Arema FC membuat langkah besar yang cukup mengejutkan di bursa perombakan skuad. Klub berjuluk Singo Edan itu resmi melakukan cuci gudang besar-besaran dengan melepas total 13 pemain sekaligus menjelang musim baru.
Namun yang paling menyita perhatian publik bukan jumlah pemain yang dilepas, melainkan satu nama besar yang ikut tersingkir dari proyek tim: Dalberto Luan. Striker asal Brasil itu justru menjadi pemain paling produktif Arema FC di BRI Super League 2025/2026.
Kepergian Dalberto jelas menjadi sorotan karena kontribusinya sangat signifikan sepanjang musim.
Dalberto Luan, Mesin Gol yang Tak Terbendung di Arema FC
Selama membela Arema FC, Dalberto Luan tampil sebagai ujung tombak utama yang sulit tergantikan. Di musim 2025/2026 saja, ia mencatatkan statistik impresif:
- 19 gol di BRI Super League
- 8 assist untuk rekan setim
- Kontribusi langsung dalam lebih dari 25 gol tim
Catatan tersebut menjadikannya pemain paling produktif di skuad Singo Edan. Ia juga menjadi salah satu striker paling berbahaya di kompetisi domestik.
Meski begitu, performa gemilang itu ternyata tidak cukup untuk mempertahankan posisinya di klub.
Cuci Gudang Arema FC: 13 Pemain Dilepas Sekaligus
Keputusan manajemen Arema FC untuk merombak skuad tidak main-main. Total 13 pemain resmi dilepas sebagai bagian dari restrukturisasi tim menjelang musim baru.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya membangun ulang kekuatan tim agar lebih kompetitif di musim mendatang.
Beberapa alasan umum di balik cuci gudang ini:
- Evaluasi performa musim sebelumnya
- Perubahan strategi pelatih
- Penyesuaian komposisi skuad
- Efisiensi anggaran klub
- Persiapan regenerasi pemain
Namun, dari semua nama yang pergi, kepergian Dalberto Luan menjadi yang paling mengejutkan publik dan suporter.
Sinyal Kepergian Sudah Terlihat Sejak Lama
Rumor hengkangnya Dalberto sebenarnya sudah mulai terdengar sejak pertengahan musim sebelumnya. Performanya yang konsisten membuatnya menjadi incaran banyak klub, baik dari:
- Brasil
- Malaysia
- Klub-klub Liga 1 Indonesia lainnya
Menariknya, Dalberto sempat memberikan sinyal ingin bertahan di Arema FC melalui unggahan media sosialnya.
Ia menuliskan pesan emosional yang menunjukkan rasa terima kasih kepada klub dan suporter:
“Terima kasih kepada semua yang menjadi bagian dari perjalanan ini. Kami akan melanjutkan lebih banyak lagi.”
Namun, kenyataan di akhir musim berkata lain.
Kontribusi Besar yang Tak Cukup Menyelamatkan Posisi
Sejak bergabung pada 2024, Dalberto Luan langsung menjadi andalan utama lini depan Arema FC. Ia dikenal sebagai striker dengan:
- Insting gol tajam
- Mobilitas tinggi
- Etos kerja kuat
- Kemampuan finishing efektif
Dalam dua musim bersama Singo Edan, ia juga turut membantu klub meraih trofi Piala Presiden. Meski belum berhasil meraih gelar top skor, ia selalu masuk dalam daftar pencetak gol terbanyak liga.
Namun sayangnya, performa individu yang bagus tidak selalu berbanding lurus dengan keputusan manajemen.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi sang pemain.
“Dalberto pemain yang memberi kontribusi sangat besar bagi Arema FC. Ketajamannya di depan gawang, etos kerja, serta komitmennya untuk tim menjadikannya sosok penting,” ujarnya.
Namun, pihak klub tidak menjelaskan secara rinci alasan perpisahan tersebut.
Dugaan Kontrak Jadi Pemicu Perpisahan
Meski tidak dijelaskan secara resmi, banyak pihak menduga bahwa perbedaan nilai kontrak menjadi salah satu faktor utama kepergian Dalberto Luan.
Hal ini cukup umum terjadi dalam sepak bola profesional, terutama ketika pemain memiliki performa tinggi dan menarik minat klub lain dengan tawaran lebih besar.
Jika melihat kontribusinya, Dalberto jelas memiliki nilai pasar yang meningkat signifikan.
Tanda-Tanda Kepergian: Motor Hingga Barang yang Ditinggalkan
Salah satu tanda kuat bahwa Dalberto tidak akan kembali ke Arema FC muncul dari aktivitasnya setelah musim berakhir.
Seorang sumber yang dekat dengan pemain tersebut mengungkapkan bahwa Dalberto sudah mulai membereskan semua barang pribadinya.
Bahkan ada hal menarik yang menjadi perhatian:
- Motor pribadi yang biasa ia gunakan di Malang sudah dijual
- Seluruh barang pribadi telah dibereskan sebelum pulang ke Brasil
- Tidak ada indikasi ia akan kembali ke Indonesia
Menariknya, selama berada di Malang, Dalberto lebih sering menggunakan motor dibanding mobil yang disediakan klub. Ia dikenal menyukai mobilitas cepat dan menghindari kemacetan.
Arema FC Masuki Era Baru Tanpa Dalberto
Kepergian Dalberto Luan sekaligus menandai dimulainya babak baru bagi Arema FC. Dengan 13 pemain yang dilepas, klub kini benar-benar berada dalam fase rebuild besar-besaran.
Tantangan terbesar Singo Edan ke depan adalah:
- Mencari pengganti striker produktif
- Menjaga stabilitas lini depan
- Menyesuaikan strategi dengan skuad baru
- Mengembalikan konsistensi performa tim
Bagi suporter, kehilangan Dalberto tentu menjadi pukulan tersendiri. Namun dalam sepak bola, perubahan adalah hal yang tidak bisa dihindari.
Penutup: Perpisahan dengan Catatan Manis
Meski perpisahan ini terasa berat, Dalberto Luan tetap meninggalkan jejak penting di Arema FC. Ia bukan hanya sekadar striker, tetapi juga salah satu pemain paling produktif yang pernah dimiliki klub dalam beberapa musim terakhir.
Kini, baik Arema FC maupun Dalberto akan memulai perjalanan baru masing-masing. Yang tersisa hanyalah kenangan tentang ketajaman seorang striker Brasil yang pernah menjadi tumpuan utama Singo Edan.
BACA JUGA :












