1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Benteng Garuda Muda Siap Menggila Lagi, Qatar Wajib Waspada

Timnas Indonesia U-17 kembali menghadapi ujian penting di Piala Asia U-17 2026. Setelah sukses meraih kemenangan pada laga pembuka, Garuda Muda kini bersiap menghadapi tantangan yang diprediksi jauh lebih berat saat berjumpa Qatar U-17.

Dalam duel kedua Grup B ini, sektor pertahanan diperkirakan bakal menjadi penentu utama nasib Timnas Indonesia U-17. Kedisiplinan lini belakang serta ketangguhan para pemain bertahan akan benar-benar diuji menghadapi agresivitas serangan Qatar.

Pertandingan Timnas Indonesia U-17 kontra Qatar U-17 dijadwalkan berlangsung di Lapangan A King Abdullah Sports City Training Stadium, Jeddah, Sabtu (9/5/2026) malam WIB.

Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto tentu berharap anak asuhnya mampu mempertahankan performa solid seperti saat mengalahkan China U-17 pada pertandingan pertama. Ketika itu, Garuda Muda sukses mencatat clean sheet dan tampil disiplin sepanjang laga.

Kini, fokus tertuju pada beberapa pemain belakang yang diprediksi menjadi kunci untuk menahan gempuran Qatar U-17. Menariknya, sebagian dari mereka merupakan jebolan Piala Dunia U-17 2025 yang sudah memiliki pengalaman internasional cukup matang.

Mathew Baker Jadi Komandan Lini Belakang

Salah satu nama yang paling mendapat sorotan adalah Mathew Baker. Bek muda kelahiran Australia tersebut diperkirakan kembali menjadi sosok sentral di jantung pertahanan Timnas Indonesia U-17.

Baker bukan hanya penting karena kemampuan bertahannya, tetapi juga karena jiwa kepemimpinannya di lapangan. Meski baru berusia 16 tahun, ia sudah memiliki pengalaman yang cukup banyak bersama skuad Garuda Muda.

Pemain yang kini berkembang di Australia itu sudah memperkuat Timnas Indonesia U-17 sejak era kepelatihan Nova Arianto. Ia bahkan pernah tampil di Piala Asia U-17 2025 dan menjadi bagian skuad Indonesia di Piala Dunia U-17 2025.

Pengalaman tersebut membuat Baker terlihat lebih tenang dibandingkan pemain seusianya. Dalam pertandingan melawan China U-17, ia tampil cukup solid saat mengawal lini pertahanan Indonesia.

Tak hanya kuat dalam duel bertahan, Baker juga mampu memberikan kontribusi saat menyerang. Ia menjadi pemain yang menciptakan assist untuk gol kemenangan Indonesia pada laga pertama.

Kehadiran Baker di lini belakang memberikan rasa percaya diri tambahan bagi rekan-rekannya. Menghadapi Qatar yang punya kecepatan di sisi sayap, pengalaman dan ketenangan Baker bakal sangat dibutuhkan.

Mike Rajasa Tampil Heroik di Bawah Mistar

Selain Mathew Baker, sosok penting lainnya di pertahanan Timnas Indonesia U-17 adalah Mike Rajasa Hoppenbrouwers. Kiper kelahiran Belanda tersebut kini menjadi pilihan utama Kurniawan Dwi Yulianto di bawah mistar gawang.

Mike Rajasa juga termasuk pemain yang punya pengalaman tampil di Piala Dunia U-17 2025. Walaupun saat itu hanya bermain satu kali, pengalamannya di level internasional jelas memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan mentalnya.

Pada laga melawan China U-17, Mike tampil sangat impresif. Ia sukses mencatatkan tiga penyelamatan penting yang membantu Indonesia menjaga gawang tetap nirbobol.

Penampilan heroik tersebut membuat namanya mulai mendapat perhatian besar. Mike terlihat cukup tenang dalam mengantisipasi tekanan lawan, terutama saat menghadapi bola-bola udara.

Kemampuan membaca arah bola menjadi salah satu kelebihan utama kiper muda ini. Ia juga punya refleks yang cepat ketika menghadapi situasi satu lawan satu di area penalti.

Menghadapi Qatar U-17 yang dikenal agresif dalam membangun serangan, peran Mike Rajasa bakal kembali sangat krusial. Jika mampu mempertahankan performa apiknya, peluang Indonesia mencatat clean sheet kembali tentu cukup terbuka.

Putu Ekayana Bisa Jadi Senjata Tambahan

Nama berikutnya yang patut diperhitungkan adalah Putu Ekayana. Bek muda asal Bali United Youth itu memang belum mendapatkan kesempatan bermain pada pertandingan pertama melawan China U-17.

Meski begitu, kualitas dan pengalaman yang dimiliki Putu membuatnya tetap layak menjadi opsi penting bagi Timnas Indonesia U-17.

Putu juga pernah tampil di Piala Asia U-17 edisi sebelumnya. Walaupun saat itu hanya bermain dua kali, pengalaman tersebut tetap menjadi modal berharga dalam menghadapi tekanan turnamen besar.

Salah satu keunggulan utama Putu Ekayana adalah posturnya yang tinggi. Kemampuan duel udara pemain berusia 17 tahun itu bisa menjadi senjata penting untuk mengantisipasi crossing maupun bola mati Qatar U-17.

Selain tangguh dalam bertahan, Putu juga punya naluri mencetak gol yang cukup baik. Pada ajang Piala AFF U-17 2026, ia berhasil menyumbangkan dua gol untuk Timnas Indonesia U-17.

Kemampuan tersebut membuat Putu berpotensi menjadi ancaman tambahan ketika Indonesia mendapatkan situasi bola mati.

Jika Qatar bermain agresif dan mengandalkan umpan-umpan silang, kehadiran Putu Ekayana bisa menjadi solusi ideal untuk memperkuat lini belakang Garuda Muda.

Pertahanan Solid Jadi Kunci Lolos ke Perempat Final

Menghadapi Qatar U-17, Timnas Indonesia U-17 dipastikan membutuhkan konsentrasi tinggi sepanjang pertandingan. Lawan memiliki karakter permainan cepat dan agresif yang bisa merepotkan jika tidak diantisipasi dengan baik.

Karena itu, solidnya lini pertahanan menjadi salah satu faktor paling penting dalam laga ini. Kedisiplinan menjaga posisi, komunikasi antarpemain, hingga kemampuan memotong serangan lawan bakal menentukan hasil akhir pertandingan.

Kurniawan Dwi Yulianto tentu berharap para pemain belakangnya mampu menjaga performa seperti pada laga pertama. Jika pertahanan kembali tampil kokoh, peluang Garuda Muda untuk meraih kemenangan akan semakin besar.

Apalagi, kemenangan atas Qatar U-17 bisa membuka jalan Indonesia menuju perempat final Piala Asia U-17 2026 sekaligus mengamankan tiket ke Piala Dunia U-17 2026.

Kini, harapan publik sepak bola Indonesia tertuju pada parade benteng pertahanan Garuda Muda yang siap kembali menunjukkan kualitas terbaiknya di panggung Asia.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE