Persib Bandung menunjukkan mental juara yang sesungguhnya saat menaklukkan Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam laga pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Kamis (30/4/2026) malam, Maung Bandung sempat tertinggal 0-2 sebelum akhirnya membalikkan keadaan secara dramatis menjadi 4-2.
Comeback ini bukan sekadar soal taktik, tetapi juga cerita tentang emosi, kepemimpinan, dan mentalitas. Kapten tim, Marc Klok, bahkan membocorkan momen panas di ruang ganti saat pelatih Bojan Hodak meluapkan amarahnya—yang justru menjadi titik balik kebangkitan Persib.
Awal Buruk Persib di Babak Pertama
Pertandingan tidak dimulai dengan baik bagi Persib Bandung. Tuan rumah Bhayangkara FC tampil agresif sejak awal dan berhasil unggul cepat lewat gol Bernard Henry Doumba. Tak lama berselang, Moussa Sidibe menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Persib terlihat kesulitan mengimbangi tekanan dan kehilangan ritme permainan. Koordinasi lini belakang belum solid, sementara serangan yang dibangun kerap mentah sebelum masuk ke area berbahaya.
Situasi ini membuat Maung Bandung berada dalam tekanan besar, terlebih bermain di kandang lawan dengan dukungan penuh suporter tuan rumah.
Momen Emosional: Amarah Bojan Hodak
Tertinggal dua gol menjadi titik di mana emosi memuncak. Dalam kondisi tersebut, pelatih Persib, Bojan Hodak, tidak tinggal diam. Marc Klok mengungkapkan bahwa sang pelatih meluapkan kekecewaannya dengan cara yang sangat tegas.
“Coach sampai teriak, sampai marah. Dia bilang, ‘Ini mana mental juara? Kamu harus layak mendapatkannya,’” ujar Klok menirukan ucapan Hodak.
Teguran keras itu bukan sekadar luapan emosi, melainkan pesan jelas bahwa para pemain harus menunjukkan karakter sebagai tim besar. Hodak menuntut lebih dari sekadar permainan biasa—ia ingin melihat mental juara di atas lapangan.
Babak Kedua: Kebangkitan Luar Biasa Maung Bandung
Masuk ke babak kedua, Persib Bandung tampil dengan wajah berbeda. Intensitas permainan meningkat, determinasi terlihat jelas, dan kepercayaan diri mulai tumbuh.
Gol pertama datang dari Federico Barba yang membuka harapan. Setelah itu, Berguinho menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan membuat momentum berbalik ke arah Persib.
Tak berhenti di situ, Beckham Putra membawa Persib unggul 3-2 sebelum Adam Alis memastikan kemenangan dengan gol keempat. Skor akhir 4-2 menjadi bukti nyata kebangkitan luar biasa tim asuhan Bojan Hodak.
Marc Klok: Harus Yakin untuk Menang
Menurut Marc Klok, kunci utama dari comeback ini adalah keyakinan. Dalam situasi tertinggal, tidak ada ruang untuk ragu.
“Kalau kamu tidak bermain seolah kamu layak menang, hasil tidak akan datang. Jadi kami hanya punya satu pilihan: berjuang habis-habisan,” tegasnya.
Mentalitas tersebut menjadi fondasi penting bagi Persib untuk membalikkan keadaan. Setiap pemain tampil dengan determinasi tinggi, seolah membuktikan bahwa mereka pantas berada di level tertinggi.
Lebih dari Sekadar Taktik: Ini Soal Mentalitas
Kebangkitan dari skor 0-2 bukanlah hal mudah, apalagi di pertandingan tandang. Namun Persib berhasil melakukannya dengan kombinasi strategi dan mentalitas kuat.
Marc Klok menegaskan bahwa kemenangan ini mencerminkan karakter tim yang tidak mudah menyerah.
“Ini tidak mudah, tapi kami menunjukkan, sekali lagi bahwa tim ini punya semangat dan mentalitas,” ungkapnya.
Respon positif para pemain terhadap amarah Hodak menjadi bukti bahwa komunikasi tegas dari pelatih bisa berdampak besar jika diterima dengan sikap yang tepat.
Persib Kembali ke Puncak Klasemen
Hasil kemenangan ini membawa Persib Bandung kembali ke puncak klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 69 poin dari 30 pertandingan.
Posisi ini menjadi sangat krusial dalam upaya mereka meraih gelar juara, bahkan membuka peluang untuk mencatatkan hattrick juara.
Namun perjalanan masih panjang. Persib masih menyisakan empat pertandingan penting yang akan menentukan nasib mereka di akhir musim.
Empat Laga Penentuan di Depan Mata
Marc Klok mengingatkan bahwa kemenangan atas Bhayangkara FC hanyalah satu langkah dari perjalanan panjang.
“Satu sudah terlewati, sisa empat lagi. Kami harus tetap fokus,” tegas pemain bernomor punggung 23 tersebut.
Empat laga tersisa akan mempertemukan Persib dengan PSIM Yogyakarta, Persija Jakarta, PSM Makassar, dan Persijap Jepara. Seluruh pertandingan tersebut wajib dimenangkan jika Maung Bandung ingin memastikan gelar juara.
Konsistensi akan menjadi kunci utama, terutama menghadapi lawan-lawan yang juga memiliki ambisi besar di papan klasemen.
Momentum Penting Menuju Gelar
Comeback dramatis ini bisa menjadi momentum penting bagi Persib Bandung dalam perburuan gelar musim ini. Tidak hanya menambah poin, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri tim secara keseluruhan.
Kemenangan dengan cara seperti ini seringkali memberikan efek psikologis yang besar—baik bagi tim sendiri maupun lawan. Persib kini menunjukkan bahwa mereka bukan hanya kuat secara teknis, tetapi juga tangguh secara mental.
Jika mampu menjaga performa dan konsistensi di sisa pertandingan, peluang untuk meraih gelar juara semakin terbuka lebar.
Dengan semangat juang yang ditunjukkan di laga ini, Maung Bandung mengirim pesan tegas kepada seluruh pesaing: mereka siap bertarung hingga akhir.
BACA JUGA :












