1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Riyatno Abiyoso Pasang Target Tinggi, Siap Bersinar Bersama PSIM di Super League

Musim kompetisi memang telah berakhir, tetapi perjuangan seorang pesepak bola profesional tidak pernah benar-benar berhenti. Hal itu yang kini ditunjukkan oleh winger PSIM Yogyakarta, Riyatno Abiyoso, yang tetap menjaga kondisi fisiknya meski kompetisi sedang memasuki masa jeda.

Pemain berusia 27 tahun tersebut memiliki ambisi besar menyambut BRI Super League 2026/2027. Setelah melalui musim yang penuh tantangan bersama Laskar Mataram, Abiyoso ingin mendapatkan menit bermain lebih banyak sekaligus memberikan kontribusi yang lebih maksimal untuk tim kebanggaan Kota Gudeg.

Dengan persiapan yang matang dan motivasi yang tinggi, mantan pemain Persela Lamongan itu berharap bisa menjadi salah satu pemain penting dalam perjalanan PSIM musim depan.

Tetap Berlatih Meski Kompetisi Libur

BRI Super League 2025/2026 telah resmi berakhir sejak akhir Mei lalu. Para pemain PSIM Yogyakarta kini mendapatkan waktu libur sebelum kembali berkumpul untuk menjalani persiapan musim baru.

Namun bagi Riyatno Abiyoso, masa liburan bukan berarti berhenti berlatih. Ia memilih tetap menjaga kebugaran tubuhnya agar kondisi fisiknya tidak mengalami penurunan yang signifikan selama jeda kompetisi.

Langkah tersebut menjadi bukti keseriusan Abiyoso dalam mempersiapkan diri menghadapi musim baru. Sebagai pemain profesional, menjaga kebugaran menjadi aspek penting agar bisa langsung tampil maksimal saat tim kembali menggelar latihan bersama.

Beberapa hal yang biasanya dilakukan pemain selama masa libur kompetisi antara lain:

  • Menjalani program latihan mandiri
  • Menjaga pola makan dan nutrisi
  • Melakukan latihan kebugaran ringan
  • Menjaga berat badan ideal
  • Memulihkan kondisi fisik setelah musim panjang

Komitmen seperti inilah yang ingin terus dijaga oleh Abiyoso agar siap bersaing ketika kompetisi kembali bergulir.

Perjalanan Dinamis Bersama PSIM Yogyakarta

Musim 2025/2026 menjadi musim yang cukup menarik bagi Riyatno Abiyoso. Setelah bergabung dengan PSIM Yogyakarta pada Juli 2025, ia harus bekerja keras untuk mendapatkan tempat di skuad utama.

Persaingan yang ketat membuat Abiyoso tidak langsung menjadi pilihan utama pelatih. Pada awal musim, ia lebih sering memulai pertandingan dari bangku cadangan.

Namun seiring berjalannya waktu, kerja kerasnya mulai membuahkan hasil. Ia mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain dan berhasil menunjukkan kualitas yang dimilikinya.

Sepanjang musim lalu, Abiyoso mencatatkan:

  • 22 penampilan bersama PSIM
  • 1 gol
  • 2 assist
  • Berperan dalam berbagai pertandingan penting

Meski statistik tersebut belum terlalu mencolok, kontribusinya tetap mendapat perhatian. Kemampuannya bermain di sektor sayap memberikan variasi serangan yang dibutuhkan oleh tim.

Persaingan Ketat di Lini Sayap

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Abiyoso musim lalu adalah ketatnya persaingan di lini sayap.

Pada awal kompetisi, posisi sayap kiri banyak dihuni oleh pemain lain yang juga tampil cukup baik. Salah satunya adalah Deri Corfe yang sempat menjadi pilihan utama di sektor tersebut.

Situasi itu membuat Abiyoso harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan kepercayaan pelatih. Beruntung, ia mampu memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan dengan cukup baik.

Persaingan internal yang sehat sebenarnya menjadi keuntungan bagi tim. Setiap pemain terdorong untuk menunjukkan performa terbaik demi mendapatkan tempat di starting eleven.

Bagi Abiyoso, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga yang dapat membantunya berkembang menjadi pemain yang lebih matang.

Target Besar untuk Musim 2026/2027

Meski musim lalu belum berjalan sempurna, Abiyoso tetap optimistis menyambut kompetisi baru.

Pemain yang masih terikat kontrak hingga 31 Mei 2027 itu memiliki dua target utama untuk musim depan, yaitu mendapatkan menit bermain lebih banyak dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi tim.

Ambisi tersebut menunjukkan bahwa Abiyoso tidak ingin sekadar menjadi bagian dari skuad. Ia ingin menjadi pemain yang benar-benar memberikan dampak positif bagi PSIM Yogyakarta.

Beberapa target yang ingin dicapainya musim depan antara lain:

1. Menambah Menit Bermain

Kesempatan tampil secara reguler menjadi prioritas utama agar ia bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya.

2. Meningkatkan Produktivitas

Abiyoso tentu berharap bisa mencetak lebih banyak gol dan assist dibanding musim sebelumnya.

3. Membantu Prestasi Tim

Selain target individu, ia juga ingin membantu PSIM meraih hasil yang lebih baik dibanding musim lalu.

4. Menjadi Pemain yang Lebih Konsisten

Konsistensi performa menjadi faktor penting untuk mempertahankan posisi di dalam tim utama.

PSIM Bersiap Menyambut Musim Baru

Manajemen PSIM Yogyakarta telah menyusun agenda persiapan menghadapi BRI Super League 2026/2027.

General Manager PSIM, Steven Sunny, mengungkapkan bahwa tim kemungkinan akan mulai menjalani persiapan pada Juli mendatang. Jadwal tersebut dianggap ideal mengingat kompetisi baru dijadwalkan dimulai pada 4 September 2026.

Dengan waktu persiapan sekitar dua bulan, tim pelatih memiliki kesempatan yang cukup untuk membangun kondisi fisik pemain, memperkuat taktik, serta meningkatkan chemistry antar pemain.

Persiapan yang matang menjadi sangat penting mengingat persaingan di Super League musim depan diperkirakan akan semakin ketat.

Jean-Paul van Gastel Tetap Memimpin Laskar Mataram

Kabar baik lainnya bagi PSIM adalah kepastian bertahannya pelatih kepala Jean-Paul van Gastel.

Manajemen memutuskan untuk tetap mempertahankan pelatih asal Belanda tersebut setelah menilai kinerjanya cukup positif selama musim lalu.

Keputusan ini memberikan stabilitas bagi tim karena para pemain tidak perlu kembali beradaptasi dengan filosofi permainan yang baru.

Dengan pelatih yang sama dan mayoritas kerangka tim yang masih dipertahankan, PSIM memiliki peluang untuk tampil lebih solid pada musim mendatang.

Optimisme Menyambut Musim Baru

PSIM Yogyakarta menutup BRI Super League 2025/2026 di posisi ke-11 klasemen akhir dengan raihan 45 poin hasil dari 11 kemenangan, 12 hasil imbang, dan 11 kekalahan.

Hasil tersebut memang belum sepenuhnya memuaskan, tetapi menjadi fondasi yang cukup baik untuk membangun tim yang lebih kompetitif.

Bagi Riyatno Abiyoso, musim baru adalah kesempatan untuk membuktikan diri. Dengan kerja keras selama masa jeda dan tekad untuk mendapatkan peran yang lebih besar, ia berharap bisa menjadi salah satu pemain yang bersinar bersama Laskar Mataram.

Jika mampu mempertahankan konsistensi dan memanfaatkan peluang yang datang, bukan tidak mungkin musim 2026/2027 akan menjadi musim terbaik dalam perjalanan kariernya bersama PSIM Yogyakarta.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE