1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Borneo FC Bangkit Dramatis di Kandang Bali United, Fabio Lefundes Akui Timnya Sempat Buruk

Borneo FC sukses mencuri perhatian pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin (11/5/2026) malam WIB, Tim Pesut Etam berhasil melakukan comeback dramatis untuk menaklukkan Bali United dengan skor 3-2.

Kemenangan ini terasa sangat spesial karena Borneo FC sempat tertinggal lebih dulu dan tampil kurang meyakinkan pada babak pertama. Namun, perubahan strategi yang dilakukan Fabio Lefundes di paruh kedua pertandingan berhasil mengubah jalannya laga.

Tak heran jika akun Instagram resmi Borneo FC langsung mengunggah caption singkat bertuliskan “Remontada di Stadion Dipta” setelah pertandingan usai. Tiga poin tersebut membuat persaingan juara BRI Super League semakin panas hingga pekan-pekan terakhir musim ini.

Bali United Sempat Dominan di Babak Pertama

Bermain di depan pendukung sendiri, Bali United tampil cukup percaya diri sejak awal pertandingan. Tim asuhan Johnny Jansen mampu menguasai permainan dan memberikan tekanan ke lini pertahanan Borneo FC.

Gol pembuka akhirnya lahir pada menit ke-21 lewat aksi Teppei Yachida. Gol tersebut membuat Bali United semakin nyaman mengontrol pertandingan, sementara Borneo FC terlihat kesulitan mengembangkan permainan.

Banyak yang mulai memprediksi Pesut Etam bakal pulang tanpa poin dari Stadion Dipta. Apalagi sepanjang babak pertama, Borneo FC tampak kesulitan beradaptasi dengan pola permainan cepat yang diperagakan Bali United.

Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, bahkan secara terbuka mengakui timnya tampil di bawah ekspektasi pada 45 menit pertama.

“Kami memainkan babak pertama di bawah ekspektasi dan kami kesulitan dalam penyesuaian taktik,” ujar Fabio Lefundes.

Pernyataan itu menggambarkan bagaimana Borneo FC memang tidak tampil maksimal sebelum turun minum. Namun, situasi berubah total pada babak kedua.

Pergantian Pemain Jadi Titik Balik Borneo FC

Fabio Lefundes mengambil keputusan penting dengan melakukan sejumlah pergantian pemain pada awal babak kedua. Salah satu nama yang masuk adalah Komang Teguh Trisnanda.

Pergantian tersebut terbukti efektif. Permainan Borneo FC mulai lebih agresif, rapi, dan mampu mengontrol tempo pertandingan.

“Kami melakukan dua perubahan karena alasan itu dan permainan pun lebih bagus,” lanjut Fabio.

Perubahan taktik itu langsung memberikan dampak besar. Mario Peralta menjadi aktor utama kebangkitan Borneo FC setelah mencetak dua gol pada menit ke-49 dan 74.

Gol pertama Peralta membuat pertandingan kembali hidup. Sementara gol keduanya membawa Borneo FC berbalik unggul dan membuat tekanan beralih ke kubu tuan rumah.

Namun drama belum berhenti. Bali United berhasil menyamakan skor menjadi 2-2 setelah Caxambu melakukan gol bunuh diri pada menit ke-76.

Situasi tersebut sempat membuat pertandingan kembali berjalan menegangkan. Tetapi hanya berselang tiga menit, Juan Villa sukses mencetak gol penentu kemenangan untuk Borneo FC pada menit ke-79.

Gol itu sekaligus memastikan Borneo FC membawa pulang kemenangan penting dari kandang Bali United.

Persaingan Juara Semakin Panas

Kemenangan dramatis ini membuat Borneo FC tetap menjaga peluang juara BRI Super League musim 2025/2026. Saat ini mereka berada di posisi kedua klasemen dengan koleksi 75 poin.

Jumlah poin tersebut sama dengan Persib Bandung yang berada di puncak klasemen. Namun, Borneo FC masih kalah selisih gol dari Maung Bandung.

Fabio Lefundes merasa timnya selama ini kurang mendapat perhatian dalam persaingan perebutan gelar juara. Ia menilai banyak pihak hanya fokus membicarakan Persib Bandung dan Persija Jakarta.

“Begitulah, kami sudah bermain dalam 32 pertandingan dan orang-orang menganggap kami tidak terlihat di kompetisi ini,” katanya.

“Tapi Borneo FC sekarang ada di sini dan hidup sejak ronde pertama. Saya hanya mendengar orang bicara soal jarak poin antara Persija dan Persib. Tapi mereka lupa kalau kami juga bersaing meraih gelar,” tambah Fabio.

Pernyataan tersebut menunjukkan kepercayaan diri tinggi dari kubu Borneo FC. Mereka merasa layak diperhitungkan sebagai kandidat kuat juara musim ini.

Mario Peralta Jadi Pembeda

Salah satu pemain yang paling mencuri perhatian dalam laga ini tentu saja Mario Peralta. Penyerang Borneo FC itu tampil luar biasa pada babak kedua dan sukses mencetak dua gol penting.

Performa apik Peralta bahkan mendapat pujian langsung dari pelatih Bali United, Johnny Jansen.

“Di babak pertama, kami bermain bagus dan cetak gol. Di babak kedua, Peralta sangat bagus dan bisa cetak gol,” ujar Johnny Jansen.

Menurutnya, Bali United sebenarnya memiliki cukup banyak peluang untuk menambah gol. Namun efektivitas Borneo FC pada babak kedua menjadi faktor pembeda dalam pertandingan tersebut.

Johnny mengaku kecewa dengan hasil akhir karena timnya gagal mempertahankan keunggulan di kandang sendiri.

Kontroversi dan Kritik untuk Borneo FC

Di balik kemenangan dramatis tersebut, Johnny Jansen juga menyoroti satu momen yang dianggap kurang sportif dari pemain Borneo FC.

Ia menyinggung situasi ketika ada pemain dari kedua tim tergeletak di lapangan. Saat itu Boris Kopitovic membuang bola keluar lapangan sebagai bentuk sportivitas.

Namun menurut Johnny, pemain Borneo FC tetap melanjutkan permainan dan tidak mengembalikan bola seperti yang diharapkan.

“Kalau mereka mau menjadi juara, harusnya menjadi juara yang gentle,” tegasnya.

Meski begitu, kemenangan ini tetap menjadi modal penting bagi Borneo FC dalam perburuan gelar juara BRI Super League 2025/2026. Dengan dua pertandingan tersisa, persaingan papan atas dipastikan akan semakin panas dan penuh tekanan hingga akhir musim.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE