1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP: Son Heung-min Ukir Sejarah! Korea Selatan Taklukkan Ceko dan Samai Rekor Legendaris

Timnas Korea Selatan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan cara yang mengesankan. Meski sempat tertinggal lebih dulu, Taegeuk Warriors menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan dan mengalahkan Republik Ceko 2-1 pada laga pembuka Grup A.

Pertandingan yang berlangsung pada Jumat (12/6/2026) pagi WIB tersebut menjadi bukti bahwa Korea Selatan layak diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan Asia di turnamen kali ini. Bermain dengan disiplin, agresif, dan penuh determinasi, pasukan Hong Myung-bo berhasil mengamankan tiga poin penting yang membuka peluang besar untuk lolos ke fase gugur.

Republik Ceko sebenarnya sempat membuat pendukung Korea Selatan cemas setelah Ladislav Krejci mencetak gol pembuka. Namun, respons Taegeuk Warriors sangat luar biasa. Hwang In-beom berhasil menyamakan kedudukan sebelum Oh Hyeon-gyu menjadi pahlawan lewat gol kemenangan yang memastikan skor akhir 2-1.

Hasil ini menempatkan Korea Selatan di posisi kedua klasemen sementara Grup A, hanya kalah selisih gol dari tuan rumah Meksiko yang berada di puncak. Sementara itu, Republik Ceko harus puas menghuni peringkat ketiga dan menghadapi tekanan besar pada laga berikutnya.

Selain hasil pertandingan yang penting, duel ini juga melahirkan berbagai catatan statistik menarik yang mempertegas kualitas permainan Korea Selatan sekaligus menambah warna dalam sejarah Piala Dunia.

1. Korea Selatan Semakin Tangguh di Laga Pembuka Piala Dunia

Sejak Piala Dunia 2002, Korea Selatan dikenal sebagai tim yang sering memulai turnamen dengan hasil positif. Kemenangan atas Republik Ceko membuat mereka hanya mengalami satu kekalahan dalam tujuh pertandingan pembuka terakhir di ajang Piala Dunia.

Dari tujuh laga tersebut, Korea Selatan mencatatkan empat kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya sekali kalah. Kekalahan itu terjadi saat menghadapi Swedia dengan skor 0-1 pada Piala Dunia 2018.

Statistik ini menunjukkan bahwa Taegeuk Warriors memiliki kemampuan luar biasa dalam mempersiapkan diri menghadapi pertandingan pertama turnamen besar.

2. Mental Baja Jadi Senjata Utama Taegeuk Warriors

Salah satu aspek paling mengesankan dari kemenangan ini adalah kemampuan Korea Selatan untuk bangkit setelah tertinggal lebih dulu.

Dalam tiga pertandingan Piala Dunia terakhir ketika kebobolan terlebih dahulu, Korea Selatan berhasil membalikkan keadaan dan menang sebanyak dua kali.

Catatan tersebut sangat kontras dengan sejarah mereka sebelumnya. Pada 27 pertandingan awal Piala Dunia saat tertinggal lebih dulu, Korea Selatan hanya mampu melakukan comeback dua kali, dengan enam hasil imbang dan 19 kekalahan.

Hal ini menunjukkan perubahan besar dalam mentalitas tim yang kini lebih percaya diri dan matang.

3. Kemenangan Bersejarah ke-8 Korea Selatan di Piala Dunia

Kemenangan atas Republik Ceko menjadi kemenangan kedelapan Korea Selatan sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.

Menariknya, ini juga merupakan kemenangan keempat dengan skor 2-1. Lebih unik lagi, dalam seluruh kemenangan 2-1 tersebut, Korea Selatan selalu berada dalam posisi tertinggal sebelum akhirnya membalikkan keadaan.

Fakta ini semakin memperkuat reputasi mereka sebagai tim yang tidak mudah menyerah.

4. Guadalajara Kembali Jadi Kota yang Tidak Bersahabat untuk Republik Ceko

Bagi Republik Ceko, Guadalajara tampaknya menjadi kota yang membawa kenangan buruk.

Kekalahan dari Korea Selatan membuat mereka kini telah menelan empat kekalahan dalam empat pertandingan Piala Dunia yang dimainkan di kota tersebut.

Tiga kekalahan sebelumnya terjadi saat negara itu masih bernama Cekoslowakia pada edisi 1970. Dengan demikian, Republik Ceko menjadi tim kedua dalam sejarah Piala Dunia yang kalah empat kali di kota yang sama, setelah Belgia di Mexico City.

5. Sundulan Masih Menjadi Senjata Mematikan Republik Ceko

Gol pembuka yang dicetak Ladislav Krejci kembali menunjukkan keunggulan Republik Ceko dalam duel udara.

Sejak 1990, tujuh dari 14 gol terakhir mereka di ajang Piala Dunia tercipta melalui sundulan kepala. Rasio tersebut memperlihatkan bahwa permainan bola atas masih menjadi salah satu kekuatan utama tim Eropa tersebut.

Meski demikian, keunggulan itu tidak cukup untuk menghindarkan mereka dari kekalahan.

6. Hwang In-beom Masuk Daftar Elite Korea Selatan

Hwang In-beom tampil luar biasa dan menjadi salah satu pemain terbaik di lapangan.

Gelandang andalan Korea Selatan itu mencatatkan satu gol dan satu assist dalam pertandingan ini. Dengan pencapaian tersebut, ia menjadi pemain ketiga dalam sejarah Korea Selatan yang mampu mencetak gol sekaligus memberikan assist dalam satu laga Piala Dunia.

Sebelumnya, rekor serupa hanya pernah dibukukan oleh Choi Soon-ho pada 1986 dan Hong Myung-bo pada 1994.

7. Raja Operan Korea Selatan Kembali Bersinar

Selain kontribusi langsung terhadap gol, Hwang In-beom juga mendominasi permainan dari lini tengah.

Ia mencatatkan 73 operan sukses sepanjang pertandingan, menjadikannya jumlah operan sukses terbanyak kedua yang pernah dicatat pemain Korea Selatan dalam satu laga Piala Dunia sejak 1966.

Menariknya, rekor tertinggi juga masih menjadi miliknya ketika membukukan 79 operan sukses saat melawan Ghana pada Piala Dunia 2022.

8. Rekor Baru dalam Penguasaan Bola Korea Selatan

Dominasi Korea Selatan atas Republik Ceko juga tercermin dari statistik tim secara keseluruhan.

Taegeuk Warriors berhasil mencatatkan 468 operan sukses selama pertandingan. Angka tersebut menjadi jumlah operan sukses terbanyak yang pernah mereka torehkan dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak data statistik modern mulai dicatat pada 1966.

Catatan ini membuktikan bahwa Korea Selatan kini semakin nyaman memainkan sepak bola berbasis penguasaan bola.

9. Son Heung-min Samai Rekor Legendaris Hong Myung-bo

Salah satu momen paling bersejarah dalam pertandingan ini datang dari sang kapten, Son Heung-min.

Dengan tampil melawan Republik Ceko, bintang Tottenham Hotspur tersebut resmi mencatatkan penampilan di empat edisi Piala Dunia berbeda bersama Korea Selatan, yakni 2014, 2018, 2022, dan 2026.

Pencapaian tersebut membuat Son menyamai rekor pelatihnya saat ini, Hong Myung-bo, yang tampil di Piala Dunia 1990, 1994, 1998, dan 2002.

Rekor ini semakin mengukuhkan status Son sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola Korea Selatan.

10. Gol Hwang In-beom Berawal dari Rangkaian Operan Kelas Dunia

Gol penyeimbang yang dicetak Hwang In-beom bukan hanya penting secara hasil, tetapi juga indah dari sisi proses.

Gol tersebut lahir dari rangkaian 25 operan beruntun yang dilakukan para pemain Korea Selatan sebelum bola akhirnya masuk ke gawang Republik Ceko.

Rangkaian itu menyamai catatan sebagai proses gol dengan urutan operan terpanjang kelima dalam sejarah Piala Dunia sejak 1966.

Statistik tersebut menunjukkan bagaimana Korea Selatan tidak hanya mengandalkan semangat juang, tetapi juga kualitas permainan kolektif yang sangat matang.

Awal Sempurna untuk Mimpi Besar Korea Selatan

Kemenangan atas Republik Ceko menjadi modal berharga bagi Korea Selatan untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026. Selain meraih tiga poin penting, mereka juga menunjukkan karakter kuat, kualitas permainan yang berkembang, serta kemampuan bangkit dari tekanan.

Dengan Son Heung-min yang terus mencetak sejarah, Hwang In-beom yang tampil gemilang, dan racikan strategi Hong Myung-bo yang semakin matang, Taegeuk Warriors memiliki alasan kuat untuk optimistis menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.

Jika mampu mempertahankan performa seperti ini, bukan tidak mungkin Korea Selatan akan menjadi salah satu tim yang memberikan kejutan besar di Piala Dunia 2026.

BACA JUGA :

CLOSE