1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP Analisis: Bisakah Persis Bertahan? 5 Laga Berat Jadi Penentu Nasib

Bayangkan berada di ujung tanduk, hanya berjarak satu poin dari jurang degradasi. Situasi itulah yang kini dihadapi Persis Solo. Namun alih-alih panik, pelatih Milomir Seslija justru tampil tenang. Sikapnya ini langsung mencuri perhatian. Di tengah jadwal berat yang menanti, ia memilih melawan tekanan dengan cara yang tak biasa.

Persis Solo memang sedang berada dalam posisi genting. Mereka kini duduk di peringkat ke-15 klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 27 poin dari 29 laga. Jarak dengan zona degradasi sangat tipis. Hanya satu poin saja dari Madura United yang berada di bawah mereka.

Namun demikian, ancaman terbesar bukan hanya soal posisi. Lima laga tersisa yang harus dihadapi justru menghadirkan tantangan luar biasa. Lawan-lawan yang menanti bukan tim sembarangan. Sebaliknya, mereka adalah tim papan atas yang sedang bersaing di jalur juara.

Ujian Dimulai dari GBK

Tantangan pertama langsung menghadirkan tekanan besar. Persis Solo akan menghadapi Persija Jakarta pada pekan ke-30. Laga ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (27/4/2026) pukul 19.00 WIB.

Bermain di kandang lawan tentu bukan perkara mudah. Apalagi, Persija saat ini berada di peringkat ketiga klasemen. Mereka sedang dalam performa solid dan memburu posisi terbaik di akhir musim.

Namun setelah laga itu, tantangan belum selesai. Persis masih harus menghadapi Malut United, Persebaya Surabaya, Dewa United, dan Persita Tangerang. Dari daftar tersebut, sebagian besar adalah tim papan atas.

Malut United berada di posisi kelima. Sementara itu, Persebaya menempati peringkat keenam. Dewa United juga tidak kalah berbahaya di posisi ketujuh. Artinya, setiap pertandingan akan terasa seperti final bagi Laskar Sambernyawa.

Seslija Menolak Tunduk pada Tekanan

Di tengah situasi ini, banyak yang mengira Persis akan tertekan. Namun kenyataannya berbeda. Milomir Seslija justru menolak anggapan tersebut.

Menurut pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu, tekanan adalah bagian dari sepak bola profesional. Ia bahkan menganggap tekanan sebagai sesuatu yang normal, bukan ancaman.

“Bagi saya, tekanan semacam ini adalah hal yang normal. Jika tanpa tekanan, hidup terasa sangat mudah,” ujar Seslija.

Pernyataan ini menunjukkan mentalitas yang kuat. Ia tidak ingin timnya larut dalam ketakutan. Sebaliknya, ia ingin para pemain tetap menjalani pertandingan seperti biasa.

Lebih lanjut, Seslija juga mengaku tidak terlalu memikirkan tekanan yang dibicarakan banyak orang. Baginya, fokus utama adalah bekerja keras dan memanfaatkan peluang yang masih ada.

Harapan Masih Terbuka

Meski situasi terlihat sulit, peluang Persis untuk bertahan di liga masih terbuka. Hal ini menjadi alasan utama mengapa Seslija tetap optimistis.

Ia percaya bahwa timnya masih mampu bersaing. Namun syaratnya jelas. Para pemain harus tetap fokus dan tidak kehilangan kepercayaan diri.

“Sebab, peluang kami untuk lolos degradasi masih terbuka. Kami bisa bekerja dengan baik tanpa ada yang harus dikhawatirkan,” kata Seslija.

Pernyataan ini menjadi suntikan motivasi bagi tim. Di saat tekanan datang dari berbagai arah, keyakinan pelatih bisa menjadi penentu.

Namun demikian, Seslija juga menyadari bahwa tantangan yang dihadapi tidak ringan. Ia tidak menutup mata terhadap kualitas lawan. Oleh karena itu, ia menuntut peningkatan dari setiap pemain.

Saatnya Berkembang atau Tersingkir

Selain soal mental, aspek teknis juga menjadi perhatian utama. Seslija menegaskan bahwa timnya harus terus berkembang di setiap pertandingan.

Menurutnya, menghadapi tim-tim kuat justru menjadi kesempatan untuk belajar. Dari situlah Persis bisa meningkatkan kualitas permainan mereka.

“Ini menjadi tantangan jika kita melihat apa saja yang bisa kami lakukan, dan aspek apa saja yang bisa ditingkatkan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi setelah setiap laga. Dengan begitu, tim bisa tampil lebih baik di pertandingan berikutnya.

“Kami harus bisa belajar dari laga-laga ini, agar bisa tampil lebih baik pada laga berikutnya,” tambahnya.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa Persis tidak hanya fokus bertahan. Mereka juga ingin berkembang sebagai tim, meski berada dalam tekanan.

Dua Laga Kandang Jadi Kunci

Di antara lima laga tersisa, ada dua pertandingan yang bisa menjadi penentu nasib. Persis akan bermain di kandang saat menghadapi Persebaya Surabaya dan Dewa United.

Dua laga ini harus dimaksimalkan. Dukungan suporter bisa menjadi energi tambahan. Selain itu, bermain di kandang memberi keuntungan tersendiri.

Jika mampu meraih poin penuh, peluang bertahan akan semakin besar. Sebaliknya, kegagalan di laga kandang bisa menjadi pukulan telak.

Karena itu, fokus dan konsistensi menjadi kunci utama. Setiap kesalahan harus diminimalkan. Setiap peluang harus dimanfaatkan.

Drama Belum Usai

Perjalanan Persis Solo di sisa musim ini jelas penuh drama. Jadwal berat, tekanan klasemen, dan kualitas lawan menjadi ujian nyata.

Namun di balik semua itu, ada satu hal yang menarik. Sikap tenang Milomir Seslija justru menjadi pembeda. Ia tidak panik. Ia tidak tertekan. Dan yang terpenting, ia percaya pada timnya.

Kini, semuanya akan ditentukan di lapangan. Lima laga tersisa akan menjadi penentu. Bertahan atau terdegradasi, jawabannya ada di tangan Persis sendiri.

Dan jika mereka mampu melewati badai ini, cerita kebangkitan bisa saja tercipta—dari tim yang nyaris jatuh, menjadi tim yang berhasil bertahan di saat paling genting.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE