Musim BRI Super League 2025/2026 memasuki fase paling panas, dan Borneo FC Samarinda akhirnya kembali berada di jalur perebutan gelar juara. Setelah sempat gagal di musim sebelumnya, Pesut Etam kini tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan kedua yang terasa begitu dekat di depan mata.
Dengan lima laga tersisa, atmosfer di tubuh Borneo FC berubah total. Dari sekadar persaingan papan atas, kini semuanya sudah masuk fase yang mereka sebut sebagai “The Final Countdown.”
Borneo FC Samai Poin Persib, Tapi Masih di Posisi Kedua
Persaingan di puncak klasemen benar-benar berjalan ketat. Hingga pekan ke-29, Borneo FC dan Persib Bandung sama-sama mengoleksi 66 poin, membuat perebutan gelar semakin menegangkan.
Namun, meski poin sama, Borneo FC belum bisa duduk di posisi pertama. Penyebabnya adalah aturan head to head, di mana Persib unggul dalam duel langsung.
- Persib Bandung vs Borneo FC: 3-1
- Borneo FC vs Persib Bandung: 1-1
Hasil tersebut membuat tim asuhan Pesut Etam harus rela berada di posisi runner-up sementara, meski secara performa mereka tetap konsisten sepanjang musim.\
Momentum Kebangkitan di Ujung Musim
Musim ini terasa seperti kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan. Borneo FC sebelumnya sempat kehilangan momentum, tetapi kini mereka kembali bangkit di waktu yang paling krusial.
Dengan lima pertandingan tersisa, setiap laga berubah menjadi final kecil yang menentukan nasib mereka di akhir musim.
Targetnya jelas: menyapu bersih semua pertandingan tersisa agar tetap menjaga peluang juara hingga pekan terakhir.
Laga Krusial Kontra Persik Kediri Jadi Ujian Awal
Tantangan pertama dalam misi “The Final Countdown” datang di pekan ke-30, ketika Borneo FC harus bertandang ke markas Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Rabu (29/4/2026) malam WIB.
Di atas kertas, Borneo FC memang lebih diunggulkan. Namun, Persik bukan lawan yang bisa dianggap remeh.
Dalam tiga laga kandang terakhir, Persik Kediri belum terkalahkan di Stadion Brawijaya, yang menunjukkan bahwa mereka punya kekuatan tersendiri saat bermain di depan publik sendiri.
Situasi ini membuat laga tersebut berpotensi menjadi ujian mental pertama bagi Borneo FC dalam perburuan gelar.
“The Final Countdown”: Mental Juara Diuji
Menariknya, Borneo FC sendiri tidak menutupi ambisi besar mereka. Melalui media sosial resmi klub, mereka menyuarakan semangat juang yang sangat kuat.
“The Final Countdown. Sekarang bukan lagi soal satu pertandingan tapi setiap pekan adalah FINAL!!”
Unggahan tersebut bukan sekadar motivasi, tetapi juga sinyal bahwa tim benar-benar memasuki fase penentuan.
Mereka menekankan bahwa perjuangan ini bukan hanya milik pemain atau pelatih, tetapi seluruh elemen klub—termasuk suporter.
Dari Lapangan Hingga Tribun: Satu Misi, Satu Tujuan
Semangat Borneo FC terlihat bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari atmosfer yang mereka bangun.
“Di lapangan, keringat tak pernah ditawar. Di tribune, suara tak pernah padam. Di luar stadion, doa terus mengalir tanpa henti.”
Narasi ini memperlihatkan bagaimana klub ingin membangun kesatuan antara pemain dan suporter. Sebuah pendekatan yang sering menjadi faktor penting dalam perjalanan menuju gelar juara.
Misi Sapu Bersih 5 Laga Tersisa
Dengan kondisi klasemen yang sangat ketat, Borneo FC tidak punya ruang untuk kehilangan poin. Lima pertandingan terakhir akan menjadi penentu segalanya.
Setiap kemenangan bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga tekanan langsung kepada Persib Bandung di puncak klasemen.
Jika mampu menjaga konsistensi, peluang untuk mengangkat trofi BRI Super League 2025/2026 masih sangat terbuka.
“Manyala”: Slogan yang Jadi Bahan Bakar Motivasi
Di akhir pesan mereka, Borneo FC menutup dengan satu kata yang sudah menjadi identitas semangat klub:
“Satu tekad, kita berjuang sampai jadi juara. MANYALA.”
Kata “Manyala” bukan sekadar slogan, tetapi simbol energi, optimisme, dan kepercayaan diri bahwa musim ini bisa menjadi sejarah baru bagi klub asal Samarinda tersebut.
Penutup: Jalan Masih Panjang, Tapi Mimpi Semakin Dekat
Persaingan gelar Liga Indonesia musim ini benar-benar memasuki fase paling dramatis. Borneo FC sudah berada di titik yang mereka impikan sejak awal musim: berada tepat di jalur juara.
Namun, tantangan terbesar justru dimulai sekarang. Lima laga tersisa akan menentukan apakah “The Final Countdown” benar-benar menjadi kisah manis, atau justru peluang yang kembali hilang seperti musim sebelumnya.
Satu hal yang pasti, Borneo FC kini tidak lagi sekadar bersaing. Mereka sedang bertarung untuk sejarah.
BACA JUGA :












