Performa Persebaya Surabaya di BRI Super League 2025/2026 sedang berada di titik yang sangat meyakinkan. Tim berjuluk Bajul Ijo ini bukan hanya menang, tetapi juga tampil dominan dengan catatan luar biasa: 10 gol tercipta dan tidak satu pun kebobolan dalam tiga laga terakhir.
Tren positif ini langsung membuat publik sepak bola Indonesia menoleh ke Surabaya. Apalagi, konsistensi tersebut datang di momen krusial saat kompetisi mulai memasuki fase penentuan klasemen akhir.
Di balik solidnya performa tim, satu nama mencuat sebagai sorotan utama: kiper muda Andhika Ramadhani yang tampil luar biasa di bawah mistar gawang.
Tiga Laga, Tiga Clean Sheet: Persebaya Sedang On Fire
Perjalanan impresif Persebaya dimulai saat mereka menaklukkan Malut United dengan skor 2-0 pada 23 April 2026. Laga tersebut menjadi awal dari momentum positif yang terus berlanjut.
Tak berhenti di situ, Bajul Ijo kemudian mencatat kemenangan besar 4-0 atas rival klasik Arema FC pada 28 April 2026. Hasil ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga gengsi besar di Jawa Timur.
Puncaknya, Persebaya kembali tampil dominan dengan kemenangan 4-0 atas PSBS Biak pada 2 Mei 2026. Tiga laga, tiga kemenangan, dan tidak ada satu pun gol bersarang di gawang mereka.
Statistik ini menunjukkan bahwa Persebaya tidak hanya tajam di lini depan, tetapi juga sangat solid di sektor pertahanan.
Andhika Ramadhani Jadi Tembok Terakhir yang Sulit Ditembus
Salah satu faktor terbesar di balik rapinya pertahanan Persebaya adalah performa Andhika Ramadhani. Kiper muda ini berhasil mencatatkan tiga clean sheet beruntun dalam laga-laga penting tersebut.
Penampilannya tidak hanya sekadar menjaga gawang tetap aman, tetapi juga memberikan rasa percaya diri kepada lini belakang untuk bermain lebih tenang.
Refleks cepat, posisi yang tepat, dan ketenangan dalam membaca arah serangan lawan membuat Andhika menjadi salah satu pemain paling konsisten dalam periode ini.
Performa tersebut juga menegaskan bahwa posisi kiper bukan hanya soal menyelamatkan bola, tetapi juga tentang bagaimana memimpin lini pertahanan dari belakang.
Apresiasi dari Pelatih: Kerja Tim Jadi Kunci
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, tidak tinggal diam melihat performa apik anak asuhnya. Ia memberikan apresiasi khusus kepada seluruh tim, bukan hanya lini belakang.
Menurut Tavares, catatan clean sheet bukan hasil kerja individu semata, melainkan buah dari kerja kolektif seluruh pemain.
“Tidak hanya untuk penjaga gawang dan lini pertahanan saja. Tapi juga untuk lini serang dan tengah karena kami menyerang bersama dan bertahan bersama,” ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan filosofi permainan Persebaya yang mengutamakan kerja sama tim dalam setiap fase permainan.
Meski demikian, Tavares tetap mengingatkan bahwa timnya tidak boleh cepat puas. Kompetisi masih panjang dan tantangan berikutnya akan semakin berat.
Duet Bek Tengah yang Bikin Pertahanan Makin Solid
Selain Andhika Ramadhani, peran duet bek tengah juga sangat krusial dalam tren positif Persebaya. Kombinasi Gustavo Fernandes dan Risto Mitrevski menjadi fondasi utama lini pertahanan.
Duet ini mulai dipasangkan sejak pekan ke-28, meski awalnya belum langsung membuahkan hasil maksimal. Namun seiring waktu, chemistry keduanya semakin kuat dan stabil.
Mereka mampu membaca permainan dengan lebih baik, mengantisipasi serangan lawan, serta memberikan perlindungan maksimal bagi kiper di belakang.
Kombinasi ini membuat Persebaya terlihat jauh lebih disiplin dan sulit ditembus dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.
Jadwal Padat, Konsistensi Jadi Tantangan Besar
Meski sedang dalam tren positif, perjalanan Persebaya belum selesai. Mereka masih harus menghadapi tiga laga penting yang bisa menentukan posisi akhir di klasemen.
Persebaya akan bertandang ke markas Persis Solo pada 9 Mei 2026, kemudian melanjutkan laga tandang ke Semen Padang pada 15 Mei 2026.
Setelah itu, mereka akan menutup musim dengan menjamu Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo pada 23 Mei 2026.
Dua laga tandang pertama diprediksi menjadi ujian berat bagi konsistensi Persebaya, terutama dalam menjaga catatan clean sheet yang sudah mereka bangun.
Bernardo Tavares Waspada Jelang Akhir Musim
Bernardo Tavares menegaskan bahwa dua laga tandang ke depan akan menjadi ujian mental sekaligus taktik bagi timnya.
Menurutnya, mempertahankan konsistensi pertahanan adalah kunci jika Persebaya ingin terus bersaing di papan atas klasemen.
“Dua pertandingan tandang ini akan sulit bagi kami. Jadi kami perlu menjaga sikap yang sama,” kata Tavares.
Saat ini, Persebaya berada di posisi kelima klasemen sementara dengan koleksi 51 poin. Peluang untuk naik ke papan atas masih terbuka lebar jika mereka mampu mempertahankan momentum positif ini.
Persebaya Makin Solid di Momen Krusial
Melihat tren yang ada, Persebaya Surabaya kini bukan hanya tim yang tajam, tetapi juga sangat disiplin dalam bertahan. Kombinasi lini depan yang produktif dan lini belakang yang kokoh membuat mereka menjadi salah satu tim paling stabil di liga.
Andhika Ramadhani menjadi simbol kebangkitan dari sektor pertahanan, sementara kerja kolektif tim menjadi fondasi utama performa impresif ini.
Jika konsistensi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Bajul Ijo akan menutup musim dengan posisi yang jauh lebih baik dan bahkan ikut meramaikan persaingan papan atas hingga akhir kompetisi.
BACA JUGA :












