Kalau bicara soal pemain sepak bola Indonesia yang paling nyentrik sepanjang masa, nama Rochi Putiray hampir selalu masuk daftar teratas. Bukan hanya karena kemampuan mencetak gol, tetapi juga gaya hidup dan penampilannya yang unik sejak era 1990-an hingga awal 2000-an.
Di usia 55 tahun, mantan striker Timnas Indonesia ini masih terlihat bugar, ramping, dan segar. Banyak yang bahkan tidak menyangka bahwa ia sudah memasuki usia setengah abad lebih. Namun yang paling melekat dari Rochi Putiray bukan hanya fisiknya, melainkan karakter “beda sendiri” yang membuatnya menjadi ikon tersendiri dalam sejarah sepak bola nasional.
Gaya Nyentrik Rochi Putiray yang Melegenda di Sepak Bola Indonesia
Sejak masih aktif bermain, Rochi Putiray memang sudah dikenal sebagai pemain yang berani tampil berbeda. Saat banyak pemain memilih gaya sederhana, ia justru menjadikan penampilan sebagai bagian dari identitas di lapangan.
Perubahan gaya rambutnya bahkan menjadi ciri khas yang paling diingat publik.
Beberapa gaya khas Rochi Putiray yang membuatnya ikonik:
- Sering mengganti warna rambut: hitam, pirang, merah, kuning, hingga kombinasi warna mencolok
- Menggunakan model rambut unik dengan gaya “spike” atau berdiri tajam
- Terkadang mengecat rambut sendiri di mes pemain
- Memiliki gaya yang selalu mencuri perhatian sebelum pertandingan
Tak hanya rambut, ia juga dikenal dengan kebiasaan unik lainnya: memakai sepatu dengan warna berbeda antara kiri dan kanan. Hal ini membuat penampilannya semakin mudah dikenali di lapangan.
Karier Panjang dari Persija hingga Klub Hong Kong
Rochi Putiray bukan sekadar pemain dengan gaya nyentrik, tetapi juga memiliki karier panjang dan pengalaman bermain di berbagai klub besar.
Ia pernah memperkuat sejumlah klub top Indonesia seperti:
- Persis Solo
- Persija Jakarta
- PSM Makassar
- PSPS Pekanbaru
Selain itu, Rochi juga merasakan pengalaman bermain di luar negeri, khususnya di Hong Kong bersama klub-klub seperti Instant-Dict FC, Happy Valley, South China AA, dan Kitchee SC.
Pengalaman internasional tersebut membuatnya semakin matang sebagai seorang striker. Ia dikenal sebagai pemain yang cepat, agresif, dan memiliki insting gol yang tajam di dalam kotak penalti.
Rekor dan Perjalanan Bersama Timnas Indonesia
Nama Rochi Putiray juga tidak bisa dipisahkan dari Timnas Indonesia. Ia menjadi bagian dari skuad Garuda selama lebih dari satu dekade, tepatnya dari tahun 1991 hingga 2004.
Dalam periode tersebut, ia mencatatkan:
- 41 penampilan bersama Timnas Indonesia
- 17 gol untuk Merah Putih
- Peran penting sebagai striker utama di era 90-an hingga awal 2000-an
Meski tidak selalu menjadi sorotan utama seperti beberapa pemain lain, kontribusinya tetap diingat sebagai salah satu penyerang lokal yang cukup produktif pada masanya.
Momen Legendaris Saat Lawan AC Milan
Salah satu momen paling ikonik dalam karier Rochi Putiray terjadi saat ia membela Kitchee SC dalam laga uji coba melawan raksasa Italia, AC Milan pada 30 Mei 2004.
Meski hanya pertandingan ekshibisi, laga tersebut menjadi sorotan besar karena AC Milan saat itu diperkuat nama-nama besar seperti Andriy Shevchenko dan Paolo Maldini.
Masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, Rochi Putiray justru tampil mengejutkan dengan mencetak dua gol (brace) yang membawa Kitchee menang 2-1.
Momen itu langsung membuat namanya viral di Hong Kong dan Indonesia. Banyak yang tidak menyangka pemain Indonesia bisa tampil bersinar melawan klub sekelas AC Milan.
Filosofi Nyentrik: Cara Rochi Putiray Menjaga Motivasi
Di balik gaya nyentriknya, Rochi Putiray ternyata memiliki filosofi tersendiri. Ia mengaku bahwa penampilan unik tersebut bukan sekadar gaya, tetapi cara untuk menjaga semangat dan motivasi bermain.
Dalam sebuah wawancara, ia mengungkapkan bahwa pada masa bermain di Arseto Solo, ia merasa kehilangan tantangan karena selalu menjadi pilihan utama. Kondisi itu justru membuatnya kurang berkembang.
Beberapa hal yang ia rasakan saat itu:
- Kurang motivasi karena tidak ada persaingan ketat
- Performa sempat menurun sebagai goalgetter
- Butuh cara baru untuk membangkitkan semangat
Dari situlah ia mulai mencari cara unik untuk kembali termotivasi.
Terinspirasi Iklan hingga Lahir Gaya Ikonik
Menariknya, inspirasi gaya rambut nyentrik Rochi Putiray justru datang dari hal sederhana: sebuah iklan televisi.
Ia pernah melihat iklan sabun dengan gaya rambut mencolok, lalu mencoba menirunya menggunakan karet warna-warni. Meski hasilnya unik, prosesnya ternyata cukup merepotkan karena memakan waktu hingga dua jam.
Akhirnya, ia beralih ke cara yang lebih praktis: mewarnai rambut di salon.
Perubahan itu menjadi titik awal lahirnya gaya khas Rochi Putiray yang terus melekat hingga kini.
Sepatu Beda Warna, Inspirasi dari Sepak Bola Vietnam
Selain rambut, kebiasaan memakai sepatu dengan warna berbeda juga menjadi ciri khas lain Rochi Putiray. Ide ini muncul setelah ia melihat pemain Vietnam yang menggunakan sepatu berbeda merek saat bertanding.
Dari situ ia merasa ide tersebut menarik dan akhirnya mencoba sendiri.
Beberapa hal unik dari kebiasaannya:
- Sepatu kiri dan kanan berbeda warna
- Terinspirasi dari pemain Vietnam
- Menjadi bagian dari identitas di lapangan
- Menambah rasa percaya diri saat bermain
Menurut Rochi, semua itu justru membuat dirinya lebih berani dan lebih termotivasi untuk tampil maksimal.
Gaya Nyentrik yang Justru Jadi Kekuatan
Bagi banyak orang, gaya Rochi Putiray mungkin terlihat aneh. Namun bagi dirinya, itu adalah sumber energi dan motivasi.
Ia percaya bahwa menjadi berbeda bukan kelemahan, melainkan kekuatan yang bisa membantu seorang pemain tampil lebih percaya diri.
Rochi Putiray membuktikan bahwa sepak bola tidak hanya soal teknik dan fisik, tetapi juga soal mental dan identitas diri.
Hingga hari ini, namanya tetap dikenang sebagai salah satu legenda paling unik dalam sejarah sepak bola Indonesia. Bukan hanya karena gol-golnya, tetapi karena keberaniannya menjadi diri sendiri di tengah dunia yang seragam.
BACA JUGA :












