Pergerakan skuad Timnas Indonesia jelang agenda padat pertengahan tahun mulai menarik perhatian. Di tengah pengumuman 23 pemain untuk pemusatan latihan (TC), muncul satu sinyal kuat: daftar tersebut belum sepenuhnya final. Artinya, pemain yang belum dipanggil masih punya peluang untuk masuk.
Situasi ini menjadi semakin menarik karena Timnas Indonesia akan menghadapi dua agenda besar sekaligus, yakni FIFA matchday pada 1–9 Juni serta Piala AFF 2026 yang digelar pada 24 Juli hingga 24 Agustus. Dengan jadwal padat dan kebutuhan taktik yang berbeda, perubahan komposisi pemain hampir pasti terjadi.
TC 23 Pemain Picu Perdebatan
Keputusan memanggil 23 pemain untuk TC akhir Mei memunculkan banyak diskusi. Pasalnya, beberapa nama yang tampil impresif di BRI Super League 2025/2026 justru tidak masuk dalam daftar.
Sorotan utama mengarah pada Komang Teguh dan Teja Paku Alam. Komang, yang bermain untuk Borneo FC Samarinda, mencuri perhatian dengan torehan empat gol—angka yang cukup tinggi untuk seorang bek.
Sementara itu, Teja Paku Alam menjadi sosok penting di bawah mistar Persib Bandung, tim yang kini memimpin klasemen sementara. Konsistensinya membuat banyak pihak mempertanyakan absennya dalam daftar TC.
Bung Ropan: Perubahan Masih Sangat Mungkin
Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemenan atau yang akrab disapa Bung Ropan, memberikan pandangan yang cukup menenangkan.
Menurutnya, komposisi 23 pemain saat ini bukanlah keputusan akhir dari pelatih John Herdman. Ia menilai masih akan ada perubahan signifikan dalam waktu dekat.
“Akan ada perubahan nantinya. Bisa saja Teguh dan Teja Paku Alam mungkin masuk di Piala AFF,” ujar Ropan.
Pernyataan ini membuka peluang besar bagi pemain yang saat ini belum masuk radar TC untuk tetap bersaing memperebutkan tempat di skuad utama.
Perbedaan FIFA Matchday dan Piala AFF
Salah satu faktor utama yang memengaruhi komposisi pemain adalah perbedaan regulasi antara FIFA matchday dan Piala AFF.
Ropan menjelaskan bahwa FIFA matchday merupakan agenda resmi yang masuk kalender FIFA. Artinya, klub-klub di seluruh dunia wajib melepas pemainnya untuk membela tim nasional.
Sebaliknya, Piala AFF tidak termasuk dalam kalender resmi FIFA. Dampaknya cukup signifikan—klub, terutama yang berada di luar negeri, tidak memiliki kewajiban untuk melepas pemain mereka.
“Piala AFF memang bukan kalender FIFA seperti FIFA matchday,” jelas Ropan.
Kondisi ini membuat Timnas Indonesia kemungkinan besar akan lebih mengandalkan pemain dari liga domestik untuk ajang tersebut.
Pemain Lokal Berpotensi Jadi Tulang Punggung
Dengan keterbatasan dalam memanggil pemain abroad, peran pemain lokal menjadi semakin krusial. Inilah yang membuat peluang bagi nama-nama seperti Komang Teguh dan Teja Paku Alam tetap terbuka lebar.
Selain itu, banyak pemain Liga Super yang menunjukkan performa konsisten sepanjang musim. Hal ini menjadi modal penting bagi pelatih dalam menyusun skuad yang kompetitif.
Ropan bahkan menilai bahwa pelatih akan memaksimalkan potensi pemain lokal untuk membangun kekuatan tim di Piala AFF.
Skuad Garuda Diprediksi Belum Lengkap
Menariknya, Ropan juga menyoroti absennya sejumlah nama besar dari daftar TC saat ini. Pemain seperti Rizky Ridho, Jordi Amat, Beckham Putra, Eliano Reijnders, hingga Yakob Sayuri belum terlihat dalam daftar.
Padahal, nama-nama tersebut selama ini menjadi bagian penting dari kekuatan Timnas Indonesia. Kehadiran mereka diyakini akan menambah kualitas dan kedalaman skuad secara signifikan.
Ropan menilai, skuad terbaik baru akan terbentuk setelah FIFA matchday selesai, ketika semua pemain bisa dikumpulkan.
Keraguan Jika Hanya Mengandalkan 23 Pemain
Ropan secara terbuka menyatakan keraguannya jika Timnas Indonesia hanya mengandalkan 23 pemain yang saat ini mengikuti TC untuk menghadapi Piala AFF.
Menurutnya, kombinasi antara pemain lokal terbaik dan pemain inti timnas adalah kunci untuk bersaing di level Asia Tenggara.
“Kalau hanya 23 pemain yang dipilih kemarin, saya meragukan itu,” tegasnya.
Namun, ia optimistis jika skuad diperkuat dengan tambahan pemain berpengalaman, peluang Indonesia untuk tampil kompetitif bahkan meraih gelar akan semakin besar.
Dinamika Seleksi Masih Berjalan
Situasi ini menunjukkan bahwa proses seleksi Timnas Indonesia masih sangat dinamis. Pelatih dan tim staf terus memantau performa pemain, baik di dalam maupun luar negeri.
Dengan waktu yang masih tersedia sebelum Piala AFF dimulai, perubahan dalam daftar pemain menjadi sesuatu yang sangat mungkin terjadi.
Hal ini juga menjadi motivasi tambahan bagi para pemain yang belum dipanggil. Performa konsisten di klub bisa menjadi tiket untuk masuk ke dalam skuad Garuda.
Penutup: Kesempatan Masih Terbuka Lebar
Dengan dua agenda besar di depan mata, Timnas Indonesia membutuhkan komposisi pemain terbaik yang bisa beradaptasi dengan berbagai situasi. Daftar 23 pemain saat ini hanyalah langkah awal, bukan keputusan final.
Peluang bagi pemain yang belum masuk TC masih terbuka lebar, terutama untuk Piala AFF yang mengandalkan kekuatan domestik. Kini, semua tergantung pada konsistensi performa dan kebutuhan taktik tim.
Bagi para pemain, pesan yang jelas: perjuangan belum berakhir. Sementara bagi suporter, harapan tetap menyala—menanti skuad terbaik Garuda yang siap bersaing dan membawa pulang prestasi.
BACA JUGA :












