Isu panas kembali mewarnai jelang laga besar Persija Jakarta kontra Persib Bandung di pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026. Kali ini, sorotan tertuju pada gelandang Persib, Marc Klok, setelah pernyataannya soal suporter memicu reaksi keras dari kelompok suporter Persija, The Jakmania.
Beredar kabar bahwa The Jakmania berencana melaporkan Klok ke PSSI pada Jumat (8/5/2026) siang WIB. Situasi ini membuat atmosfer jelang laga panas di Stadion Segiri, Samarinda, semakin memanas bahkan sebelum pertandingan dimulai.
Awal Polemik: Ajakan Marc Klok yang Jadi Sorotan
Kontroversi bermula dari pernyataan Marc Klok pada Kamis (7/5/2026). Dalam sebuah kesempatan, ia menyampaikan ajakan kepada Bobotoh untuk hadir langsung ke Stadion Segiri, Samarinda, dalam laga tandang melawan Persija.
“Semoga banyak Bobotoh yang hadir di sana juga dan support kita juga dan semoga ada hasil yang baik. Datang saja lah gas,” ujar Klok.
Pernyataan tersebut awalnya dianggap sebagai bentuk dukungan kepada suporter. Namun, dalam konteks regulasi kompetisi, ucapan itu kemudian memicu perdebatan besar.
Regulasi yang Dilanggar dalam Situasi Away Supporter
Ajakan tersebut dinilai bertentangan dengan aturan yang masih berlaku di kompetisi BRI Super League.
Berdasarkan Pasal 5 ayat 7 regulasi musim 2025/2026, suporter tim tamu tidak diperbolehkan hadir langsung di stadion selama masa transisi transformasi sepak bola nasional.
Dalam kasus ini, Persija memang bertindak sebagai tuan rumah meski pertandingan digelar di Stadion Segiri, Samarinda. Hal ini terjadi karena Macan Kemayoran tidak mendapatkan izin penggunaan stadion di Jakarta dari pihak kepolisian.
Regulasi tersebut juga menegaskan bahwa klub bertanggung jawab penuh apabila terjadi pelanggaran kehadiran suporter tamu.
The Jakmania Bereaksi Keras, Siap Lapor ke PSSI
Reaksi keras datang dari The Jakmania yang menilai pernyataan Klok berpotensi menimbulkan pelanggaran aturan. Dalam narasi yang beredar, kelompok suporter tersebut berencana membawa kasus ini ke federasi sepak bola Indonesia, PSSI.
Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak The Jakmania, isu ini sudah menjadi perbincangan hangat di media sosial dan komunitas suporter.
Bagi mereka, aturan larangan suporter tamu bukan hal yang bisa dianggap sepele, karena menyangkut keamanan dan ketertiban pertandingan.
Marc Klok Akhirnya Minta Maaf
Melihat situasi yang semakin panas, Marc Klok akhirnya memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf melalui Instagram stories pribadinya, @marcklok, pada Jumat (8/5/2026).
Dalam pernyataannya, Klok menegaskan bahwa ucapannya sebelumnya hanya bersifat candaan dan tidak memiliki maksud untuk melanggar regulasi yang berlaku.
“Sampurasun. Untuk Bobotoh tercinta, mohon untuk tidak away ke Stadion Segiri saat pertandingan Persija vs Persib, Minggu, 10 Mei 2026,” tulis Klok.
“Kemarin soal ajakan away dari saya itu hanya bercanda dan tidak ada maksud untuk melanggar aturan yang berlaku.”
Ia juga meminta Bobotoh untuk tetap mendukung dari rumah dan tidak datang langsung ke stadion demi menjaga situasi tetap kondusif.
“Tetap dukung dan doakan perjuangan kami dari rumah. Hatur nuhun atas semua dukungannya, Bobotoh,” lanjutnya.
Derby Panas yang Selalu Penuh Emosi
Pertemuan Persija dan Persib memang selalu menjadi salah satu laga paling panas di Indonesia. Rivalitas panjang kedua tim membuat setiap pertemuan selalu penuh tensi, baik di dalam maupun luar lapangan.
Laga pekan ke-32 ini semakin menarik karena digelar di tempat netral, Stadion Segiri, Samarinda, dengan situasi tanpa dukungan suporter tamu di tribun.
Meski begitu, atmosfer panas tetap terasa bahkan sebelum peluit kick-off dibunyikan.
Dampak Besar di Tengah Persaingan Gelar
Selain soal rivalitas, laga ini juga sangat penting dalam persaingan di papan atas klasemen BRI Super League 2025/2026.
Persib masih bersaing ketat di jalur juara, sementara Persija juga memiliki kepentingan besar untuk menjaga posisi mereka di klasemen akhir musim.
Dengan kondisi seperti ini, setiap detail — termasuk pernyataan pemain — bisa berdampak besar terhadap atmosfer pertandingan.
Suporter, Regulasi, dan Tanggung Jawab Sosial
Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya komunikasi yang hati-hati dari pemain terhadap isu sensitif seperti suporter. Di era sepak bola modern, setiap pernyataan publik bisa memiliki dampak luas, terutama di media sosial.
Regulasi larangan suporter tamu sendiri dibuat bukan tanpa alasan. Selain faktor keamanan, aturan ini juga bertujuan menjaga ketertiban dan mengurangi potensi gesekan antarpendukung.
Penutup: Laga Panas, Situasi Kian Kompleks
Kontroversi Marc Klok menambah bumbu panas jelang laga Persija vs Persib di Samarinda. Meski sudah meminta maaf, dinamika yang terjadi menunjukkan betapa sensitifnya hubungan antara pemain, suporter, dan regulasi kompetisi.
Kini semua mata tertuju pada laga Minggu (10/5/2026) nanti. Bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga bagaimana atmosfer derby ini akan berjalan di tengah sorotan besar dari publik sepak bola nasional.
BACA JUGA :












