Perburuan gelar BRI Super League 2025/2026 berubah semakin panas setelah Borneo FC sukses meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Bali United pada pekan ke-32, Senin (12/5/2026).
Kemenangan di Stadion Dipta itu bukan sekadar tambahan tiga poin biasa. Hasil tersebut membuat Borneo FC kini sejajar dengan Persib Bandung di papan atas klasemen dengan koleksi 75 poin.
Situasi ini membuat persaingan juara dipastikan berlangsung sengit hingga dua pertandingan terakhir musim ini. Menariknya, di tengah tensi tinggi perebutan trofi, pelatih Borneo FC Fabio Lefundes justru melontarkan candaan yang kini ramai dibicarakan publik sepak bola Indonesia.
Ia membantah anggapan timnya “kehabisan bensin” dan menyebut Borneo FC kini sudah tidak lagi memakai Pertalite.
Komentar itu memang terdengar santai, tetapi tersimpan pesan besar tentang mental, konsistensi, dan transformasi Pesut Etam sepanjang musim ini.
Kemenangan atas Bali United Jadi Titik Penting
Laga kontra Bali United menjadi salah satu pertandingan paling menentukan bagi Borneo FC musim ini. Bermain di kandang lawan dengan tekanan besar, Pesut Etam justru tampil berani dan penuh percaya diri.
Tiga poin yang diraih membuat peluang juara tetap hidup sampai akhir musim. Kini Borneo FC hanya perlu menjaga konsistensi dalam dua laga tersisa.
Mereka masih akan menghadapi Persijap Jepara dan Malut United.
Sementara itu, Persib Bandung juga harus menjalani laga berat melawan PSM Makassar sebelum menghadapi Persijap Jepara.
Dengan jadwal yang sama-sama menantang, peluang kedua tim untuk menjadi juara masih benar-benar terbuka.
Tidak heran jika atmosfer persaingan kini semakin menegangkan. Setiap pertandingan terasa seperti final.
Fabio Lefundes: Tidak Ada yang Tertekan
Meski persaingan semakin panas, Fabio Lefundes justru melihat situasi ini secara santai. Pelatih asal Brasil itu menilai tidak ada tekanan berlebihan di dalam skuad Borneo FC.
Menurutnya, tekanan juga dirasakan oleh Persib Bandung yang sama-sama memburu gelar juara hingga pekan terakhir.
“Saya rasa tidak ada yang tertekan. Yang jelas saya sangat bangga dengan kerja keras pemain kami sejauh ini. Tapi kami tidak pernah puas,” ujar Fabio Lefundes.
Pernyataan itu menunjukkan mentalitas yang dibangun Borneo FC musim ini. Mereka tidak ingin terbawa euforia ataupun tekanan klasemen.
Fabio bahkan sempat berseloroh soal kemungkinan pelatih Persib, Bojan Hodak, merasa frustrasi karena Borneo FC terus meraih kemenangan.
Persaingan antara kedua tim memang berjalan sangat ketat. Ketika satu tim menang, tim lainnya hampir selalu melakukan hal yang sama.
Situasi tersebut membuat perebutan gelar terasa seperti adu konsistensi tanpa celah.
Metafora “Bensin Habis” yang Jadi Sorotan
Salah satu bagian paling menarik dari konferensi pers Fabio Lefundes adalah ketika ia membahas komentar publik soal performa Borneo FC.
Beberapa waktu lalu, banyak yang menganggap Pesut Etam mulai kehilangan tenaga setelah performa mereka sempat menurun.
Terlebih saat Bali United menghentikan rekor 11 kemenangan beruntun Borneo FC pada pekan ke-12. Kala itu, banyak yang menilai tim asal Samarinda tersebut mulai “kehabisan bensin”.
Namun Fabio Lefundes ternyata menyimpan jawaban unik untuk komentar tersebut.
“Mereka bilang bensin kami sudah habis. Tapi mereka tidak tahu kami tidak kehabisan bensin, kami hanya menggantinya,” kata Fabio sambil tersenyum.
Ucapan itu langsung memancing tawa para awak media, tetapi sekaligus menjadi sindiran halus untuk pihak yang meragukan Borneo FC.
“Sekarang Kami Pakai yang Lebih Bagus”
Fabio Lefundes kemudian melanjutkan candaan yang kini viral di media sosial.
“Kami menggantinya dari Pertalite dan sekarang pakai yang lebih bagus,” lanjut pelatih berusia 53 tahun tersebut.
Metafora itu langsung menarik perhatian pecinta sepak bola nasional. Banyak yang menganggap komentar Fabio sebagai simbol bahwa Borneo FC kini tampil lebih kuat dibanding sebelumnya.
Pesut Etam memang terlihat semakin matang memasuki fase akhir musim. Mereka tidak hanya mengandalkan kualitas individu, tetapi juga menunjukkan kekompakan dan mental bertanding yang stabil.
Di saat banyak tim mulai kehilangan konsistensi, Borneo FC justru mampu menjaga ritme permainan.
Fabio bahkan berharap “tangki penuh” yang dimiliki timnya bisa membawa hasil maksimal dalam dua laga terakhir.
Candaan sederhana itu akhirnya berubah menjadi gambaran nyata perjalanan Borneo FC musim ini: sempat diragukan, tetapi tetap melaju.
Fokus Menang, Bukan Menunggu Persib Terpeleset
Meski terus bersaing ketat dengan Persib Bandung, Fabio Lefundes menegaskan dirinya tidak ingin terlalu memikirkan hasil tim rival.
Ia memilih fokus agar Borneo FC mampu menyapu bersih dua pertandingan sisa.
Menurut Fabio, berharap tim lain tergelincir bukanlah cara terbaik untuk menjadi juara.
“Jangan tanya itu, nanti bisa ramai di media sosial,” ucapnya sambil tertawa ketika ditanya peluang Persib kehilangan poin.
“Yang jelas harapan saya adalah Borneo FC bermain baik dan meraih poin penuh dalam dua pertandingan terakhir,” lanjutnya.
Pernyataan itu menunjukkan mental profesional yang kini dimiliki skuad Pesut Etam. Mereka ingin menentukan nasib sendiri lewat performa di lapangan.
Borneo FC Kini Jadi Ancaman Serius
Pada awal musim, tidak banyak yang benar-benar menjagokan Borneo FC sebagai kandidat juara utama. Bahkan Fabio Lefundes sendiri mengaku banyak pihak tidak menyangka timnya bisa berada di papan atas hingga pekan ke-32.
Namun kini situasinya berubah total.
Borneo FC bukan hanya sekadar tim kejutan, tetapi telah menjadi ancaman nyata dalam perebutan trofi BRI Super League.
Konsistensi permainan, mental kuat, dan suasana positif di dalam tim membuat Pesut Etam mampu bertahan dalam tekanan besar.
Dua pertandingan terakhir kini akan menentukan segalanya.
Apakah Borneo FC benar-benar mampu menuntaskan kisah mereka dengan gelar juara? Ataukah Persib Bandung yang akhirnya tersenyum di akhir musim?
Yang pasti, satu pesan Fabio Lefundes kini menjadi simbol kebangkitan timnya musim ini: Borneo FC belum kehabisan bensin, mereka hanya mengganti bahan bakarnya menjadi lebih kuat.
BACA JUGA :












