, Persijap berhasil mencatatkan tren tanpa kekalahan, sebuah indikasi positif bahwa tim mulai menemukan kestabilan permainan.
Namun, tantangan berikutnya tidak kalah berat. Persijap akan menghadapi laga krusial melawan Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim pada Senin (20/4/2026). Laga ini menjadi duel langsung sesama tim papan bawah yang sangat menentukan nasib kedua tim.
Kesimpulan
Performa Persijap Jepara yang semakin solid tidak lepas dari kontribusi penting Borja Martinez di lini tengah. Eks gelandang Timnas Spanyol U-18 tersebut berhasil membawa stabilitas dan kepercayaan diri baru bagi tim yang tengah berjuang keluar dari zona degradasi.
Dengan pendekatan fokus dari laga ke laga, kerja sama tim yang semakin kompak, serta motivasi tinggi untuk bertahan di liga, Persijap kini memiliki peluang lebih besar untuk mengamankan posisi mereka di BRI Super League.
Namun, konsistensi tetap menjadi kunci utama. Laga-laga sisa musim akan menjadi penentu apakah Persijap mampu mempertahankan momentum kebangkitan ini hingga akhir kompetisi.
BACA JUGA :












