Pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 semakin mendekat, dan tensi persaingan di papan atas klasemen mulai mencapai titik panas. Dua tim teratas saat ini, Persib Bandung dan Borneo FC, sama-sama mengoleksi 72 poin dan terus bersaing ketat menuju gelar juara.
Namun di balik persaingan tersebut, ada satu tim yang justru menjadi “penentu tak langsung” jalannya perebutan gelar, yaitu Bali United. Sayangnya, kondisi Serdadu Tridatu saat ini sedang tidak ideal.
Bali United harus menghadapi dua laga krusial di sisa musim, termasuk menjamu Borneo FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Di saat yang sama, mereka juga tengah dihantam badai cedera yang semakin memperburuk situasi tim.
Persib dan Borneo FC di Jalur Juara, Bali United Bisa Jadi Penentu
Persaingan menuju gelar juara musim ini benar-benar ketat. Persib Bandung dan Borneo FC kini berada di posisi teratas dengan poin yang sama, sehingga setiap pertandingan tersisa menjadi sangat menentukan.
Di sisi lain, Bali United dan Persija Jakarta berada dalam posisi yang bisa menjadi “penentu tidak langsung” dalam perebutan gelar.
Bagi Bali United sendiri, kemenangan di sisa laga sangat penting untuk menjaga target finis di posisi lima besar klasemen akhir musim ini.
Namun, misi tersebut tidak akan mudah mengingat performa mereka yang sedang tidak stabil.
Performa Menurun Usai Kekalahan dari Madura United
Dalam laga terakhir, Bali United harus menelan kekalahan dari Madura United. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa performa tim belum kembali ke level terbaik.
Salah satu penyebab utama penurunan performa adalah masalah cedera yang terus menghantui skuad Serdadu Tridatu.
Beberapa pemain penting seperti Brandon Wilson dan Jordy Bruijn sudah lebih dulu masuk ruang perawatan. Bahkan Reyner Barusu harus mengakhiri musim lebih cepat setelah menjalani operasi.
Situasi ini membuat kedalaman skuad Bali United semakin terbatas, terutama di momen krusial akhir musim.
Diego Campos Menyusul Absen Hingga Akhir Musim
Kabar paling buruk datang dari lini serang. Penyerang andalan Bali United, Diego Campos, dipastikan tidak bisa kembali bermain hingga akhir musim akibat cedera serius.
Padahal, performa pemain asal luar negeri tersebut sedang berada dalam tren positif sebelum cedera terjadi.
Dalam 12 pertandingan, Diego Campos berhasil mencatatkan 4 gol dan 3 assist. Catatan tersebut bahkan lebih baik dibandingkan beberapa penyerang lain di skuad Bali United.
Sebagai perbandingan, Boris Kopitovic baru mengoleksi 6 gol dan 2 assist dari 29 pertandingan musim ini.
Skema baru yang diterapkan pelatih Johnny Jansen dengan menempatkan Diego Campos sebagai false nine sempat berjalan efektif dan memberikan dampak signifikan di lini serang.
Bahkan pada pertandingan terakhir melawan PSM Makassar, Diego masih sempat mencetak satu gol sebelum akhirnya mengalami cedera.
Dokter tim Bali United, dr. Ganda Putra, mengonfirmasi kondisi tersebut.
“Saat ini kami sedang melakukan beberapa pemeriksaan radiologi dan hasil pemeriksaan fisik serta pemantauan dari tim medis, kemungkinan besar dia (Diego) tidak bisa melanjutkan pertandingan yang ada hingga akhir musim ini,” ujarnya.
Tiga Laga Final untuk Selamatkan Musim
Di tengah situasi sulit ini, pelatih Bali United, Johnny Jansen, menegaskan bahwa timnya masih memiliki tiga pertandingan penting yang harus dimaksimalkan.
Menurutnya, tidak ada pilihan lain selain meraih hasil maksimal di sisa musim jika ingin menjaga posisi di papan atas klasemen.
“Jadi sekarang kami memiliki tiga pertandingan tersisa dan laga berikutnya sangatlah penting,” kata Jansen.
“Itulah yang ingin kami menangkan. Jadi, semoga kami bisa naik posisi di klasemen lagi. Tapi pertama-tama, kami harus menang,” tambahnya.
Salah satu laga paling krusial adalah saat Bali United menghadapi Borneo FC di Stadion Dipta. Laga ini bisa berdampak besar tidak hanya bagi Bali United, tetapi juga peta persaingan gelar juara musim ini.
Krisis Cedera Jadi Tantangan Serius Serdadu Tridatu
Masalah cedera yang menimpa Bali United jelas menjadi tantangan besar bagi Johnny Jansen. Tanpa sejumlah pemain kunci, rotasi tim menjadi terbatas dan opsi strategi semakin sempit.
Kehilangan Diego Campos, yang sedang dalam performa terbaiknya, menjadi pukulan paling berat di sektor serangan.
Selain mengurangi daya gedor tim, absennya Campos juga membuat Bali United kehilangan variasi taktik yang sebelumnya cukup efektif.
Kini, Jansen harus memutar otak untuk menemukan kombinasi baru agar Bali United tetap kompetitif di sisa musim.
Dampak ke Peta Persaingan Juara
Meski sedang dalam kondisi sulit, Bali United tetap memegang peran penting dalam persaingan gelar juara BRI Super League.
Hasil pertandingan mereka melawan tim papan atas seperti Borneo FC dan Persib Bandung bisa secara langsung memengaruhi siapa yang akan keluar sebagai juara musim ini.
Dengan dua tim teratas bersaing ketat di puncak klasemen, setiap poin menjadi sangat berharga.
Bali United kini berada di posisi yang unik: tidak lagi bersaing di jalur juara, tetapi tetap bisa menjadi penentu arah kompetisi.
Penutup: Ujian Mental di Penghujung Musim
Absennya Diego Campos hingga akhir musim menambah daftar panjang masalah yang dihadapi Bali United. Namun, di sepak bola, kondisi sulit sering kali menjadi ujian karakter sebuah tim.
Dengan tiga laga tersisa, Johnny Jansen dan skuad Serdadu Tridatu dituntut untuk tetap fokus dan menemukan solusi cepat di tengah krisis cedera.
Satu hal yang pasti, akhir musim BRI Super League kali ini akan sangat menentukan, bukan hanya bagi Bali United, tetapi juga bagi perebutan gelar di papan atas klasemen.
BACA JUGA :












