Kabar soal Timnas Indonesia yang disebut-sebut akan menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 langsung menyita perhatian publik sepak bola Tanah Air. Di tengah antusiasme yang tinggi, muncul pertanyaan besar: apakah benar Indonesia akan dipercaya menggelar turnamen bergengsi tersebut?
Respons awal dari PSSI pun akhirnya muncul, meski belum memberikan kepastian penuh. Situasi ini membuat rumor semakin menarik untuk diikuti, terutama karena menyangkut masa depan sepak bola Asia Tenggara.
PSSI Belum Beri Kepastian Final
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, memberikan tanggapan singkat terkait kabar tersebut. Ia menyebut bahwa pernyataan resmi terkait status Indonesia sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 akan disampaikan langsung oleh Ketua PSSI, Erick Thohir.
Saat ini, Yunus Nusi bersama Erick Thohir masih berada di Vancouver, Kanada. Keduanya menghadiri Kongres FIFA ke-76 yang berlangsung pada 30 April 2026.
“Nanti Ketua PSSI yang akan memberikan pernyataan,” ujar Yunus Nusi singkat.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa keputusan atau konfirmasi resmi masih dalam tahap pembahasan. Artinya, publik masih harus bersabar menunggu kejelasan dari federasi.
Muncul dari Laporan Media Internasional
Isu Indonesia menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 pertama kali mencuat dari laporan media internasional, South China Morning Post (SCMP). Dalam laporannya, Indonesia disebut akan menjadi penyelenggara untuk divisi utama turnamen tersebut.
Tak hanya Indonesia, Hong Kong juga dikabarkan ikut terlibat sebagai tuan rumah, khususnya untuk divisi kedua.
Menariknya, turnamen ini disebut akan menggunakan format baru dengan dua kasta kompetisi, yakni Divisi 1 dan Divisi 2. Format ini tentu berbeda dari turnamen regional sebelumnya dan berpotensi meningkatkan daya saing antar negara.
Format Dua Divisi Jadi Sorotan
Menurut laporan yang beredar, Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026 diperkirakan akan diisi oleh negara-negara dengan kekuatan sepak bola utama di Asia Tenggara.
Beberapa tim yang disebut masuk dalam Divisi 1 antara lain:
- Timnas Indonesia
- Timnas Thailand
- Timnas Vietnam
- Timnas Malaysia
- Timnas Filipina
- Timnas Singapura
Sementara itu, Divisi 2 kemungkinan akan diisi oleh:
- Hong Kong
- Timnas Kamboja
- Timnas Myanmar
- Timnas Laos
- Satu di antara Timnas Brunei Darussalam atau Timnas Timor Leste
Namun, penting untuk dicatat bahwa hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi terkait pembagian tim tersebut. SCMP sendiri menyebut bahwa pihak FIFA, Federasi Sepak Bola ASEAN, hingga asosiasi terkait belum memberikan tanggapan resmi.
FIFA ASEAN Cup: Turnamen Baru yang Ambisius
FIFA ASEAN Cup merupakan kompetisi baru yang diluncurkan langsung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino. Turnamen ini pertama kali diperkenalkan dalam KTT ASEAN ke-47 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 26 Oktober 2025.
Dalam momen tersebut, FIFA menandatangani pembaruan nota kesepahaman dengan ASEAN. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam kerja sama pengembangan sepak bola di kawasan Asia Tenggara.
Gianni Infantino menyampaikan bahwa turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat hubungan antarnegara melalui sepak bola.
“FIFA senang dapat terus menunjukkan dukungannya kepada komunitas ASEAN melalui peluncuran FIFA ASEAN Cup,” ujar Infantino.
Ia juga menegaskan bahwa ajang ini akan membuka peluang bagi pemain-pemain terbaik di Asia Tenggara untuk tampil di panggung yang lebih luas.
Makna Strategis bagi Asia Tenggara
FIFA ASEAN Cup tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga simbol kebersamaan negara-negara ASEAN. Dengan melibatkan sebelas negara anggota, turnamen ini diharapkan mampu menjangkau lebih dari 700 juta penggemar sepak bola di kawasan.
Sebelas negara tersebut meliputi Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Brunei Darussalam, Laos, Kamboja, Myanmar, dan Timor Leste.
Infantino bahkan menyebut angka sebelas sebagai angka spesial dalam sepak bola—jumlah pemain dalam satu tim—yang juga selaras dengan jumlah anggota ASEAN.
Konsep ini memperkuat pesan bahwa sepak bola bisa menjadi alat pemersatu, sekaligus sarana edukasi dan inspirasi bagi generasi muda.
Peluang Indonesia Jadi Tuan Rumah
Jika benar Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Divisi 1, ini akan menjadi kesempatan besar bagi sepak bola nasional. Selain meningkatkan eksposur internasional, Indonesia juga bisa menunjukkan kesiapan infrastruktur dan kualitas penyelenggaraan event berskala besar.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia memang semakin aktif menjadi tuan rumah berbagai turnamen internasional. Hal ini menjadi nilai tambah dalam proses penilaian FIFA.
Namun, tanpa konfirmasi resmi dari PSSI atau FIFA, status ini masih sebatas spekulasi. Semua pihak kini menunggu pernyataan dari Erick Thohir yang disebut akan memberikan klarifikasi lebih lanjut.
Antusiasme Publik dan Harapan ke Depan
Kabar ini tentu disambut antusias oleh para penggemar sepak bola Indonesia. Banyak yang berharap Indonesia benar-benar menjadi tuan rumah, mengingat dampak positif yang bisa dirasakan, baik dari sisi olahraga maupun ekonomi.
Selain itu, kehadiran turnamen ini juga bisa menjadi panggung bagi Timnas Indonesia untuk menunjukkan perkembangan mereka di level regional.
Jika dikelola dengan baik, FIFA ASEAN Cup 2026 berpotensi menjadi salah satu turnamen paling menarik di Asia Tenggara.
Kesimpulan
Isu Indonesia menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 masih belum memiliki kepastian resmi. PSSI melalui Yunus Nusi memilih menunggu pernyataan langsung dari Erick Thohir yang saat ini masih berada di luar negeri.
Meski begitu, wacana ini sudah cukup untuk membangkitkan semangat dan harapan publik sepak bola Indonesia. Dengan format baru dan dukungan penuh dari FIFA, turnamen ini berpotensi membawa dampak besar bagi perkembangan sepak bola di kawasan.
Kini, tinggal menunggu waktu hingga kepastian resmi diumumkan. Apakah Indonesia benar-benar akan menjadi pusat perhatian Asia Tenggara pada 2026? Semua mata tertuju pada keputusan PSSI dan FIFA.
BACA JUGA :












