1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Ruyery Blanco Hengkang dari PSBS, Alasan Gaji Tak Dibayar Jadi Sorotan di BRI Super League

Keputusan mengejutkan datang dari penyerang andalan PSBS Biak, Ruyery Blanco, di tengah panasnya persaingan BRI Super League 2025/2026. Striker asal Kolombia tersebut memilih angkat kaki dan kembali ke negaranya, bukan karena cedera atau performa menurun, melainkan persoalan serius terkait tunggakan gaji yang tak kunjung terselesaikan.

Langkah ini tentu menjadi pukulan telak bagi PSBS yang tengah berjuang memperbaiki posisi di klasemen. Ruyery bukan sekadar pemain biasa, melainkan ujung tombak utama yang selama ini menjadi tumpuan lini depan Badai Pasifik.

Top Skor yang Jadi Andalan PSBS

Ruyery Blanco meninggalkan PSBS dengan status sebagai pencetak gol terbanyak tim. Dari 23 penampilan, ia berhasil mengoleksi 10 gol dan menyumbang dua assist. Catatan tersebut terbilang impresif, terutama jika melihat produktivitas tim secara keseluruhan.

PSBS sejauh ini baru mencetak 29 gol sepanjang musim, yang berarti kontribusi Ruyery mencapai lebih dari sepertiga total gol tim. Angka tersebut menunjukkan betapa vitalnya peran sang striker dalam skema permainan PSBS.

Kepergian Ruyery jelas akan memengaruhi kekuatan tim, terutama dalam hal efektivitas serangan. Tanpa sosok yang konsisten mencetak gol, PSBS menghadapi tantangan besar untuk tetap kompetitif di sisa musim.

Tiga Bulan Gaji Tak Dibayar Jadi Pemicu

Alasan utama di balik keputusan Ruyery Blanco cukup jelas dan tegas: masalah gaji yang tidak dibayarkan selama hampir tiga bulan. Situasi ini menjadi beban tersendiri bagi pemain yang merantau jauh dari negara asalnya.

Dalam pernyataannya, Ruyery mengungkapkan bahwa kondisi tersebut membuatnya sulit memenuhi kebutuhan keluarga. Ia menilai situasi tersebut tidak lagi bisa dipertahankan, sehingga memilih kembali ke Kolombia sebagai langkah terbaik.

Keputusan ini sekaligus membuka sisi lain dari kompetisi, di mana persoalan finansial klub masih menjadi isu yang harus mendapat perhatian serius. Ketidakpastian pembayaran gaji tidak hanya berdampak pada performa pemain, tetapi juga pada stabilitas tim secara keseluruhan.

Tetap Bangga dengan Performa di Indonesia

Meski berpisah dalam situasi yang kurang ideal, Ruyery Blanco tetap menunjukkan sikap profesional. Ia mengaku bangga dengan kontribusinya selama membela PSBS Biak, yang menjadi klub pertamanya di Indonesia sejak bergabung pada Agustus 2025.

Ruyery merasa telah memberikan yang terbaik dengan mencetak gol dan membantu tim dalam berbagai pertandingan. Ia juga menyebut bahwa dirinya sebenarnya masih memiliki potensi untuk memberikan lebih banyak, jika situasi di klub berjalan dengan baik.

Pernyataan tersebut mencerminkan bahwa kepergiannya bukan karena ketidakcocokan secara teknis, melainkan murni akibat masalah di luar lapangan yang tidak bisa diabaikan.

Dampak Langsung bagi PSBS di Sisa Musim

Absennya Ruyery Blanco sudah dipastikan akan terasa dalam waktu dekat. Ia tidak akan tampil saat PSBS menghadapi Persijap Jepara pada pekan ke-29 BRI Super League. Laga tersebut menjadi ujian pertama bagi PSBS tanpa kehadiran mesin gol utamanya.

Selain itu, kehilangan pemain kunci di fase krusial musim tentu membuat peluang PSBS untuk meraih hasil maksimal semakin berat. Tim harus segera mencari solusi, baik melalui rotasi pemain maupun perubahan strategi, untuk menutup kekosongan yang ditinggalkan Ruyery.

Jika tidak segera diatasi, kondisi ini berpotensi membuat performa PSBS menurun di sisa kompetisi.

Masih Membuka Peluang Kembali ke Indonesia

Di balik kekecewaan yang dirasakan, Ruyery Blanco tetap menyimpan kesan positif terhadap Indonesia. Ia mengaku menikmati pengalaman bermain di Tanah Air dan terkesan dengan keramahan masyarakat, khususnya di Biak.

Menariknya, Ruyery tidak menutup kemungkinan untuk kembali berkarier di Indonesia di masa depan. Ia percaya bahwa tidak semua klub memiliki masalah yang sama, sehingga peluang untuk kembali tetap terbuka.

Pernyataan ini memberikan sinyal bahwa kompetisi BRI Super League masih memiliki daya tarik bagi pemain asing, asalkan didukung dengan manajemen klub yang profesional dan stabil.

Sorotan terhadap Manajemen Klub

Kasus yang dialami Ruyery Blanco juga menjadi refleksi bagi pengelolaan klub di kompetisi domestik. Selain gaji yang tertunda, ia juga menyinggung persoalan bonus dan fasilitas lain seperti tiket perjalanan untuk keluarganya yang tidak dipenuhi.

Hal-hal tersebut menunjukkan pentingnya transparansi dan komitmen manajemen dalam memenuhi hak pemain. Tanpa pengelolaan yang baik, bukan tidak mungkin kasus serupa akan kembali terjadi dan merugikan klub itu sendiri.

Dalam era sepak bola modern, profesionalisme di luar lapangan menjadi faktor yang tidak kalah penting dibandingkan performa di dalam lapangan.

Kesimpulan

Kepergian Ruyery Blanco dari PSBS Biak menjadi salah satu cerita paling menyita perhatian di BRI Super League 2025/2026. Di tengah performa gemilang sebagai top skor tim, ia justru memilih hengkang akibat persoalan mendasar, yakni gaji yang tidak dibayarkan.

Situasi ini tidak hanya merugikan PSBS secara teknis, tetapi juga menjadi cerminan tantangan yang masih dihadapi kompetisi domestik. Di sisi lain, sikap profesional Ruyery dan keinginannya untuk kembali ke Indonesia menunjukkan bahwa potensi liga ini tetap besar.

Kini, PSBS harus segera bangkit dan mencari solusi atas kehilangan pemain kunci mereka. Sementara itu, kasus ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk meningkatkan profesionalisme dan menjaga kepercayaan para pemain di masa depan.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE