1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Bojan Hodak Apresiasi Langkah PSSI Siapkan Piala Presiden 2026

Rencana PSSI untuk menggelar Piala Presiden 2026 mendapat respons positif dari berbagai pihak, termasuk pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak. Turnamen yang direncanakan menjadi ajang pemanasan sebelum Liga 1 musim depan ini dinilai sebagai langkah yang wajar dan bermanfaat dalam ekosistem sepak bola profesional.

Bojan menilai bahwa keberadaan turnamen pramusim merupakan hal yang umum di dunia sepak bola. Selain menjadi sarana persiapan tim, ajang seperti ini juga membantu pelatih dalam melakukan evaluasi pemain sebelum kompetisi resmi dimulai.

Bojan Hodak: Turnamen Pramusim Hal yang Normal di Sepak Bola

Pelatih asal Kroasia tersebut menegaskan bahwa konsep turnamen pramusim seperti Piala Presiden bukanlah hal baru dalam dunia sepak bola. Hampir semua negara memiliki kompetisi pra-musim untuk menjaga ritme pertandingan para pemain sebelum liga resmi dimulai.

“Saya rasa di mana pun di seluruh dunia, Anda selalu memiliki liga dan turnamen. Jadi itu hal yang normal,” ujar Bojan Hodak di Bandung, Sabtu (18/4/2026).

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Bojan melihat Piala Presiden sebagai bagian penting dari kalender sepak bola nasional. Menurutnya, turnamen semacam ini tidak hanya bermanfaat bagi klub besar, tetapi juga memberikan ruang bagi pemain untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak.

Rotasi Pemain Persib Bandung di Piala Presiden 2026

Dalam kesempatan tersebut, Bojan Hodak juga mengungkapkan rencana terkait penggunaan pemain saat Piala Presiden 2026 digelar. Ia menyebut kemungkinan besar akan memberikan kesempatan kepada pemain yang jarang mendapatkan menit bermain di kompetisi utama.

Langkah ini dilakukan karena pada musim BRI Super League 2025/2026, Persib Bandung masih fokus menurunkan susunan pemain terbaik dalam upaya mengejar target juara.

“Setiap pertandingan bagi kami adalah menurunkan sebelas pemain terbaik. Kami fokus pada setiap poin dan setiap gol itu penting,” tegas Bojan.

Dengan demikian, Piala Presiden 2026 dapat menjadi momentum penting untuk memberikan jam terbang bagi pemain pelapis serta menguji kedalaman skuad Maung Bandung.

Format Baru Piala Presiden 2026: Lebih Inklusif dan Kompetitif

Rencana penyelenggaraan Piala Presiden 2026 tidak hanya hadir dalam satu format. Berdasarkan hasil pembahasan antara Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua PSSI Erick Thohir dan Ketua Steering Committee Maruarar Sirait, turnamen ini akan memiliki dua konsep berbeda.

Format pertama ditujukan untuk tim-tim Liga 4 yang merupakan juara dari ajang Piala Bupati/Wali Kota serta Piala Gubernur. Sementara itu, format kedua adalah Piala Presiden Super Match yang diperuntukkan bagi klub-klub besar dan bersejarah di Indonesia.

Konsep ini dinilai sebagai inovasi baru yang tidak hanya berfokus pada klub elite, tetapi juga memberikan ruang bagi tim dari level bawah untuk merasakan kompetisi yang lebih luas.

Dorongan Penguatan Ekosistem Sepak Bola Nasional

Erick Thohir menjelaskan bahwa Piala Presiden 2026 tidak hanya sekadar turnamen pramusim, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat ekosistem sepak bola nasional secara menyeluruh. Turnamen ini diharapkan dapat meningkatkan jam terbang pemain sekaligus memperkuat kompetisi di berbagai level.

“Saya bersama Pak Maruarar Sirait membahas rencana Piala Presiden 2026 yang punya konsep spesial,” ujar Erick.

Menurutnya, keterlibatan berbagai level kompetisi mulai dari daerah hingga klub besar akan menciptakan rantai pembinaan yang lebih kuat dan berkesinambungan.

Libatkan Klub Besar dan Grassroot Sepak Bola

Salah satu hal menarik dari Piala Presiden 2026 adalah keterlibatan klub-klub besar serta tim dari level grassroot. Turnamen ini akan menjadi jembatan antara sepak bola profesional dan pembinaan usia muda di tingkat daerah.

Erick Thohir menegaskan bahwa turnamen ini tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga pada pengembangan pemain dan peningkatan kualitas sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

“Kami ingin Piala Presiden 2026 menjadi turnamen yang bisa memberikan kesempatan meningkatkan jam terbang pemain sekaligus memperkuat ekosistem sepak bola nasional,” jelasnya.

Dengan format seperti ini, diharapkan akan muncul lebih banyak pemain potensial dari berbagai daerah yang bisa berkembang ke level profesional.

Dampak Positif bagi Klub dan Kompetisi Liga 1

Bagi klub seperti Persib Bandung, keberadaan Piala Presiden 2026 menjadi keuntungan tersendiri. Selain sebagai ajang uji coba taktik, turnamen ini juga menjadi kesempatan untuk melihat kesiapan pemain sebelum menghadapi kompetisi utama.

Dengan jadwal Liga 1 yang padat, turnamen pramusim seperti ini membantu pelatih dalam mengatur rotasi pemain dan menjaga kondisi fisik skuad sepanjang musim.

Bojan Hodak menilai bahwa keseimbangan antara kompetisi dan turnamen pramusim sangat penting untuk menjaga kualitas performa tim dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Rencana Piala Presiden 2026 yang digagas PSSI mendapat sambutan positif dari pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak. Ia menilai turnamen pramusim merupakan hal yang wajar dan penting dalam dunia sepak bola modern.

Dengan format baru yang melibatkan klub besar dan tim dari level grassroot, Piala Presiden 2026 diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan pemain sekaligus memperkuat ekosistem sepak bola nasional. Bagi Persib Bandung, turnamen ini juga menjadi kesempatan untuk memberikan menit bermain bagi pemain pelapis tanpa mengganggu fokus utama di kompetisi Liga 1.

Secara keseluruhan, Piala Presiden 2026 dipandang sebagai langkah strategis yang tidak hanya menguntungkan klub, tetapi juga mendukung pertumbuhan sepak bola Indonesia menuju level yang lebih kompetitif di Asia.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE