1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP: 4 Bintang Muda Bersinar di BRI Super League 2025/2026, Jadi Andalan John Herdman

BRI Super League 2025/2026 menjadi panggung lahirnya banyak talenta muda berbakat yang tampil konsisten sepanjang musim. Sejumlah pemain muda Indonesia berhasil menunjukkan kualitas terbaik mereka hingga mampu menjadi pilar penting di klub masing-masing.

Menariknya, performa impresif para pemain muda ini tidak hanya berdampak di level klub, tetapi juga membuka jalan menuju Tim Nasional Indonesia. Beberapa di antaranya bahkan sudah mendapatkan panggilan dari pelatih John Herdman untuk memperkuat Garuda di agenda FIFA Matchday.

Penilaian terhadap pemain muda ini tidak hanya berdasarkan jumlah gol atau assist, tetapi juga mencakup menit bermain, konsistensi performa, hingga kontribusi defensif dan ofensif di lapangan.

Berikut empat pemain muda yang tampil paling menonjol sepanjang musim BRI Super League 2025/2026.

Dony Tri Pamungkas – Bek Muda Andalan Persija Jakarta

Nama Dony Tri Pamungkas kembali menjadi sorotan berkat performa konsistennya bersama Persija Jakarta. Bek kiri berusia 21 tahun ini tampil sebagai salah satu pemain paling stabil di skuad Macan Kemayoran sepanjang musim.

Tidak hanya bersinar di level klub, Dony juga sempat menunjukkan kualitasnya saat membela Timnas Indonesia dalam ajang FIFA Series 2026.

Sepanjang musim 2025/2026, Dony mencatatkan 26 penampilan dengan total 2.038 menit bermain. Dari kontribusi ofensif, ia menyumbang 1 gol dan 1 assist, sebuah catatan solid untuk pemain bertahan.

Secara statistik, Dony tampil impresif dengan 70 intersep dan 52 recovery bola. Dalam membantu serangan, ia juga mencatat 31 dribel sukses serta 15 umpan silang akurat.

Performa lengkap inilah yang membuatnya masuk dalam radar penghargaan Best Young Player BRI Super League 2025/2026 sekaligus menjadi salah satu bek muda paling menjanjikan di Indonesia.

Cahya Supriadi – Tembok Muda di Bawah Mistar PSIM Yogyakarta

Di posisi penjaga gawang, nama Cahya Supriadi menjadi salah satu kiper muda yang paling bersinar musim ini. Penjaga gawang berusia 23 tahun itu sukses mengamankan posisi utama di PSIM Yogyakarta di bawah arahan pelatih Jean-Paul van Gastel.

Kepercayaan penuh yang diberikan kepadanya dibayar lunas dengan performa konsisten sepanjang musim.

Cahya tampil dalam 32 pertandingan dengan total 2.880 menit bermain dan berhasil mencatatkan 9 clean sheet.

Salah satu keunggulan utamanya adalah refleks dan kemampuan membaca arah bola, yang tercermin dari catatan save rate mencapai 83 persen—angka yang sangat impresif untuk kiper muda di kompetisi ketat seperti BRI Super League.

Performa stabilnya membuat Cahya kembali mendapatkan panggilan ke Timnas Indonesia di bawah pelatih John Herdman untuk FIFA Matchday Juni 2026, membuktikan bahwa dirinya kini mulai diperhitungkan di level nasional.

Rivaldo Pakpahan – Motor Lini Tengah Borneo FC

Rivaldo Pakpahan menjadi salah satu gelandang muda yang tampil paling konsisten di BRI Super League 2025/2026. Pemain berusia 23 tahun ini berperan penting dalam perjalanan Borneo FC yang bersaing ketat di papan atas klasemen hingga akhirnya finis sebagai runner-up.

Sebagai gelandang, Rivaldo menunjukkan keseimbangan antara kemampuan bertahan dan membangun serangan. Ia menjadi bagian penting dalam sistem permainan tim sepanjang musim.

Dalam 26 penampilan, ia mencatat 2.205 menit bermain serta menyumbangkan 2 assist untuk Borneo FC.

Dari sisi statistik, Rivaldo mencatat akurasi umpan mencapai 92 persen, serta 84 intersep dan 59 recovery bola—angka yang menunjukkan kualitasnya sebagai gelandang modern yang solid dan disiplin.

Performa konsistennya membuat ia juga mendapat kesempatan dipanggil ke Timnas Indonesia untuk agenda FIFA Matchday Juni 2026.

Yano Putra – Bintang Muda PSBS Biak yang Mencuri Perhatian

Meski PSBS Biak harus menghadapi musim yang sulit hingga akhirnya terdegradasi, satu nama yang tetap bersinar adalah Yano Putra. Gelandang berusia 22 tahun ini tampil cukup menonjol dan menjadi salah satu pemain paling konsisten di skuadnya.

Di tengah situasi tim yang tidak stabil, Yano tetap mampu menunjukkan kualitas individu yang menjanjikan.

Ia mencatatkan 31 penampilan dengan total 2.297 menit bermain, serta kontribusi 2 gol dan 2 assist sepanjang musim.

Meski belum mendapatkan panggilan ke Timnas Indonesia, performa Yano dianggap masih terus berkembang. Banyak pengamat menilai ia berpotensi menjadi rebutan klub-klub besar di bursa transfer musim depan, terutama karena usia yang masih sangat ideal untuk berkembang.

Generasi Baru Sepak Bola Indonesia Mulai Bermunculan

Keempat pemain muda ini menjadi bukti bahwa regenerasi sepak bola Indonesia berjalan ke arah yang positif. Dengan menit bermain yang tinggi, kontribusi nyata di klub, serta kesempatan membela Timnas Indonesia, mereka menunjukkan bahwa kualitas pemain lokal terus meningkat.

Jika konsistensi ini terjaga, bukan tidak mungkin nama-nama seperti Dony Tri Pamungkas, Cahya Supriadi, Rivaldo Pakpahan, dan Yano Putra akan menjadi tulang punggung Timnas Indonesia di masa depan.

BACA JUGA :

CLOSE