1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP: Dandri Dauri Ungkap Budaya Kekeluargaan yang Mengantar Borneo FC ke Puncak Prestasi

Borneo FC kembali membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Indonesia setelah menutup musim BRI Super League 2025/2026 dengan pencapaian yang membanggakan. Meski gagal menghentikan laju Persib Bandung yang sukses mempertahankan gelar juara, Pesut Etam tetap mampu mengakhiri musim di papan atas dan mengungguli sejumlah klub besar seperti Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, hingga PSM Makassar.

Hasil tersebut sekaligus mengantarkan klub asal Samarinda itu mengamankan tiket menuju ASEAN Club Championship 2026/2027, sebuah ajang yang akan menjadi kesempatan bagi Borneo FC untuk menunjukkan kualitas mereka di level Asia Tenggara.

Namun di balik pencapaian gemilang itu, ada sebuah filosofi yang menjadi fondasi utama kesuksesan klub. Filosofi tersebut datang dari sosok Dandri Dauri, manajer yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk perkembangan sepak bola di Kalimantan.

Borneo FC dan Perjalanan Panjang Menuju Papan Atas

Kesuksesan yang diraih Borneo FC bukanlah hasil instan. Klub ini dibangun melalui proses panjang yang penuh tantangan, mulai dari pembentukan skuad, pengembangan organisasi, hingga menciptakan budaya klub yang kuat.

Dandri Dauri menjadi salah satu figur sentral di balik perjalanan tersebut. Sebelum dikenal sebagai manajer Borneo FC, ia telah lebih dahulu menimba pengalaman bersama Persisam Putra Samarinda, klub yang pernah menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur.

Ketika Persisam berpindah dan bertransformasi menjadi Bali United, Dandri bersama Presiden Klub Nabil Husien Said Amin mengambil langkah berani dengan mendirikan Borneo FC. Keputusan itu kemudian menjadi awal lahirnya salah satu klub paling konsisten di sepak bola Indonesia dalam satu dekade terakhir.

Dengan pengalaman hampir 24 tahun berkecimpung di dunia sepak bola profesional, Dandri memahami bahwa membangun tim hebat tidak cukup hanya dengan mendatangkan pemain berkualitas. Lebih dari itu, dibutuhkan budaya yang mampu menyatukan seluruh elemen klub.

Awalnya Bukan Pecinta Sepak Bola

Menariknya, perjalanan Dandri menuju dunia sepak bola tidak terjadi secara langsung.

Ia mengaku bahwa saat masih muda, olahraga yang lebih dekat dengan kehidupannya justru adalah bulu tangkis. Bahkan setelah menyelesaikan pendidikan, lingkungan pergaulannya lebih banyak diisi oleh rekan-rekan yang aktif di cabang olahraga tersebut.

Keinginannya untuk menjadi pemain sepak bola sebenarnya datang dari dorongan sang ayah. Namun, jalan hidup membawanya ke arah yang berbeda.

Kesempatan memasuki dunia sepak bola muncul ketika Dandri aktif dalam organisasi kepemudaan. Melalui berbagai kegiatan organisasi, ia mulai mengenal banyak tokoh olahraga yang kemudian membuka pintu baginya untuk terlibat lebih jauh dalam manajemen sepak bola.

Dari sinilah perjalanan panjangnya dimulai, hingga akhirnya menjadi salah satu sosok penting di balik perkembangan sepak bola Samarinda.

Dari Persisam Hingga Membangun Borneo FC

Karier Dandri di sepak bola profesional dimulai saat bergabung dengan Persisam Samarinda. Selama bertahun-tahun, ia belajar langsung mengenai bagaimana sebuah klub dikelola, mulai dari aspek teknis hingga manajemen.

Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga ketika ia dan Nabil Husien mendirikan Borneo FC.

Berbeda dengan banyak klub yang hanya fokus pada hasil jangka pendek, Borneo FC dibangun dengan visi jangka panjang. Mereka ingin menciptakan klub yang memiliki identitas kuat, budaya positif, dan mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi.

Hasilnya mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Borneo FC tidak hanya menjadi pesaing serius dalam perebutan gelar juara, tetapi juga dikenal sebagai salah satu klub dengan sistem manajemen paling stabil di Indonesia.

Filosofi Kekeluargaan yang Menjadi Kekuatan Utama

Jika ditanya apa rahasia terbesar di balik keberhasilan Borneo FC, Dandri Dauri memiliki jawaban yang sederhana: keluarga.

Menurutnya, suasana kekeluargaan bukan sekadar slogan yang dipasang di ruang ganti atau media sosial klub. Filosofi tersebut benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seluruh anggota tim.

Setiap pemain yang datang ke Borneo FC tidak hanya dianggap sebagai aset klub, tetapi juga bagian dari keluarga besar Pesut Etam.

Dandri percaya bahwa pemain sehebat apa pun tidak akan mampu memberikan kontribusi maksimal jika tidak merasa nyaman dengan lingkungan di sekitarnya. Karena itu, ia selalu berusaha menciptakan suasana yang membuat semua orang merasa dihargai dan diterima.

Pendekatan tersebut terbukti efektif dalam menjaga kekompakan tim selama menghadapi kompetisi yang panjang dan penuh tekanan.

Tidak Ada Pemain Bintang di Borneo FC

Salah satu prinsip yang paling menarik dari Dandri Dauri adalah pandangannya mengenai status pemain bintang.

Di era sepak bola modern yang sering kali berpusat pada individu, Dandri justru memilih pendekatan yang berbeda. Ia tidak ingin ada pemain yang merasa lebih penting dibandingkan anggota tim lainnya.

Menurutnya, label “bintang” bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi dapat meningkatkan kepercayaan diri pemain, tetapi di sisi lain berpotensi menimbulkan kecemburuan dan merusak keharmonisan tim.

Karena itulah, di dalam lingkungan Borneo FC, tidak ada perlakuan khusus terhadap pemain tertentu.

Semua pemain memiliki peran yang sama pentingnya dalam perjalanan tim.

Meski Borneo FC pernah memiliki pencetak gol terbanyak, kiper terbaik, hingga pemain yang mendapatkan penghargaan individu, Dandri tetap menegaskan bahwa penghargaan tersebut hanyalah hasil dari proses panjang dan kerja sama tim.

Baginya, keberhasilan individu adalah bonus dari keberhasilan kolektif.

Semua Pemain Adalah Pemimpin

Filosofi Dandri tidak berhenti pada konsep anti-bintang. Ia juga memiliki pandangan unik mengenai kepemimpinan di dalam tim.

Jika banyak klub hanya mengandalkan kapten sebagai pemimpin utama, Borneo FC justru menanamkan mentalitas bahwa setiap pemain adalah leader.

Pendekatan ini membuat seluruh anggota tim merasa memiliki tanggung jawab yang sama terhadap keberhasilan klub.

Ketika semua pemain memiliki jiwa kepemimpinan, maka komunikasi di lapangan menjadi lebih baik, solidaritas semakin kuat, dan tim tidak bergantung pada satu sosok tertentu.

Inilah yang membuat Borneo FC mampu tetap kompetitif meski mengalami pergantian pemain maupun pelatih dari musim ke musim.

Fondasi Menuju Masa Depan yang Lebih Cerah

Keberhasilan menembus ASEAN Club Championship 2026/2027 menjadi bukti bahwa filosofi yang diterapkan Dandri Dauri bukan sekadar teori.

Borneo FC kini telah berkembang menjadi salah satu klub paling disegani di Indonesia. Mereka tidak hanya dikenal karena kualitas permainan di lapangan, tetapi juga karena budaya organisasi yang sehat dan profesional.

Dengan fondasi kekeluargaan yang kuat, semangat kebersamaan yang terus dijaga, serta keyakinan bahwa setiap anggota tim memiliki peran penting, Pesut Etam memiliki modal besar untuk terus berkembang di masa depan.

Bagi Dandri Dauri, sepak bola bukan hanya soal menang dan kalah. Lebih dari itu, sepak bola adalah tentang membangun keluarga besar yang bergerak menuju tujuan yang sama. Dan sejauh ini, filosofi tersebut telah membawa Borneo FC terbang semakin tinggi di kancah sepak bola Indonesia.

BACA JUGA :

CLOSE