1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Dari Lapangan ke Bangku Pelatih, Achmad Jufriyanto Ungkap Konflik Peran di Persib Bandung

Perjalanan karier Achmad Jufriyanto di Persib Bandung memasuki babak yang unik sekaligus menarik untuk disimak. Meski tak lagi menjadi pilihan utama di BRI Super League 2025/2026, peran Jupe justru tidak menghilang begitu saja. Sebaliknya, ia kini mengemban tanggung jawab ganda sebagai pemain sekaligus asisten pelatih Persib.

Bagi publik Bandung, nama Jufriyanto bukan sekadar pemain biasa. Ia adalah bagian penting dari sejarah Maung Bandung, sosok yang sudah melewati berbagai era dan tetap setia mengabdi untuk klub kebanggaan Bobotoh.

Peran Baru Jupe di Persib Bandung

Di usia 39 tahun, Achmad Jufriyanto kini mendapat kepercayaan baru dari manajemen Persib. Ia tidak hanya berada di ruang ganti sebagai pemain senior, tetapi juga terlibat langsung dalam struktur kepelatihan tim.

Peran ini membuatnya menjadi penghubung penting antara pelatih kepala Bojan Hodak dengan para pemain lokal, terutama pemain muda yang sedang berkembang.

Manajemen Persib menilai pengalaman panjang Jupe menjadi aset berharga yang tidak bisa digantikan hanya dengan kemampuan di lapangan.

Beberapa alasan penting penunjukan peran ganda Jupe:

  1. Pengalaman panjang di level tertinggi sepak bola Indonesia
  2. Loyalitas tinggi terhadap Persib Bandung
  3. Kemampuan komunikasi dengan pemain muda
  4. Pemahaman kultur tim dan ruang ganti
  5. Lisensi kepelatihan yang sudah dikantongi

Sosok Penting di Balik Sukses Persib

Achmad Jufriyanto bukan nama baru di tubuh Persib. Ia sudah tiga kali membela Maung Bandung dalam periode berbeda, yakni 2013–2015, 2017–2018, serta 2019 hingga sekarang.

Sebagai pemain bertipe “tukang jagal” di lini pertahanan, Jupe dikenal sebagai sosok yang disiplin, keras, namun sangat berpengaruh dalam menjaga stabilitas tim.

Kontribusinya turut membantu Persib meraih berbagai gelar, termasuk keberhasilan back to back juara Liga Indonesia dalam beberapa musim terakhir.

Jika Persib kembali menjuarai BRI Super League 2025/2026, maka Jupe berpotensi mencatat sejarah sebagai salah satu figur yang meraih gelar beruntun dalam tiga periode berbeda bersama klub yang sama.

Jembatan Antara Pelatih dan Pemain Lokal

Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube VINDES, Jupe menjelaskan secara terbuka mengenai tugas barunya sebagai bagian dari staf pelatih Persib Bandung.

Ia menegaskan bahwa fokus utamanya adalah menjadi penghubung antara pelatih dan pemain lokal, terutama di tengah dominasi pemain asing di skuad Maung Bandung.

“Kapasitas saya itu cuma bagaimana saya bisa menjelaskan kepada pemain lokal, khususnya yang masih muda-muda,” ujar Jufriyanto.

Menurutnya, komunikasi menjadi tantangan tersendiri karena sebagian besar instruksi pelatih disampaikan dalam bahasa Inggris.

Berikut peran utama Jupe di dalam tim:

  1. Menerjemahkan instruksi pelatih ke bahasa yang lebih sederhana
  2. Membantu pemain muda memahami taktik dasar
  3. Menjadi penghubung antara pemain lokal dan staf asing
  4. Menjaga komunikasi di ruang ganti tetap efektif
  5. Memberi arahan berdasarkan pengalaman di lapangan

“Kalau pelatih ngomong full pakai bahasa Inggris. Jadi saya cuma bagaimana menyampaikan ke pemain lokal pakai bahasa sehari-hari,” tambahnya.

Tugas di Luar Lapangan Tak Kalah Penting

Meski tidak selalu tampil sebagai starter di pertandingan, peran Jufriyanto di luar lapangan justru semakin vital. Ia kini sudah masuk dalam grup kepelatihan yang menangani program latihan harian tim.

Jupe mengungkapkan bahwa ia sudah mengetahui menu latihan bahkan sebelum sesi dimulai.

“Kalau program latihan, saya sudah masuk grup pelatih. Jadi sebelum latihan dimulai, saya sudah tahu apa yang akan dilakukan,” jelasnya.

Bahkan, ia kerap datang lebih awal ke lapangan untuk membantu persiapan latihan bersama staf pelatih lainnya.

“Kita kadang setengah jam sebelum latihan sudah harus di lapangan. Saya bantu pasang cone dan menyiapkan program latihan,” lanjutnya.

Hal ini menunjukkan bahwa peran Jupe tidak hanya simbolis, tetapi benar-benar aktif dalam proses kepelatihan Persib.

Soal Taktik Tetap di Tangan Bojan Hodak

Meski kini menjadi bagian dari staf pelatih, Achmad Jufriyanto menegaskan bahwa urusan taktik dan strategi permainan tetap menjadi wewenang pelatih kepala, Bojan Hodak.

Ia hanya berperan dalam membantu implementasi program latihan serta memastikan pemain memahami instruksi dengan baik.

Menurutnya, hal ini penting agar struktur kepelatihan tetap jelas dan tidak tumpang tindih.

Dengan demikian, Jupe lebih berperan sebagai penghubung teknis di lapangan latihan, bukan pengambil keputusan taktik utama.

Lisensi Kepelatihan Jadi Modal Penting

Kepercayaan yang diberikan Persib kepada Jufriyanto juga tidak lepas dari lisensi kepelatihan yang ia miliki. Ia telah menyelesaikan AFC A Diploma, yang menjadi salah satu syarat penting dalam dunia kepelatihan profesional.

“Sudah selesai AFC A Diploma. Itu bisa melatih Liga 2, tapi untuk Liga 1 masih perlu AFC A Pro,” ungkapnya.

Lisensi tersebut menjadi langkah awal Jupe dalam transisi karier dari pemain menuju dunia kepelatihan secara penuh di masa depan.

Kesimpulan: Peran Ganda yang Penuh Makna

Kisah Achmad Jufriyanto di Persib Bandung menunjukkan bahwa kontribusi seorang pemain tidak selalu harus diukur dari menit bermain di lapangan.

Dengan peran sebagai pemain sekaligus asisten pelatih, Jupe kini menjadi sosok penting dalam membangun jembatan komunikasi, menjaga stabilitas tim, dan membantu perkembangan pemain muda.

Di usia senja sebagai pesepak bola profesional, ia justru membuka babak baru yang berpotensi menjadi fondasi kariernya di dunia kepelatihan.

Bagi Persib dan Bobotoh, kehadiran Jupe bukan hanya soal nostalgia, tetapi juga tentang dedikasi, loyalitas, dan evolusi seorang legenda hidup Maung Bandung.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE