1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Meski Tertinggal, Fajar Fathurrahman Yakin Persija Masih Punya Peluang Juara

Hasil kurang memuaskan kembali didapat Persija Jakarta dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Bertandang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Macan Kemayoran hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan PSIM Yogyakarta pada 22 April 2026. Meski kecewa, bek kanan Persija, Fajar Fathurrahman, tetap menunjukkan sikap optimistis bahwa timnya masih memiliki peluang untuk bersaing dalam perebutan gelar juara musim ini.

Hasil ini membuat Persija kembali gagal meraih poin penuh di momen penting. Padahal, mereka sempat mendominasi permainan terutama di babak kedua, namun penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat kemenangan yang sudah di depan mata harus kembali tertunda.

Jalannya Pertandingan: Awal Cepat PSIM dan Respons Persija

Pertandingan dimulai dengan kejutan ketika PSIM Yogyakarta berhasil mencetak gol cepat melalui Norberto Ezequiel Vidal pada menit ke-4. Gol tersebut membuat Persija harus bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan sejak awal laga.

Respons Persija cukup cepat dan terorganisir. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil ketika Allano Lima sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-20. Skor imbang 1-1 membuat pertandingan kembali berjalan seimbang dan terbuka.

Memasuki babak kedua, Persija tampil lebih dominan. Mereka menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, tidak satu pun peluang tersebut berhasil dikonversi menjadi gol tambahan.

Puncak kekecewaan terjadi ketika Persija mendapatkan kesempatan emas melalui titik putih, namun eksekusi Maxwell Souza gagal berbuah gol. Momentum tersebut menjadi titik balik yang membuat kemenangan akhirnya terlepas dari genggaman.

Fajar Fathurrahman: Sudah Berjuang Maksimal di Lapangan

Usai pertandingan, Fajar Fathurrahman menyampaikan rasa kecewanya atas hasil yang diraih timnya. Ia menilai Persija sebenarnya sudah tampil cukup baik dan mampu mengontrol jalannya pertandingan, namun hasil akhir tidak berpihak kepada mereka.

Menurut Fajar, seluruh pemain telah memberikan usaha maksimal hingga peluit akhir dibunyikan. Meski demikian, ia tetap menerima hasil tersebut sebagai bagian dari dinamika sepak bola yang tidak selalu berpihak pada tim yang mendominasi permainan.

“Tentu ini hasil yang sangat mengecewakan bagi kami semua. Tapi ini sepak bola, kami mengontrol permainan dan pemain tetap percaya sampai akhir. Apa pun yang terjadi di akhir adalah yang terbaik yang kami lakukan,” ujar Fajar.

Pernyataan tersebut mencerminkan sikap profesional sekaligus mentalitas positif yang tetap dijaga di tengah tekanan persaingan yang semakin ketat di papan atas klasemen.

Persija Masih di Jalur Persaingan, Tapi Peluang Menipis

Tambahan satu poin dari laga ini membuat Persija Jakarta tetap bertahan di posisi ketiga klasemen sementara dengan koleksi 59 poin. Mereka mencatatkan 18 kemenangan, lima hasil imbang, dan enam kekalahan sepanjang musim berjalan.

Namun, hasil ini juga membuat jarak dengan pesaing di atasnya semakin sulit dikejar. Dengan kompetisi yang semakin mendekati akhir musim, setiap kehilangan poin menjadi sangat krusial dalam menentukan peluang juara.

Meski secara matematis masih memiliki kesempatan, Persija kini dituntut untuk tampil sempurna di sisa pertandingan jika ingin menjaga asa meraih gelar BRI Super League musim ini.

Tantangan Berat di Sisa Musim

Persija masih harus menghadapi beberapa laga penting yang akan menentukan nasib mereka di akhir musim. Konsistensi menjadi kunci utama jika mereka ingin tetap berada dalam persaingan gelar.

Selain itu, efektivitas di depan gawang menjadi sorotan utama. Beberapa pertandingan terakhir menunjukkan bahwa Persija mampu menciptakan banyak peluang, namun gagal memaksimalkan kesempatan yang ada.

Situasi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pelatih Mauricio Souza dan seluruh pemain, termasuk lini belakang yang juga dituntut untuk tetap solid dalam menghadapi tekanan lawan.

Dukungan dan Harapan Tetap Terjaga

Meski hasil kurang maksimal terus terjadi, semangat di dalam tim belum sepenuhnya padam. Para pemain masih percaya bahwa peluang juara belum tertutup sepenuhnya, selama mereka mampu memperbaiki konsistensi permainan.

Fajar Fathurrahman menjadi salah satu pemain yang menegaskan pentingnya menjaga fokus dan mentalitas hingga akhir musim. Ia menilai bahwa setiap pertandingan tersisa harus dianggap sebagai final yang tidak boleh gagal dimenangkan.

Dukungan dari suporter juga menjadi faktor penting yang diharapkan dapat membantu tim bangkit. Bermain di kandang pada laga berikutnya menjadi momentum yang harus dimaksimalkan untuk kembali ke jalur kemenangan.

Laga Berikutnya Jadi Penentu

Persija Jakarta akan kembali tampil di kandang dengan menjamu Persis Solo di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 27 April 2026. Laga ini menjadi kesempatan penting untuk bangkit setelah hasil imbang yang mengecewakan.

Kemenangan dalam pertandingan tersebut akan sangat krusial untuk menjaga peluang tetap hidup dalam persaingan gelar juara. Selain itu, tiga poin juga penting untuk mengembalikan kepercayaan diri tim yang sempat terganggu.

Kesimpulan

Hasil imbang melawan PSIM Yogyakarta menjadi pukulan bagi Persija Jakarta dalam perburuan gelar BRI Super League 2025/2026. Meski mendominasi pertandingan, mereka kembali gagal memaksimalkan peluang, termasuk dari titik penalti.

Namun, sikap optimistis Fajar Fathurrahman menunjukkan bahwa semangat dalam tim belum padam. Persija masih berada di jalur persaingan, meski peluang juara kini semakin menipis.

Dengan beberapa laga tersisa, konsistensi, efektivitas, dan mentalitas akan menjadi faktor penentu nasib Macan Kemayoran di akhir musim. Jika mampu bangkit, peluang untuk mengejar gelar masih terbuka, meskipun tantangan yang dihadapi tidak lagi mudah.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE