1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : I.League Tetapkan Bali sebagai Venue Derbi Jatim Arema vs Persebaya di BRI Super League

Laga panas derbi Jawa Timur antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya kembali menjadi sorotan dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Namun, ada hal yang berbeda dalam pertemuan kali ini. Meski berstatus sebagai tuan rumah, Arema FC tidak akan bermain di Stadion Kanjuruhan, melainkan harus menjalani laga di Bali.

Keputusan ini menambah dimensi baru dalam rivalitas klasik kedua tim. Selain faktor gengsi, pemilihan venue juga berpotensi memengaruhi jalannya pertandingan yang selalu sarat emosi dan tensi tinggi.

Dipastikan Digelar di Bali, Bukan di Kanjuruhan

Berdasarkan jadwal resmi yang dirilis operator kompetisi I.League, pertandingan antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya pada pekan ke-30 akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 28 April 2026 sore WIB.

Keputusan ini menegaskan bahwa Stadion Kanjuruhan masih belum digunakan sebagai venue untuk laga derbi Jatim. Arema FC kembali harus menjalani status tuan rumah di luar basis utamanya.

Pemilihan Bali sebagai lokasi pertandingan bukan tanpa alasan. Selain faktor keamanan dan kesiapan stadion, keputusan ini juga berkaitan dengan sejarah kelam yang pernah terjadi saat kedua tim bertemu di Kanjuruhan.

Bayang-Bayang Tragedi Kanjuruhan

Stadion Kanjuruhan menyimpan luka mendalam dalam sejarah sepak bola Indonesia. Saat terakhir kali menjadi tuan rumah derbi Jatim, tragedi besar terjadi dan menelan sekitar 135 korban jiwa.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu tragedi paling kelam dalam dunia sepak bola nasional. Sejak saat itu, laga antara Arema FC dan Persebaya tidak lagi digelar di Kanjuruhan.

Keputusan untuk memindahkan venue ke Bali menjadi langkah yang diambil demi menghindari risiko serupa serta menjaga keamanan dan kenyamanan semua pihak, termasuk pemain, ofisial, dan suporter.

Rekor Kurang Bersahabat bagi Arema FC di Bali

Meski bertindak sebagai tuan rumah, Arema FC tidak memiliki catatan yang terlalu baik saat menghadapi Persebaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Dalam dua pertemuan sebelumnya di Bali, Singo Edan belum pernah meraih kemenangan.

Dari dua laga tersebut, Arema FC mencatat satu hasil imbang dan satu kekalahan. Statistik ini tentu menjadi catatan penting jelang pertemuan berikutnya.

Tidak hanya di Bali, secara keseluruhan rekor pertemuan Arema FC melawan Persebaya dalam beberapa tahun terakhir juga kurang menggembirakan. Singo Edan terakhir kali meraih kemenangan pada 2018 dengan skor tipis 1-0.

Sejak saat itu, dalam sembilan pertemuan terakhir di kompetisi domestik, Arema FC menelan enam kekalahan dan hanya mampu meraih tiga hasil imbang. Catatan ini menunjukkan dominasi Persebaya dalam rivalitas tersebut.

Tekanan Besar Jelang Laga Derbi

Kondisi ini tentu menjadi tekanan tersendiri bagi Arema FC. Selain harus bermain di luar kandang sendiri, mereka juga dibayangi rekor buruk saat menghadapi rival sekota tersebut.

Para pemain dituntut untuk tampil lebih maksimal jika ingin memutus tren negatif. Dukungan suporter mungkin tidak akan sebesar saat bermain di Kanjuruhan, sehingga motivasi internal tim menjadi faktor krusial.

Di sisi lain, Persebaya datang dengan kepercayaan diri lebih tinggi. Rekor positif dalam beberapa pertemuan terakhir bisa menjadi modal penting untuk kembali meraih hasil maksimal.

Fokus ke Laga Kontra Persib Bandung

Sebelum menghadapi Persebaya, Arema FC masih memiliki satu laga berat lainnya. Mereka dijadwalkan bertandang ke markas Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Pertandingan tersebut menjadi tantangan besar bagi Singo Edan. Persib saat ini tengah berada di puncak klasemen dan membutuhkan kemenangan untuk menjaga posisi dari kejaran pesaing terdekat.

Arema FC harus mampu membagi fokus dan menjaga kondisi tim agar tetap kompetitif dalam dua laga penting tersebut. Hasil dari pertandingan melawan Persib bisa memengaruhi mental tim jelang derbi Jatim.

Derbi Jatim Tetap Jadi Laga Penuh Gengsi

Terlepas dari lokasi pertandingan, derbi Jawa Timur antara Arema FC dan Persebaya Surabaya tetap menjadi salah satu laga paling dinanti dalam BRI Super League. Rivalitas panjang kedua tim selalu menghadirkan atmosfer yang berbeda.

Pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin, tetapi juga harga diri dan kebanggaan. Setiap pemain dituntut untuk memberikan performa terbaik demi membawa timnya meraih kemenangan.

Dengan berbagai faktor yang melatarbelakangi, mulai dari pemindahan venue hingga rekor pertemuan, laga ini dipastikan akan berjalan menarik dan penuh tensi.

Kesimpulan

Bagi Arema FC, tantangan tidak hanya datang dari kekuatan lawan, tetapi juga dari rekor buruk dan kondisi bermain di luar kandang. Sementara itu, Persebaya memiliki peluang untuk melanjutkan tren positif mereka.

Keputusan untuk menggelar derbi Jatim antara Arema FC dan Persebaya di Bali menambah cerita baru dalam rivalitas klasik sepak bola Indonesia. Faktor keamanan dan sejarah menjadi alasan utama di balik pemindahan venue dari Stadion Kanjuruhan.

Apa pun hasilnya nanti, satu hal yang pasti, derbi Jatim akan selalu menjadi laga penuh gengsi yang menyita perhatian publik. Semua mata akan tertuju pada pertandingan ini, yang tidak hanya menentukan hasil di klasemen, tetapi juga mempertaruhkan kebanggaan dua tim besar Jawa Timur.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE