1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Cahya Supriadi Bersinar, Tapi Akui Laga Lawan Persija Tak Pernah Mudah

Ada momen dalam sepak bola yang mengubah jalannya pertandingan hanya dalam hitungan detik. Itulah yang terjadi saat Cahya Supriadi berdiri di bawah mistar gawang PSIM Yogyakarta. Satu penalti, satu keputusan, dan satu penyelamatan yang membuat Stadion Kapten I Wayan Dipta mendadak senyap. Di tengah tekanan besar, kiper muda itu justru tampil seperti tanpa beban.

Laga PSIM kontra Persija Jakarta pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 memang menyajikan drama sejak awal. Namun, sorotan utama jatuh kepada Cahya Supriadi yang tampil luar biasa dan akhirnya dinobatkan sebagai Man of The Match. Meski pertandingan berakhir imbang 1-1, aksinya menjadi pembeda yang sulit dilupakan.

Momen Krusial yang Mengubah Arah Laga

Pertandingan berjalan ketat sejak menit pertama. Persija Jakarta tampil agresif dan terus menekan pertahanan PSIM. Namun demikian, lini belakang Laskar Mataram masih mampu bertahan dengan disiplin tinggi.

Situasi berubah ketika wasit menunjuk titik putih untuk Persija. Maxwell Souza maju sebagai eksekutor. Stadion langsung menegang. Banyak yang mengira gol sudah di depan mata.

Namun, Cahya Supriadi berpikir lain. Dengan refleks cepat, ia membaca arah bola dengan sempurna. Dalam sepersekian detik, ia melompat dan menepis tendangan penalti tersebut. Seketika, sorak-sorai berubah menjadi keheningan di sisi lawan.

Momen itu bukan hanya menyelamatkan timnya. Lebih dari itu, ia mengubah momentum pertandingan secara keseluruhan.

Pengakuan Jujur Sang Kiper Muda

Usai laga, Cahya tidak menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengaku senang bisa kembali menghadapi mantan klubnya, Persija Jakarta. Pertemuan itu terasa spesial, namun juga penuh tekanan.

“Tentunya bersyukur ya bisa menjadi Man of The Match dalam pertandingan kemarin,” ujar Cahya.

Meski begitu, ia tidak ingin larut dalam euforia. Baginya, penghargaan individu hanyalah bonus. Yang terpenting adalah kontribusi untuk tim.

Selain itu, ia juga mengakui bahwa laga melawan Persija selalu tidak mudah. Intensitas permainan tinggi membuat setiap momen terasa seperti ujian.

Persija Selalu Jadi Ujian Berat

Cahya secara terbuka mengakui kualitas Persija Jakarta. Menurutnya, tim Macan Kemayoran memiliki pemain-pemain berkualitas yang mampu menciptakan ancaman kapan saja.

“Kualitas pemain Persija tidak perlu diragukan lagi. Mereka juga banyak menciptakan serangan-serangan berbahaya,” katanya.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa PSIM memang berada di bawah tekanan besar sepanjang laga. Namun demikian, mereka tetap mampu bertahan dengan disiplin.

Selain itu, kerja sama antar lini menjadi kunci penting. PSIM tidak hanya bergantung pada satu pemain, tetapi pada kolektivitas tim.

“Alhamdulillah tim berjuang dengan sangat keras di lapangan. Kami bermain cukup solid dan bisa meraih satu poin,” tambahnya.

Apresiasi dari Sang Pelatih

Penampilan gemilang Cahya juga mendapat pujian langsung dari pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel. Ia menilai kiper mudanya itu memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh.

Menurut pelatih asal Belanda tersebut, Cahya bukan hanya sekadar penjaga gawang biasa. Ia adalah pemain muda dengan masa depan cerah, terlebih karena sudah mendapat pengalaman di level tim nasional.

“Saya puas dengan performa Cahya. Ia masih muda dan terpilih masuk ke tim nasional sehingga masa depannya sangat cerah,” ujar Van Gastel.

Lebih lanjut, ia menyoroti momen penyelamatan penalti yang dilakukan Cahya. Menurutnya, itu adalah titik balik penting dalam pertandingan.

“Dia memainkan peran penting dengan menepis tendangan penalti,” tambahnya.

Namun demikian, Van Gastel juga mengingatkan bahwa proses belajar tetap penting. Kesalahan adalah bagian dari perkembangan pemain muda, terutama untuk posisi kiper yang sangat krusial.

Belajar dari Tekanan, Tumbuh dari Kesalahan

Van Gastel menekankan bahwa seorang penjaga gawang harus mampu menghadapi tekanan besar. Sebab, kesalahan kecil bisa berujung fatal.

Namun, ia juga percaya bahwa Cahya memiliki mental yang kuat. Dengan pengalaman yang terus bertambah, performanya diyakini akan semakin matang.

“Ketika seorang penjaga gawang membuat kesalahan, itu biasanya berujung pada gol. Tetapi dia harus belajar, menjadikannya pelajaran, dan terus melangkah maju,” jelasnya.

Pernyataan ini menggambarkan proses panjang yang sedang dijalani Cahya. Ia tidak hanya sedang bermain, tetapi juga sedang berkembang sebagai kiper masa depan.

Laga Panas, Satu Poin Berharga

Meski hanya berakhir imbang 1-1, hasil ini terasa penting bagi PSIM. Menghadapi tim sekuat Persija, satu poin tetap dianggap sebagai pencapaian berharga.

Apalagi, laga berlangsung dalam tekanan tinggi dan intensitas besar. Setiap peluang bisa menjadi penentu hasil akhir.

Namun, dengan performa solid dari lini belakang dan aksi gemilang Cahya Supriadi, PSIM mampu keluar dengan kepala tegak.

Bintang Baru dari Yogyakarta

Dari satu pertandingan ini, satu hal menjadi jelas: Cahya Supriadi mulai menunjukkan dirinya sebagai salah satu kiper muda paling menjanjikan di liga.

Ia tidak hanya tampil tenang, tetapi juga berani dalam momen krusial. Penyelamatan penalti itu bisa menjadi titik penting dalam kariernya.

Dan jika konsistensi terus terjaga, bukan tidak mungkin ia akan menjadi nama besar di masa depan.

Untuk saat ini, Cahya memilih tetap rendah hati. Namun di balik ketenangannya, ada potensi besar yang mulai bersinar terang di panggung BRI Super League.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE