Persaingan panas BRI Super League 2025/2026 memasuki fase paling krusial. Persib Bandung kini berada di titik penentuan saat harus bertandang ke markas PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Minggu (17/5/2026) malam WIB.
Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Di satu sisi, Persib sedang berjuang mempertahankan posisi puncak klasemen, sementara di sisi lain PSM Makassar ingin menutup musim dengan hasil terbaik di hadapan pendukungnya sendiri.
Situasi ini membuat duel diprediksi berlangsung panas, penuh tensi, dan sarat tekanan mental bagi kedua tim.
Persib Bandung di Puncak Klasemen, Tapi Belum Aman
Saat ini, Persib Bandung masih berdiri di puncak klasemen sementara dengan koleksi 75 poin dari 32 pertandingan. Namun posisi tersebut belum sepenuhnya aman.
Pasalnya, Borneo FC terus menempel ketat di peringkat kedua dengan jumlah poin yang sama. Artinya, satu kesalahan kecil saja bisa mengubah segalanya.
Persib wajib menjaga konsistensi jika ingin mengamankan peluang meraih gelar juara ketiga secara beruntun.
Beberapa fakta penting jelang laga ini:
- Persib dan Borneo FC sama-sama mengoleksi 75 poin
- Sisa pertandingan tinggal dua laga penentu
- Head-to-head bisa menjadi faktor penentu klasemen
- Persib unggul secara psikologis di laga kandang terakhir
- Tekanan besar ada di kubu Maung Bandung
Dengan kondisi ini, laga melawan PSM Makassar menjadi titik paling krusial dalam perjalanan Persib musim ini.
Rekor Buruk Persib di Parepare Jadi Ancaman Serius
Satu hal yang membuat laga ini semakin berat adalah rekor buruk Persib Bandung saat bermain di Stadion Gelora BJ Habibie.
Dalam dua pertemuan terakhir di Parepare, Persib selalu pulang tanpa poin. Catatan ini jelas menjadi alarm bahaya bagi skuad Maung Bandung.
Pada musim 2022/2023, Persib mengalami kekalahan telak 1-5 dari PSM Makassar. Saat itu, tim masih ditangani caretaker Budiman Yunus.
Gol PSM dicetak oleh Yakob Sayuri dan Ramadhan Sananta (masing-masing dua gol), serta Wiljan Pluim. Sementara satu-satunya gol Persib dicetak oleh Marc Klok.
Kemudian pada musim 2023/2024, Persib kembali takluk dengan skor 2-4. Gol PSM saat itu disumbangkan oleh Kenzo Nambu, Victor Dethan, Everton, dan Andy Harjito.
Dua hasil ini menunjukkan bahwa Parepare bukan tempat yang ramah bagi Persib Bandung.
Laga Tanpa Bojan Hodak, Tantangan Semakin Berat
Dalam pertandingan kali ini, Persib juga harus menghadapi tantangan tambahan: absennya pelatih kepala Bojan Hodak di pinggir lapangan.
Pelatih asal Kroasia tersebut harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning, sehingga tidak bisa mendampingi langsung tim saat melawan PSM Makassar.
Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri karena Bojan dikenal sebagai sosok penting dalam mengatur ritme permainan Persib dari pinggir lapangan.
Meski demikian, tim tetap percaya diri karena sudah terbiasa menghadapi situasi serupa di beberapa pertandingan sebelumnya.
Igor Tolic Siap Ambil Alih Komando
Peran Bojan Hodak akan digantikan oleh asistennya, Igor Tolic. Bagi Igor, ini bukan pengalaman baru.
Ia sebelumnya sudah beberapa kali memimpin Persib dari pinggir lapangan, dengan hasil yang cukup beragam.
Beberapa catatan saat Igor Tolic memimpin Persib:
- Kalah 0-2 dari Malut United (pekan ke-12)
- Menang 5-0 atas Madura United (pekan ke-23)
- Menang 1-0 atas PSM Makassar (Musim 2024/2025)
Catatan tersebut menunjukkan bahwa Igor memiliki pengalaman menghadapi tekanan, termasuk saat laga penting.
Kini, ia kembali dihadapkan pada tantangan besar untuk menjaga peluang Persib di jalur juara.
PSM Makassar Tanpa Beban, Justru Lebih Berbahaya
Di sisi lain, PSM Makassar datang dengan kondisi berbeda. Mereka sudah memastikan aman dari zona degradasi sehingga bisa bermain lebih lepas tanpa tekanan.
Situasi ini sering kali membuat tim menjadi lebih berbahaya karena mereka bermain tanpa beban.
Selain itu, PSM juga memiliki motivasi besar untuk menutup laga kandang dengan kemenangan di hadapan suporter sendiri.
Hal ini membuat Persib tidak bisa lengah sedikit pun sepanjang pertandingan.
Laga Penentu yang Tidak Boleh Gagal
Dengan hanya tersisa dua pertandingan, Persib Bandung berada di fase paling sensitif dalam perburuan gelar juara. Laga melawan PSM Makassar bisa menjadi penentu arah trofi musim ini.
Jika Persib gagal meraih kemenangan, peluang untuk disalip Borneo FC terbuka sangat lebar. Apalagi rival mereka juga akan memainkan pertandingan di waktu yang sama.
Sebaliknya, kemenangan akan membuat langkah Maung Bandung semakin ringan menuju partai terakhir melawan Persijap Jepara di kandang sendiri.
Kesimpulan: Ujian Mental Juara Maung Bandung
Pertandingan di Parepare bukan hanya soal taktik, tetapi juga soal mental juara. Persib Bandung harus mampu mengatasi tekanan rekor buruk, absennya pelatih kepala, dan motivasi tinggi tuan rumah.
Di momen seperti ini, karakter tim benar-benar diuji.
Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Maung Bandung menjawab tantangan terbesar mereka musim ini: bertahan di puncak atau tergelincir di detik-detik akhir perebutan gelar BRI Super League 2025/2026.
BACA JUGA :












