1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP: Cemas dengan Pola Pikir SSB, Indra Sjafri Minta Anak Dididik Lebih Kompetitif

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri, kembali melontarkan pandangannya soal pembinaan sepak bola usia muda di Tanah Air. Ia menyoroti masih kuatnya pola pikir keliru yang berkembang di lingkungan Sekolah Sepak Bola (SSB), terutama terkait cara memandang kemenangan dan kekalahan.

Menurut pelatih yang sukses mempersembahkan gelar Piala AFF U-19, Piala AFF U-23, hingga medali emas SEA Games untuk Indonesia tersebut, masih banyak orang tua dan pelatih yang belum siap menerima kekalahan dengan cara yang sehat dalam sebuah kompetisi.

Pembinaan Usia Dini Bukan Sekadar Teknik

Indra Sjafri menegaskan bahwa pembinaan pemain muda tidak bisa hanya berfokus pada kemampuan teknis di lapangan. Lebih dari itu, pembentukan karakter dan mentalitas kompetitif harus menjadi bagian utama sejak usia dini.

Ia memahami bahwa mengelola SSB di Indonesia bukanlah pekerjaan mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari keterbatasan dana, minimnya fasilitas latihan, hingga belum meratanya kualitas pelatih di berbagai daerah.

Meski begitu, SSB tetap menjadi fondasi penting dalam melahirkan pemain-pemain yang nantinya akan memperkuat Timnas Indonesia di berbagai level usia.

“Setiap kali tim saya juara, saya selalu menyampaikan terima kasih pertama itu kepada SSB. Karena mengelola SSB itu tidak gampang,” ujar Indra Sjafri melalui kanal YouTube One Corner tvOneNews.

“Banyak tantangan, mulai dari keuangan, lapangan, infrastruktur, sampai kualitas pelatih. Dari situlah pemain-pemain muda ini dibentuk,” lanjutnya.

Indra Sjafri: Juara di Usia Muda Itu Bukan Masalah

Salah satu poin penting yang disampaikan Indra adalah anggapan bahwa juara di level usia dini tidak penting. Menurutnya, pemahaman seperti itu justru keliru dan bisa berdampak pada perkembangan mental pemain.

Ia menekankan bahwa jiwa kompetitif harus sudah ditanamkan sejak anak-anak mulai berlatih sepak bola. Kompetisi, menurutnya, adalah bagian penting untuk membentuk mental pemenang.

“Banyak yang bilang tidak penting juara di usia muda. Menurut saya bukan begitu. Jiwa kompetitif harus ditanamkan sejak kecil,” tegasnya.

“Anak-anak harus terbiasa ingin menjadi yang terbaik. Itu soal mentalitas,” tambah pelatih berusia 63 tahun tersebut.

Indra bahkan menilai bahwa yang sering merusak esensi kompetisi justru bukan dari anak-anak, melainkan dari orang dewasa di sekitarnya.

“Yang sering merusak itu orang dewasa, bukan anak-anaknya,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan pola pikir yang melarang anak-anak untuk meraih kemenangan.

“Masa anak-anak dilarang juara? Itu tidak benar. Kompetisi memang untuk mencari yang terbaik,” kata Indra.

Peran Orang Tua dan Pelatih Jadi Kunci

Selain soal mentalitas kompetitif, Indra Sjafri juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam perkembangan pemain muda. Ia mengingatkan bahwa dukungan kepada anak harus tetap berada dalam batas yang wajar agar tidak berubah menjadi tekanan berlebihan.

Menurutnya, orang tua perlu mendapatkan pemahaman yang benar agar bisa mendukung anak secara positif tanpa merusak proses pembinaan.

“Oleh karena itu, semua elemen harus terlibat, termasuk orang tua. Mereka harus diberi pemahaman yang tepat tentang bagaimana cara mendukung anak,” jelasnya.

Di sisi lain, Indra juga menekankan pentingnya kualitas pelatih di SSB. Ia menilai pelatih usia dini harus memiliki lisensi dan kompetensi yang memadai karena mereka memegang peran penting dalam membentuk masa depan pemain.

“Hanya pelatih yang benar-benar berkualitas dan tersertifikasi yang seharusnya menangani SSB,” ujarnya.

“Karena lebih baik pemain berlatih sendiri daripada dilatih oleh orang yang tidak paham,” tambahnya.

Konsisten Dorong Pembinaan Usia Muda

Dalam beberapa waktu terakhir, Indra Sjafri memang aktif melakukan kegiatan coaching clinic di berbagai daerah di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari komitmennya untuk meningkatkan kualitas pembinaan sepak bola usia muda di Tanah Air.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, ia berharap lahir generasi pesepak bola Indonesia yang tidak hanya memiliki kemampuan teknik, tetapi juga mental juara yang kuat sejak usia dini.

BACA JUGA :

CLOSE