1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP: Fabio Calonego Semprot Wasit Uzbekistan Usai Persija Takluk dari Persib

Kekalahan Persija Jakarta dari Persib Bandung dalam laga panas pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 menyisakan banyak kontroversi. Tidak hanya soal hasil akhir, tetapi juga terkait kepemimpinan wasit hingga kondisi lapangan pertandingan yang dianggap jauh dari ideal.

Gelandang Persija, Fabio Calonego, menjadi salah satu sosok yang paling vokal setelah pertandingan. Pemain asal Brasil tersebut secara terang-terangan melontarkan sindiran terhadap wasit asal Uzbekistan, Firdavs Norsafarov, yang memimpin duel klasik tersebut.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026) sore WIB, Persija harus menyerah dengan skor 1-2 dari rival abadinya, Persib Bandung. Kekalahan ini tentu menjadi pukulan besar bagi Macan Kemayoran yang sedang berusaha menjaga posisi di papan atas klasemen.

Fabio Calonego Tahan Emosi soal Kepemimpinan Wasit

Usai laga, Fabio Calonego tampak kesal ketika diminta memberikan komentar mengenai performa wasit. Namun, ia memilih berhati-hati dalam menyampaikan pendapatnya karena khawatir mendapat sanksi.

Meski tidak secara langsung mengkritik secara detail, pernyataan Fabio sudah cukup menggambarkan rasa frustrasinya terhadap sejumlah keputusan kontroversial sepanjang pertandingan.

“Kalau saya mengatakan semua yang saya pikirkan tentang kepemimpinan wasit, saya pasti akan dihukum dalam waktu yang lama,” ujar Fabio Calonego kepada awak media.

“Jadi, saya tidak akan berbicara soal wasit,” lanjut gelandang Persija tersebut.

Komentar itu langsung menjadi sorotan publik sepak bola Indonesia. Banyak pendukung Persija menilai ada sejumlah keputusan wasit yang dianggap merugikan tim kesayangan mereka.

Persija Soroti Insiden Luciano Guaycochea

Bukan hanya Fabio Calonego yang kecewa. Pelatih Persija, Mauricio Souza, juga menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan Firdavs Norsafarov dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Salah satu momen yang paling dipermasalahkan terjadi ketika gelandang Persib Bandung, Luciano Guaycochea, melakukan pelanggaran keras terhadap Rayhan Hannan.

Menurut Mauricio Souza, tekel dari belakang yang dilakukan Guaycochea layak diganjar kartu merah karena dinilai membahayakan pemain lawan. Namun, wasit hanya membiarkan permainan berlanjut tanpa hukuman berat.

Keputusan tersebut semakin memancing emosi kubu Persija karena VAR yang dipimpin Muhammad Tri Santoso juga tidak memberikan rekomendasi peninjauan ulang.

Situasi itu membuat Mauricio Souza merasa kecewa berat terhadap proses pengambilan keputusan dalam pertandingan besar sekelas Persija kontra Persib.

Kondisi Lapangan Stadion Segiri Ikut Jadi Sorotan

Selain masalah wasit, kondisi lapangan Stadion Segiri juga mendapat kritik tajam dari kubu Persija Jakarta.

Mauricio Souza menilai kualitas rumput dan permukaan lapangan tidak mendukung permainan timnya yang mengandalkan aliran bola cepat dari kaki ke kaki.

Fabio Calonego pun sepakat dengan penilaian sang pelatih. Bahkan, ia mengaku heran mengapa pertandingan sebesar Persija vs Persib harus digelar di Samarinda, bukan di stadion lain dengan kualitas lapangan yang lebih baik.

“Dan menanggapi apa yang dikatakan Coach Mauricio, saya juga hanya ingin memahami kenapa pertandingan ini dibawa ke sini,” kata Fabio.

“Memang tidak bisa dimainkan di Jakarta, tetapi ada ratusan lapangan di Indonesia,” tambahnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan adanya kekecewaan mendalam dari pemain Persija terhadap keputusan pemilihan venue pertandingan.

Gaya Bermain Persija Dinilai Tidak Cocok dengan Kondisi Lapangan

Fabio Calonego menjelaskan bahwa kondisi lapangan sangat memengaruhi gaya bermain Persija Jakarta.

Menurutnya, Macan Kemayoran merupakan tim yang mengandalkan permainan kombinasi pendek dan penguasaan bola. Sementara itu, Persib Bandung lebih banyak menggunakan pola direct ball yang dianggap lebih cocok dimainkan di lapangan berat.

“Semua orang tahu tim kami adalah tim yang bermain dari kaki ke kaki. Sedangkan tim Persib bermain seperti yang kalian lihat, direct ball,” ujar Fabio.

“Lalu pertandingan dimainkan di lapangan seperti ini. Jadi kalau saya harus mengatakan semua yang ingin saya katakan di sini, saya pasti akan dihukum,” lanjutnya.

Ucapan tersebut semakin mempertegas rasa frustrasi Persija terhadap berbagai faktor yang dinilai memengaruhi hasil pertandingan.

Persija Harus Segera Bangkit

Terlepas dari kontroversi yang muncul, Persija Jakarta tetap harus segera bangkit karena kompetisi memasuki fase krusial.

Kekalahan dari Persib membuat tekanan terhadap tim semakin besar, terutama dalam persaingan papan atas BRI Super League musim ini. Mauricio Souza kini dituntut untuk segera memperbaiki mental dan performa tim agar tidak kehilangan momentum di akhir musim.

Sementara itu, duel Persija kontra Persib kembali membuktikan statusnya sebagai salah satu pertandingan paling panas dan penuh drama di sepak bola Indonesia. Tidak hanya soal rivalitas antartim, tetapi juga kontroversi yang selalu menjadi bagian dari laga klasik tersebut.

BACA JUGA :

CLOSE